JAKARTA - Saat matahari perlahan tenggelam dan azan Magrib berkumandang, suasana serupa terjadi di berbagai belahan dunia.
Meja makan dipersiapkan, keluarga berkumpul, dan hidangan khas tersaji untuk mengakhiri puasa. Ramadan bukan hanya tentang ibadah menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang tradisi kuliner yang kaya rasa dan makna.
Di setiap negara, menu berbuka puasa atau iftar memiliki ciri khas tersendiri. Perbedaan budaya melahirkan ragam sajian unik yang tetap berpegang pada prinsip ringan dan bergizi. Dari kawasan Mediterania, Timur Tengah, hingga Balkan, hidangan iftar dirancang untuk memulihkan energi setelah seharian berpuasa.
Sebagai informasi, puasa Ramadan di bulan kesembilan kalender Hijriyah dilaksanakan umat Muslim seluruh dunia mulai dari subuh hingga matahari terbenam dan diakhiri dengan makan makanan khas berbuka puasa di malam hari atau iftar. Mengutip Antara, Senin , berikut deretan hidangan populer yang kerap hadir saat Ramadan.
Hidangan Pembuka Mezze yang Menggoda Selera
Menu pembuka atau mezze biasanya disajikan dalam porsi ringan agar mudah dicerna. Salah satu yang populer adalah Baba Ghanoush. Saus celup berbahan dasar terong ini memiliki aroma asap khas karena terong dipanggang hingga lunak sebelum dihaluskan.
Campuran tahini, minyak zaitun, bawang putih, dan lemon membuat rasanya lembut sekaligus gurih. Hidangan ini kerap menjadi favorit selama Ramadan karena teksturnya ringan namun kaya cita rasa. Disajikan bersama roti pita, Baba Ghanoush cocok sebagai pembuka yang menggugah selera.
Tak kalah terkenal adalah Hummus. Saus kental berbahan dasar buncis yang dihaluskan ini dicampur tahini, bawang putih, dan perasan lemon. Kandungan protein dan lemak sehat di dalamnya membuat hummus mengenyangkan sekaligus mudah dicerna.
Selain itu, kawasan Timur Tengah identik dengan Dolma. Sayuran seperti daun anggur, zucchini, atau terong diisi campuran beras dan rempah harum. Disajikan hangat atau suhu ruang, dolma menjadi pilihan nyaman untuk berbuka puasa.
Hidangan Utama yang Mengenyangkan dan Kaya Rempah
Setelah menyantap mezze, masyarakat Mediterania biasanya melanjutkan dengan hidangan utama yang lebih berat. Salah satunya adalah Biryani yang terkenal di Asia Selatan. Nasi basmati dimasak bersama daging dan rempah aromatik sehingga menghasilkan rasa kaya dan menggugah selera.
Biryani menjadi favorit selama Ramadan karena porsinya dapat dinikmati bersama keluarga besar. Perpaduan rempah yang kuat membuat hidangan ini memberi energi dan kehangatan. Tak heran jika biryani selalu hadir dalam berbagai perayaan.
Di Maroko, Tangine domba menjadi sajian istimewa saat iftar. Semur ini dimasak perlahan dalam panci berbentuk kerucut dengan ketumbar, jinten, kayu manis, serta tambahan sayuran dan buah kering. Dagingnya empuk dan bumbunya meresap sempurna.
Hidangan khas Timur Tengah lainnya adalah Kabsa. Terbuat dari beras butir panjang, daging, serta rempah seperti kapulaga dan saffron, kabsa dikenal karena aromanya yang harum. Menu ini sering disajikan secara bersama sama dalam suasana kekeluargaan.
Ada pula hidangan unik bernama Maqluba yang berarti terbalik dalam bahasa Arab. Daging, sayuran, dan nasi ditata berlapis lalu dibalik ke piring saji. Dihiasi almond atau kacang pinus, tampilannya menarik sekaligus memuaskan.
Hidangan Penutup yang Manis dan Legit
Melengkapi rangkaian iftar, hidangan manis menjadi bagian penting yang dinanti. Salah satu yang populer adalah Qatayef. Kue lembut mirip pancake ini diisi keju manis atau kacang kacangan, lalu digoreng atau dipanggang dan direndam dalam sirup.
Teksturnya renyah di luar namun lembut di dalam sehingga banyak digemari. Qatayef kerap disajikan hangat untuk menambah kenikmatan berbuka puasa. Rasanya yang legit membuatnya sulit ditolak.
Di Asia Selatan, Gulab Jamun menjadi hidangan penutup populer. Pangsit lembut berbahan dasar susu ini direndam dalam sirup gula yang manisnya pas. Teksturnya empuk dan menghadirkan sensasi manis yang memanjakan lidah.
Sementara itu, Baklava dikenal luas di kawasan Timur Tengah dan Mediterania. Lapisan kue phyllo yang renyah diisi kacang cincang dan disiram sirup manis. Perpaduan tekstur dan rasa menjadikannya favorit banyak orang.
Terakhir, ada Kunafa yang sering dianggap sebagai mahkota hidangan penutup Ramadan. Terbuat dari adonan yang disobek sobek lalu dilapisi keju atau krim dan direndam dalam sirup. Rasanya manis, gurih, dan sangat menggoda.
Ragam hidangan tersebut menunjukkan kekayaan tradisi kuliner dunia Islam. Meski berbeda bahan dan cara memasak, semuanya memiliki tujuan yang sama yakni menghadirkan kehangatan dan kebersamaan saat berbuka. Ramadan pun menjadi momentum istimewa yang menyatukan cita rasa dari berbagai penjuru dunia.