Amar Bank Tahan Bunga Deposito Meski BI Minta Turun

Senin, 02 Maret 2026 | 17:00:49 WIB
Amar Bank Tahan Bunga Deposito Meski BI Minta Turun

JAKARTA - Di tengah tren penurunan suku bunga acuan, langkah berbeda justru diambil oleh PT Bank Amar Indonesia Tbk. 

Bank ini memastikan tidak akan menurunkan suku bunga dalam waktu dekat, terutama bunga deposito.

Keputusan tersebut menjadi respons atas imbauan Bank Indonesia agar perbankan menurunkan bunga deposito dan kredit seiring turunnya suku bunga acuan. Sepanjang 2025, BI Rate sudah turun 125 basis poin.

Meski demikian, manajemen Amar Bank menilai kondisi internal dan karakteristik nasabah menjadi pertimbangan utama. Kebijakan suku bunga tidak serta-merta mengikuti arah penurunan acuan.

Langkah ini sekaligus menunjukkan strategi berbeda di antara pelaku industri perbankan. Amar Bank memilih menjaga daya tarik simpanan dibanding terburu-buru melakukan penyesuaian.

Fokus pada Nasabah Mikro dan UMKM

Direktur Utama Amar Bank, Vishal Tulsian, menegaskan sikap tersebut dalam group interview di Jakarta, Jumat. "Suku bunga, saya rasa kami tidak menurunkannya terlalu cepat," ujar Vishal.

Ia menjelaskan, Amar Bank memiliki segmen nasabah mikro dan usaha mikro, kecil, dan menengah. Segmen ini membutuhkan bunga deposito yang kompetitif untuk mendorong kebiasaan menabung.

Menurutnya, basis nasabah kecil memiliki kebutuhan berbeda dibanding korporasi besar. Insentif berupa bunga simpanan yang menarik menjadi salah satu cara membangun loyalitas.

Dengan mempertahankan bunga deposito, Amar Bank berharap dapat terus menarik dana masyarakat yang ingin menyimpan uang secara aman sekaligus memperoleh imbal hasil optimal.

Bangun Budaya Menabung Lewat Bunga Menarik

"Nasabah kami adalah nasabah kecil. Kami ingin menciptakan kebiasaan menabung. Motto kami di perbankan adalah menabung sekarang, belanjakan nanti," jelasnya. Pernyataan ini menegaskan orientasi jangka panjang perusahaan.

Amar Bank mengusung pendekatan berbeda dari tren konsumtif di industri keuangan digital. Banyak layanan mendorong pola buy now, pay later, sementara Amar Bank memilih prinsip save now, spend later.

Segmen nasabah dinilai perlu membangun kebiasaan menabung untuk manfaat jangka panjang. Dengan disiplin menyisihkan dana, ketahanan finansial masyarakat kecil dapat lebih terjaga.

"Dan sebagai bank, bagaimana kami dapat membantu mereka? Kita hanya bisa membantu mereka dengan beberapa cara. Dengan menggunakan AI untuk menciptakan beberapa kebiasaan dan sebagainya dan cara lainnya adalah suku bunga deposito. Jadi kami terus menawarkan suku bunga deposito yang menarik," ucapnya.

Penurunan Bunga Dinilai Lebih Relevan bagi Bank Besar

Vishal menilai penurunan suku bunga lebih relevan bagi bank besar dengan segmen nasabah beragam. Struktur pendanaan dan portofolio kredit yang luas memungkinkan bank besar lebih fleksibel menyesuaikan bunga.

Sebaliknya, Amar Bank memilih menjaga daya tarik simpanan untuk mempertahankan nasabah. Kebijakan ini dianggap selaras dengan karakteristik pasar yang dilayani perusahaan.

"Kami bukan perusahaan besar yang membutuhkan pengurangan suku bunga. Segmen pelanggan kami membutuhkan suku bunga deposito yang lebih baik," tukasnya. Pernyataan tersebut menegaskan komitmen mempertahankan strategi saat ini.

Di tengah dinamika kebijakan moneter dan persaingan industri perbankan, Amar Bank tetap berfokus pada penguatan basis nasabah mikro dan UMKM. Dengan menjaga bunga deposito tetap kompetitif, bank ini berharap mampu mendorong budaya menabung sekaligus memperkuat keberlanjutan bisnisnya.

Terkini