Asing Borong Saham Energi Saat IHSG Koreksi Dampak Konflik Iran

Senin, 02 Maret 2026 | 17:32:59 WIB
Asing Borong Saham Energi Saat IHSG Koreksi Dampak Konflik Iran

JAKARTA - Tekanan geopolitik kembali mengguncang pasar keuangan domestik pada awal pekan. 

Indeks Harga Saham Gabungan berada di zona merah pada penutupan perdagangan sesi I Senin.

IHSG ditutup turun 131,77 poin atau 1,6% ke level 8.103,72 pada perdagangan tengah hari. Sebanyak 113 saham menguat, 682 saham melemah, dan 163 saham tidak bergerak.

Nilai transaksi tercatat mencapai Rp16,57 triliun dengan melibatkan 31,54 miliar saham dalam 2,16 juta kali transaksi. Sementara itu kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia turun menjadi Rp14.520 triliun.

Meski tekanan jual mendominasi, pergerakan investor asing menunjukkan dinamika berbeda. Di tengah pelemahan pasar, sejumlah saham justru masih diborong oleh investor global.

Aksi Asing Tetap Agresif di Tengah Koreksi

Sepanjang sesi I perdagangan, investor asing tercatat melakukan pembelian bersih (net buy) sebesar Rp32,1 miliar di seluruh pasar. Rinciannya terdiri dari aksi jual asing (foreign sell) sebesar Rp4,2 triliun dan pembelian asing (foreign buy) senilai Rp4,2 triliun.

Data tersebut menunjukkan aktivitas transaksi asing tetap tinggi meski indeks melemah. Arus dana keluar dan masuk relatif berimbang, menghasilkan net buy tipis.

PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) menjadi saham dengan net buy asing terbesar, yakni Rp168,2 miliar. Lalu diikuti oleh PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS) Rp99,7 miliar dan PT Petrosea Tbk (PTRO) Rp90,7 miliar.

Masuknya dana asing pada saham berbasis komoditas ini menarik perhatian pelaku pasar. Sektor energi dan sumber daya alam tampak menjadi pilihan di tengah ketidakpastian global.

Daftar Saham dengan Net Foreign Buy Terbesar

Selain tiga teratas, sejumlah emiten lain juga mencatat pembelian bersih asing signifikan. PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) membukukan net buy Rp88,1 miliar.

Kemudian PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) sebesar Rp71,7 miliar dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) Rp42,2 miliar.

Selanjutnya PT Indika Energy Tbk (INDY) Rp37,6 miliar dan PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA) Rp33,8 miliar.

Tak ketinggalan PT Astra International Tbk (ASII) Rp33,0 miliar serta PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Rp30,4 miliar.

Saham dengan Net Sell Terbesar dan Pemicu Koreksi

Di sisi lain, tekanan jual asing juga cukup besar pada sejumlah saham. PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) menjadi saham dengan net sell terbesar, yakni Rp270,6 miliar.

Lalu diikuti oleh PT Bank Mandiri Persero Tbk (BMRI) Rp62,9 miliar dan PT Elnusa Tbk (ELSA) Rp61,1 miliar.

Selanjutnya PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) Rp50,4 miliar dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO) Rp48,7 miliar.

PT Bank Negara Indonesia Persero Tbk (BBNI) Rp45,1 miliar, PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) Rp32,0 miliar, PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) Rp31,6 miliar, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) Rp30,3 miliar, dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) Rp27,3 miliar turut mencatat net sell.

Adapun penyebab anjloknya IHSG hari ini adalah imbas dari konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang makin meningkat menyusul kabar tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei.

Situasi ini memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi global serta meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Tekanan eksternal tersebut menjadi faktor utama koreksi IHSG pada sesi perdagangan kali ini.

Terkini