Rupiah Pagi Menguat Ke Rp 16.858 Per Dolar AS

Selasa, 03 Maret 2026 | 10:32:46 WIB
Rupiah Pagi Menguat Ke Rp 16.858 Per Dolar AS

JAKARTA - Pergerakan nilai tukar rupiah kembali menunjukkan dinamika menarik pada awal perdagangan Selasa pagi. 

Di tengah fluktuasi pasar global dan sentimen eksternal yang belum sepenuhnya stabil, mata uang Garuda justru mencatat penguatan tipis terhadap dolar Amerika Serikat. Kondisi ini mencerminkan respons pasar yang relatif tenang di awal sesi.

Penguatan rupiah terjadi bersamaan dengan pergerakan sejumlah mata uang Asia yang juga cenderung positif. Meski tekanan global masih membayangi, pelaku pasar tampak memanfaatkan momentum untuk melakukan aksi beli terhadap aset berisiko, termasuk mata uang kawasan.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat pada perdagangan pagi hari ini, Selasa (3/3/2026).

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot exchange pada pukul 09.16 WIB menguat 10 poin atau 0,06% ke level Rp 16.858 per dolar AS.

Penguatan ini menunjukkan bahwa rupiah mampu mempertahankan stabilitasnya di tengah gejolak eksternal. Kenaikan sebesar 10 poin atau 0,06 persen memang tergolong tipis, namun cukup memberi sinyal positif bagi pasar domestik.

Mata uang Asia mayoritas menguat

‎Untuk mata uang Asia lainnya, mayoritas juga menguat terhadap dolar AS. Yen Jepang naik 0,04%, dolar Hong Kong naik 0,02%, dolar Singapura naik 0,11%, dolar Taiwan naik 0,01%, dan won Korea Selatan naik 0,20%.

Kondisi tersebut menandakan bahwa sentimen regional cenderung mendukung penguatan mata uang kawasan. Won Korea Selatan mencatat kenaikan paling tinggi di antara daftar tersebut, diikuti dolar Singapura yang juga menunjukkan performa solid.

Di sisi lain, tidak semua mata uang Asia bergerak di zona hijau. Peso Filipina turun 0,10%, rupe India naik 0,04%, Yuan Tiongkok turun 0,55%, ringgit Malaysia stagnan, sedangkan baht Thailand turun 0,11%.

Perbedaan arah pergerakan ini menggambarkan bahwa respons tiap negara terhadap dolar AS tidak sepenuhnya seragam. Faktor domestik dan ekspektasi kebijakan moneter turut memengaruhi kinerja masing-masing mata uang.

IHSG ikut menguat pagi ini

Sementara itu di pasar saham, indeks harga saham gabungan (IHSG) kembali menguat pada perdagangan pagi hari ini setelah sebelum jatuh terdampak konflik di Timur Tengah.

IHSG pada hari ini pukul 09.13 WIB naik 61,12 poin atau 0,76% ke level 8.077,9.

Kenaikan IHSG memperlihatkan adanya perbaikan sentimen investor terhadap aset berisiko. Setelah sebelumnya tertekan akibat eskalasi konflik di Timur Tengah, pasar saham domestik mulai menunjukkan pemulihan.

Penguatan indeks saham sejalan dengan apresiasi rupiah pada awal perdagangan. Kombinasi ini mencerminkan optimisme yang mulai tumbuh di kalangan pelaku pasar, meski tetap dibayangi kehati-hatian.

Sentimen global dan kehati-hatian investor

Pergerakan rupiah dan IHSG pada pagi hari ini tidak terlepas dari dinamika global. Ketidakpastian geopolitik serta arah kebijakan moneter Amerika Serikat masih menjadi faktor utama yang diperhatikan investor.

Meskipun demikian, penguatan tipis rupiah menunjukkan bahwa tekanan terhadap mata uang domestik relatif terkendali. Stabilitas ini menjadi penting untuk menjaga kepercayaan pasar terhadap kondisi ekonomi nasional.

Di kawasan Asia, penguatan mayoritas mata uang juga menandakan adanya sentimen positif jangka pendek. Namun pelemahan pada beberapa mata uang seperti Yuan Tiongkok dan baht Thailand memperlihatkan bahwa risiko eksternal belum sepenuhnya mereda.

Dengan rupiah berada di level Rp 16.858 per dolar AS pada pukul 09.16 WIB, pelaku pasar akan terus mencermati perkembangan sepanjang hari. Fluktuasi masih mungkin terjadi seiring masuknya sentimen baru dari pasar global.

Secara keseluruhan, pembukaan perdagangan pagi ini memberikan sinyal yang cukup konstruktif. Rupiah menguat tipis, mayoritas mata uang Asia terapresiasi, dan IHSG kembali bergerak naik setelah tekanan sebelumnya. Namun, arah pergerakan selanjutnya tetap sangat bergantung pada perkembangan global dan respons investor terhadap dinamika tersebut.

Terkini