Keutamaan Dahsyat Puasa Hari Keempat Belas Ramadhan 1447 H Pahala 200 Tahun

Rabu, 04 Maret 2026 | 09:48:54 WIB
Keutamaan Dahsyat Puasa Hari Keempat Belas Ramadhan 1447 H Pahala 200 Tahun

JAKARTA - Memasuki hari keempat belas Ramadhan 1447 Hijriah yang jatuh pada Rabu 4 Maret 2026, umat Islam berada pada fase penting di pertengahan bulan suci. 

Momentum ini kerap dimaknai sebagai waktu evaluasi diri setelah hampir dua pekan menjalani ibadah puasa. Di titik inilah konsistensi, keikhlasan, dan kualitas ibadah kembali diuji agar tetap terjaga hingga akhir Ramadhan.

Bulan penuh ampunan ini bukan sekadar rangkaian hari menahan lapar dan dahaga. Berdasarkan literatur klasik Kitab Fadhâil Al-Asyhur Ats-Tsalâtsah, puasa pada hari keempat belas menyimpan lima keutamaan dahsyat. Salah satunya adalah ganjaran pahala yang setara dengan beribadah selama dua ratus tahun bersama para Nabi, sebuah keutamaan yang menggugah semangat kaum Muslimin.

Selain menjadi momen memperkuat ketakwaan, fase pertengahan Ramadhan juga dikenal sebagai waktu mustajab untuk memanjatkan doa. Umat dianjurkan memperbanyak zikir, membaca Al-Qur’an, serta meningkatkan sedekah sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT. Dengan niat tulus dan hati yang bersih, sisa hari Ramadhan diharapkan mampu mengantarkan pada keberkahan hidup yang hakiki.

Keutamaan Puasa Hari Keempat Belas Ramadhan

Merujuk pemahaman dari Kitab Fadhâil Al-Asyhur Ats-Tsalâtsah karya Syeikh Muhammad bin Ali bin Husein bin Musa bin Babawayh Al-Qumi, dijelaskan sejumlah fadhilah istimewa di hari keempat belas Ramadhan. Keutamaan pertama adalah pahala seperti berjumpa dengan para Nabi pilihan. Dalam penjelasan disebutkan bahwa Allah SWT memberikan balasan seperti berjumpa dengan Nabi Adam, Nuh, Ibrahim, Musa, Daud dan Sulaiman AS.

Keutamaan kedua adalah ganjaran ibadah selama dua ratus tahun. Orang yang menunaikan puasa hari keempat belas Ramadhan 1447 H seperti beribadah kepada Allah bersama setiap Nabi selama dua ratus tahun. Hal ini menunjukkan betapa besar apresiasi Allah bagi hamba-Nya yang tetap istiqamah hingga pertengahan bulan suci.

Keutamaan ketiga berupa kesaksian khusus dari para malaikat. Disebutkan bahwa pada hari ini, malaikat akan memberikan kesaksian di hadapan Allah SWT bahwa hamba tersebut benar-benar melaksanakan ibadah Tarawih dengan penuh kesungguhan dan keimanan. Pahala yang besar ini menjadi penyemangat agar ibadah malam tetap dijaga kualitasnya.

Penjelasan Hadis Tentang Fadhilah Ramadhan

Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ahmad Thib Raya dalam taushiyahnya menjelaskan tentang hadis Rasulullah SAW ketika umat Islam memasuki bulan Ramadhan 1447 H. Begitu hebatnya pahala yang diperoleh oleh mereka yang berpuasa. Begitu indah pula kenikmatan yang dianugerahkan oleh Allah sebagai ganjaran atas puasa yang dilakukan itu. Semoga kita semua dapat meraihnya.

“Ada sejumlah hadis yang telah menggambarkan fadhilah keutamaan bulan Ramadhan dengan segala keberkahan yang ada di dalamnya. Di antaranya adalah hadis riwayat al-Baihaqi, yang bersumber dari Abdullah Ibn Abbas r.a," ucap Ahmad Thib Raya, dikutip dari Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, UIN Jakarta, Rabu 4 Maret 2026.

"Hadis itu cukup panjang, dan saya sarikan isi-isi dari hadis itu sebagai berikut: Rasulullah menyatakan bahwa sesungguhnya surga sungguh-sungguh mempercantik dan menghiasi diri dari tahun ke tahun karena datangnya bulan Ramadhan. 

Apabila hari pertama bulan Ramadhan telah datang, lalu Allah memerintahkan kepada Ridwan, penjaga surga untuk membuka pintu surga bagi umat Nabi Muhammad yang berpuasa, memerintahkan kepada Malik, penjaga neraka untuk menutup pintu neraka bagi umat Nabi Muhammad yang berpuasa,” lanjutnya.

Doa Dan Permohonan Ampunan Di Hari Keempat Belas

Keutamaan berikutnya adalah pembebasan dari segala kesalahan dan kebodohan melalui doa khusus hari keempat belas Ramadhan. Seorang mukmin memohon agar Allah tidak menuntut kesalahan, menghapuskan kekhilafan, serta menjauhkan dari berbagai bencana. Doa ini menjadi bentuk kerendahan hati seorang hamba di hadapan Sang Pencipta.

Berikut bacaan doa hari keempat belas Ramadhan 1447 H

اَللَّهُمَّ لاَ تُؤَاخِذْنِيْ فِيْهِ بِالْعَثَرَاتِ وَ أَقِلْنِيْ فِيْهِ مِنَ الْخَطَايَا وَ الْهَفَوَاتِ وَ لاَ تَجْعَلْنِيْ فِيْهِ غَرَضًا لِلْبَلايَا وَ الآفَاتِ بِعِزَّتِكَ يَا عِزَّ الْمُسْلِمِيْنَ

Allâhumma lâ tuâkhidznî fîhi bil 'atsarâti wa aqilnî fîhi minal khathâyâ wal hafawâti wa lâ taj'alnî fîhi gharadhan lilbalâyâ wal âfât bi'izzatika yâ 'izzal muslimîn.

Artinya Ya Allah Mohon Janganlah Engkau tuntut dari kami di bulan ini semua kesalahan yang aku lakukan. Hapuskan seluruh kesalahan dan kebodohanku. Hindarkan aku dari bencana dan malapetaka. Demi kemuliaan Mu wahai sandaran kemulian kaum Muslimin.

Selain doa tersebut, terdapat pula doa yang sangat populer dan dianjurkan Rasulullah SAW untuk dibaca terutama pada malam-malam istimewa di bulan Ramadan

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Allāhumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annī.

Artinya Ya Allah Engkau Maha Pemaaf dan menyukai pemaafan maka maafkanlah aku. Doa ini menunjukkan inti dari Ramadan itu sendiri yaitu permohonan ampun dan penyucian diri.

Ramadhan Sebagai Momentum Penyucian Diri

Sebagaimana hadis menyatakan siapa pun yang melaksanakan ibadah malam di bulan Ramadan dengan keyakinan akan pahala dari Allah maka dosanya yang lalu akan diampuni. Ramadan adalah waktu tepat untuk memohon ampunan, memperbaiki diri, dan menata kembali kehidupan spiritual agar lebih baik dari sebelumnya.

Rasulullah SAW juga menganjurkan memperbanyak doa sepanjang Ramadan. Dalam hadis sahih disebutkan barang siapa yang melaksanakan ibadah malam di bulan Ramadan dengan iman dan mengharap pahala maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni. Hadis ini menegaskan Ramadan adalah waktu terbaik untuk bermunajat dan memperbanyak istigfar.

Puasa Ramadhan diwajibkan bagi setiap Muslim yang memenuhi syarat, dan setiap amal kebaikan yang dilakukan akan dilipatgandakan pahalanya. Puasa bukan hanya latihan fisik menahan lapar dan haus, tetapi juga proses pembentukan karakter spiritual dan pengendalian diri.

"Barangsiapa yang berpuasa Ramadan karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." HR Bukhari dan Muslim. Hadis tersebut menegaskan bahwa puasa yang dilandasi keimanan dan keikhlasan akan mendatangkan ampunan atas dosa-dosa sebelumnya. Oleh karena itu, memahami fadhilah puasa di pertengahan Ramadhan diharapkan dapat membangkitkan semangat umat Islam untuk terus memperbaiki diri.

Terkini