JAKARTA - Kepastian mengenai pencairan Tunjangan Hari Raya selalu menjadi perhatian utama menjelang Lebaran.
Tahun ini, publik kembali menanti keputusan resmi pemerintah terkait waktu pembayaran yang dinilai krusial bagi pekerja dan pelaku usaha.
Sorotan mengarah pada pengumuman yang dikabarkan akan disampaikan langsung oleh Prabowo Subianto. Informasi tersebut langsung memicu perhatian luas, terutama di tengah wacana percepatan jadwal pencairan.
Presiden Prabowo Subianto dikabarkan bakal mengumumkan kepastian jadwal pencairan Tunjangan Hari Raya (THR), hari ini, Senin.
Jadwal THR sempat menjadi perbincangan publik usai Kementerian Ketenagakerjaan membuka opsi pencairan THR pada H-14, dari jadwal semula pada selambatnya H-7.
Perubahan skema tersebut dinilai dapat memberikan ruang lebih luas bagi pekerja dalam mengatur kebutuhan jelang Hari Raya. Namun, keputusan final masih menunggu pembahasan lanjutan.
"Mungkin hari Senin atau Selasa kami bisa bertemu. Dari situ nanti akan kami laporkan semua (soal THR), termasuk hasil pertemuan dengan para aplikator (terkait dengan BHR),” ujar Menaker Yassierli dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat.
Pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa pemerintah tengah merampungkan proses koordinasi sebelum menetapkan kebijakan resmi.
Opsi percepatan pencairan menjadi sorotan
Seperti diketahui, usulan mengenai pemberian THR lebih cepat menjadi H-14 sebelumnya dimaksudkan lantaran mempertimbangkan skema H-14 seiring kebijakan work from anywhere (WFA) menjelang libur Lebaran.
Kebijakan kerja fleksibel tersebut membuat kebutuhan dana lebih awal menjadi relevan. Banyak pekerja yang harus mempersiapkan perjalanan mudik atau kebutuhan keluarga lebih cepat dari biasanya.
“Kalau tahun-tahun sebelumnya sih 7 hari sebelum hari Lebaran, tapi ada skema untuk 14 hari sebelum hari Lebaran. Kalau kami sih berharapnya 14 hari,” ujar Koordinator Pelaksana Bidang Hubungan Kerja Direktorat Hubungan Kerja dan Pengupahan Lisa Darti Kemnaker, belum lama ini.
Pernyataan itu memperlihatkan adanya dorongan internal agar pembayaran dilakukan lebih awal dibanding pola sebelumnya.
Meski demikian, skema tersebut tetap harus mempertimbangkan kesiapan berbagai pihak, khususnya perusahaan aplikasi yang juga terlibat dalam penyaluran BHR.
Pertimbangan kesiapan perusahaan aplikasi
Lisa menggarisbawahi jika pembahasan tersebut masih akan dirapatkan bersama para perusahaan aplikasi dalam pertemuan dengan Menteri Ketenagakerjaan Yassierli. Keputusan akhir akan mempertimbangkan kesiapan masing-masing aplikator.
Menurut Lisa, tidak semua aplikator berada pada posisi kesiapan yang sama untuk menerapkan pembayaran THR dan BHR pada H-14. Sebagian masih menyatakan kesiapan di H-7, sementara lainnya telah siap untuk skema pembayaran lebih awal.
Perbedaan kesiapan ini menjadi salah satu faktor utama yang membuat keputusan belum diumumkan lebih cepat. Pemerintah perlu memastikan kebijakan dapat diterapkan secara merata dan adil.
Koordinasi yang matang diharapkan mampu meminimalkan kendala teknis dalam proses pencairan nantinya.
Menanti pengumuman resmi pemerintah
Publik kini menunggu hasil akhir pembahasan yang akan diumumkan secara resmi. Kepastian jadwal pencairan THR menjadi informasi penting, baik bagi pekerja formal maupun mitra pada perusahaan aplikasi.
Jika skema H-14 disetujui, maka pencairan THR tahun ini akan menjadi salah satu yang paling awal dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Hal itu tentu membawa implikasi positif bagi daya beli masyarakat menjelang Lebaran.
Sebaliknya, apabila tetap pada pola H-7, pemerintah kemungkinan mempertimbangkan faktor stabilitas dan kesiapan pelaku usaha. Semua keputusan akan berlandaskan hasil pertemuan dan evaluasi menyeluruh.
Dengan rencana pengumuman yang dijadwalkan hari ini, masyarakat diharapkan segera mendapatkan kepastian. Pemerintah pun berupaya menjaga keseimbangan antara kebutuhan pekerja dan kesiapan dunia usaha dalam menjalankan kewajiban pembayaran THR 2026.