Rekomendasi Saham dan Proyeksi IHSG Jumat 27 Februari 2026 Hari Ini

Jumat, 27 Februari 2026 | 15:44:47 WIB
Rekomendasi Saham dan Proyeksi IHSG Jumat 27 Februari 2026 Hari Ini

JAKARTA - Tekanan di pasar saham domestik masih terasa menjelang akhir pekan. 

Pelaku pasar dihadapkan pada kombinasi sentimen global dan domestik yang membebani pergerakan indeks. Dalam situasi seperti ini, selektivitas terhadap saham menjadi kunci bagi investor.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi berisiko melanjutkan pelemahan pada hari ini, Jumat. Saham apa yang menarik dicermati investor hari ini? Pertanyaan tersebut muncul seiring koreksi yang terjadi dalam beberapa sesi terakhir.

Berdasarkan data RTI Infokom, IHSG ditutup turun 1,04% ke level 8.235,26 pada Kamis. Sepanjang perdagangan kemarin, IHSG bergerak pada rentang 8.139-8.358. Pergerakan ini menunjukkan volatilitas yang cukup lebar.

Tim Analis MNC Sekuritas mengatakan IHSG terkoreksi 1,04% ke 8.235 dan disertai dengan munculnya tekanan jual, area koreksi yang kami berikan pun sudah tercapai. Tekanan tersebut menjadi sinyal kehati-hatian bagi pelaku pasar.

Proyeksi teknikal IHSG

“Best case, posisi IHSG saat ini sedang berada pada bagian dari wave (c) dari wave [x], sehingga IHSG masih berpeluang menguat ke 8.440-8.650. Waspadai akan adanya koreksi lanjutan ke rentang 8.081-8.149,” paparnya dalam riset harian. Pernyataan ini menunjukkan adanya dua skenario.

Pada hari ini, IHSG diestimasi bergerak di rentang support 8.025, 7.861 dan resistance 8.408, 8.596. Rentang ini menjadi acuan penting dalam menentukan strategi perdagangan jangka pendek.

Pagi ini, berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG turun 0,77% atau 63,70 poin ke level 8.171,56 hingga pukul 09.02 WIB. Indeks bergerak pada level terendah 8.168,63 dan sempat ke posisi tertingginya di 8.214,45.

Tercatat, sebanyak 138 saham menguat, lalu 339 saham terkoreksi, dan 196 saham stagnan. Adapun kapitalisasi pasar mencapai Rp14.943,85 triliun. Komposisi ini mencerminkan dominasi tekanan jual.

Rekomendasi saham MNC Sekuritas

BBRI - Buy on Weakness
BBRI terkoreksi 0,50% ke 3,950 dan disertai dengan munculnya tekanan jual. Saat ini, kami memperkirakan posisi BBRI sedang membentuk bagian dari wave iv dari wave (i) dari wave [iii]. Buy on Weakness: 3,870-3,930 Target Price: 4,000, 4,080 Stoploss: below 3,800.

BKSL - Buy on Weakness
BKSL terkoreksi 6,29% ke 134 dan disertai dengan munculnya tekanan jual, pergerakannya pun menembus MA200. Kami perkirakan, posisi BKSL sedang berada pada bagian dari wave B dari wave (B). Buy on Weakness: 121-133 Target Price: 148, 162 Stoploss: below 117.

ENRG - Buy on Weakness
ENRG menguat 4,85% ke 1,620 dan disertai dengan munculnya volume pembelian. Kami memperkirakan, posisi ENRG sedang berada pada bagian dari wave [iv] dari wave 5. Buy on Weakness: 1,385-1,475 Target Price: 1,745, 1,960 Stoploss: below 1,205.

MDKA - Buy on Weakness
MDKA terkoreksi 4,71% ke 3,640 dan disertai dengan munculnya tekanan jual. Saat ini, kami memperkirakan posisi MDKA sedang berada pada bagian dari wave (iv) dari wave [iii]. Buy on Weakness: 3,390-3,520 Target Price: 4,060, 4,200 Stoploss: below 3,130.

Sentimen eksternal dan domestik

Reza Diofanda, Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas, menyampaikan IHSG terkoreksi 1,04% ke 8.235 dengan net foreign sell Rp409,35 miliar, tertekan sentimen eksternal dan domestik. Tekanan asing menjadi faktor signifikan.

Dari global, AS mengenakan tarif tinggi panel surya ke Indonesia (104,38%) yang meningkatkan kekhawatiran tekanan ekspor dan eskalasi proteksionisme. Tensi AS–Iran yang berpotensi melibatkan Rusia dan China turut memicu risk-off di emerging markets.

Dari domestik, implementasi aturan minimum free float 15% memunculkan kekhawatiran potensi notasi khusus hingga risiko delisting bagi emiten yang belum siap, mendorong aksi jual. Kombinasi faktor ini memperburuk sentimen.

“Secara teknikal, IHSG berpotensi melanjutkan pelemahan terbatas menuju 8.150 dengan resistance di 8.350. Pasar menanti perkembangan negosiasi AS–Iran yang akan mempengaruhi arus risk asset dan pergerakan komoditas,” tulisnya dalam riset harian.

Rekomendasi saham BRI Danareksa Sekuritas

Hari ini, IHSG diperkirakan bergerak di rentang support 8.150 dan resistance 8.350. BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan swing trade untuk saham TINS, day trade untuk saham INDF dan HRTA, serta sell untuk saham TEBE.

TINS—PT Timah (Persero) Tbk.
Pergerakan saham TINS masih dalam trend yang bullish dan saat ini sedang pullback. Level support saat ini di 4190 - 4350 dan target resistance terdekat pada 4580 - 4690. Buy : 4350 - 4450; R1 : 4580; R2 : 4690; SL < 4100.

HRTA—PT Hartadinata Abadi Tbk.
Pergerakan harga HRTA berhasil menguat signifikan dan menembus resistance sebelumnya pada 2620 - 2770. Selama masih diatas level tersebut, potensi penguatan lanjutan menuju 3320 - 3650 masih terbuka. Buy : 3000 - 3200 R1 : 3320; R2 : 3650; SL < 2750.

INDF—PT Indofood Sukses Makmur Tbk.
Pergerakan saham INDF secara jangka pendek masih dalam trend yang konsolidasi. Buy : 6600 - 6700 R1 : 6800; R2 : 6975; SL < 6500.

TEBE—PT Dana Brata Luhur Tbk.
Pergerakan saham TEBE masih dalam trend yang cenderung sideways. Last Price : 1545; Next Support : 1180.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Terkini