Danantara Dan INA Teken Investasi Proyek CA EDC Cilegon

Selasa, 03 Maret 2026 | 09:27:07 WIB
Danantara Dan INA Teken Investasi Proyek CA EDC Cilegon

JAKARTA - Penguatan industri kimia nasional kembali memasuki babak baru. Komitmen investasi strategis ditegaskan melalui penandatanganan perjanjian penting yang menyasar peningkatan kapasitas produksi bahan baku dalam negeri. 

Langkah ini menjadi bagian dari upaya besar mengurangi ketergantungan impor sekaligus memperkokoh fondasi hilirisasi industri.

Kolaborasi tersebut melibatkan Danantara Indonesia, Indonesia Investment Authority, dan Chandra Asri Group yang dikenal sebagai emiten milik Prajogo Pangestu. Ketiganya secara resmi menandatangani conditional share subscription agreement CSSA. Perjanjian ini difokuskan pada penguatan produksi Caustic Soda dan Ethylene Dichloride EDC domestik.

Kesepakatan tersebut menjadi tindak lanjut dari nota kesepahaman yang sebelumnya telah diteken para pihak. Dalam skema ini, Danantara Indonesia dan INA bertindak sebagai investor strategis. Investasi diarahkan untuk mendukung pembangunan fasilitas industri yang bernilai tambah tinggi.

Langkah ini dipandang krusial dalam memperkuat ketahanan pasokan bahan baku esensial. Industri hulu dan hilir di dalam negeri membutuhkan suplai yang stabil untuk menjaga daya saing. Dengan adanya peningkatan kapasitas produksi, ketergantungan terhadap impor diharapkan dapat ditekan secara signifikan.

Komitmen Modal Perkuat Hilirisasi Nasional

Perjanjian ini menandai fase komitmen modal dalam mendukung pembangunan pabrik Chlor Alkali Ethylene Dichloride CA EDC di Cilegon, Banten yang dikembangkan dan dioperasikan oleh Chandra Asri Group. Proyek ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan impor terhadap bahan baku krusial dalam berbagai industri, sekaligus mendorong agenda hilirisasi sebagai bagian dari transformasi ekonomi jangka panjang.

Kehadiran kapasitas produksi Caustic Soda di dalam negeri diharapkan dapat secara signifikan memperkuat substitusi impor dan ketahanan pasokan domestik. Sementara produksi EDC tidak hanya mendukung kebutuhan industri dalam negeri, tetapi juga memiliki potensi untuk meningkatkan ekspor, memberikan kontribusi pada devisa, seiring dengan penguatan daya saing industri kimia nasional.

Pembangunan pabrik CA EDC memiliki nilai proyek sebesar US 800 juta, dan merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional PSN yang berfokus pada produksi bahan baku esensial bagi industri hulu dan hilir. Status sebagai PSN menunjukkan proyek ini memiliki peran penting dalam peta pembangunan industri nasional.

Lokasi proyek di Cilegon, Banten dipilih karena kawasan tersebut telah dikenal sebagai pusat industri kimia dan petrokimia. Infrastruktur yang tersedia dinilai mendukung operasional pabrik secara optimal. Hal ini memperkuat prospek keberhasilan proyek dalam jangka panjang.

Peran Caustic Soda dan EDC Bagi Industri

Caustic Soda digunakan sebagai bahan baku yang digunakan dalam proses produksi sabun dan deterjen, pemurnian alumina, hingga proses pembuatan kertas. Sedangkan EDC merupakan bahan baku utama yang mendorong industri konstruksi dan pengemasan.

Ketersediaan Caustic Soda yang cukup akan membantu berbagai sektor industri menjaga efisiensi produksi. Industri manufaktur yang bergantung pada bahan ini dapat mengurangi biaya impor. Dampaknya, struktur biaya menjadi lebih kompetitif di pasar domestik maupun global.

Sementara itu, EDC memiliki posisi strategis dalam rantai industri berbasis kimia. Permintaan terhadap bahan ini terus tumbuh seiring perkembangan sektor konstruksi dan pengemasan. Produksi dalam negeri membuka peluang peningkatan ekspor sekaligus memperkuat neraca perdagangan.

Dengan mengintegrasikan produksi bahan baku di dalam negeri, ketahanan industri nasional semakin terjaga. Ketika pasokan global terganggu, Indonesia memiliki kapasitas mandiri untuk memenuhi kebutuhan. Hal ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang transformasi ekonomi.

Struktur Investasi dan Target Operasional

Dalam struktur investasi yang disepakati, Danantara Indonesia dan INA akan bersama sama menanamkan modal dengan total investasi sebesar US 200 juta. Pendanaan ini akan digunakan untuk membangun fasilitas industri strategis CA EDC yang dikelola oleh PT Chandra Asri Alkali, anak perusahaan Chandra Asri Group, dan direncanakan mulai beroperasi pada tahun 2027.

Skema pendanaan tersebut menunjukkan keseriusan investor dalam mendukung proyek. Investasi tahap awal ini menjadi bagian penting dari total nilai proyek sebesar US 800 juta. Komitmen modal menjadi fondasi bagi percepatan konstruksi dan pengembangan fasilitas.

Target operasional pada 2027 memberikan waktu bagi penyelesaian pembangunan dan pengujian sistem produksi. Dengan perencanaan matang, proyek diharapkan berjalan sesuai jadwal. Keberhasilan tahap ini akan menjadi tonggak penting dalam penguatan industri kimia nasional.

Sinergi antara investor dan pengembang proyek menjadi kunci keberlanjutan. Keterlibatan lembaga investasi nasional memperkuat kepercayaan terhadap prospek proyek. Hal ini juga mencerminkan kolaborasi erat antara sektor publik dan swasta.

Pernyataan Resmi dan Arah Kebijakan Industri

"Perjanjian ini menegaskan komitmen Danantara Indonesia untuk memperkuat industri industri strategis nasional yang memberikan nilai tambah tinggi, menciptakan lapangan kerja, serta mengakselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia," kata Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir dalam keterangan resmi dikutip Selasa 3 Maret 2026.

Dia melanjutkan kolaborasi ini tidak hanya sebagai respon terhadap tantangan ketergantungan impor, tetapi juga sebagai langkah nyata untuk mempercepat hilirisasi, kunci penggerak ekonomi Indonesia.

Pernyataan tersebut menegaskan arah kebijakan yang berfokus pada penguatan sektor strategis. Industri kimia dipandang memiliki efek berganda yang luas terhadap sektor lain. Penciptaan lapangan kerja dan peningkatan nilai tambah menjadi sasaran utama.

Melalui proyek CA EDC di Cilegon, sinergi investasi nasional diharapkan mampu mempercepat transformasi ekonomi. Ketahanan pasokan, substitusi impor, dan potensi ekspor menjadi pilar utama. Dengan langkah ini, industri kimia Indonesia diarahkan menuju daya saing yang lebih kuat di kancah global.

Terkini