Anak Usaha BREN Gandeng Schlumberger Percepat Pengembangan Proyek Panas Bumi Global

Selasa, 24 Februari 2026 | 10:13:44 WIB
Anak Usaha BREN Gandeng Schlumberger Percepat Pengembangan Proyek Panas Bumi Global

JAKARTA - Upaya memperkuat posisi Indonesia dalam peta energi bersih dunia kembali mendapat dorongan baru. 

Kolaborasi strategis antara pelaku energi nasional dan perusahaan teknologi global menjadi sinyal bahwa panas bumi kian dipandang sebagai tulang punggung transisi energi. Kerja sama ini tidak hanya berorientasi pada proyek domestik, tetapi juga membuka peluang ekspansi lintas negara. Sinergi tersebut diharapkan mempercepat pengembangan proyek sekaligus meningkatkan standar teknologi.

Kolaborasi Strategis Pengembangan Panas Bumi

PT Barito Renewables Tbk melalui anak usahanya, Star Energy Geothermal menggandeng perusahaan teknologi energi global Schlumberger untuk mendukung proyek pengembangan panas bumi serta penerapan teknologi di masa depan di Indonesia maupun di luar negeri. Perusahaan teknologi tersebut tercatat di New York Stock Exchange dengan kode emiten SLB. Kerja sama ini menjadi langkah konkret dalam memperluas cakupan proyek panas bumi.

Seperti diketahui, Star Energy Geothermal merupakan pengembang dan operator panas bumi terkemuka di Indonesia, dengan pengalaman mendalam dalam pengembangan dan operasional sumber daya panas bumi. 

Rekam jejak panjang tersebut menjadi fondasi penting dalam menjalankan proyek berskala besar. Kapabilitas operasional yang teruji memperkuat posisi perusahaan dalam industri energi terbarukan nasional.

Perjanjian kerja sama tersebut mencakup desain dan perencanaan pengembangan lapangan pada proyek pengembangan panas bumi Sekincau di Indonesia. Serta, kerangka kerja kolaborasi untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan merencanakan peluang panas bumi di masa depan termasuk di kawasan Amerika Utara. Cakupan ini menunjukkan bahwa orientasi kerja sama melampaui satu proyek tunggal.

Kerja sama tersebut juga mencakup penyediaan layanan pengeboran terintegrasi penuh untuk tahap pengembangan proyek Sekincau. Pendekatan terintegrasi dinilai mampu meningkatkan efisiensi sekaligus menekan potensi kendala teknis. Dengan dukungan teknologi global, proses pengembangan diharapkan berjalan lebih optimal.

Fase Baru Hubungan SLB Dan Star Energy

Presiden Direktur PT Barito Renewables Energy Tbk sekaligus Group CEO Star Energy Geothermal Hendra Tan mengatakan, kerja sama ini menjadi fase baru dalam hubungan antara SLB dan Star Energy Geothermal, yang dibangun di atas kolaborasi teknologi sebelumnya dan bergerak menuju perencanaan serta pelaksanaan di tingkat proyek, di mana teknologi, keahlian teknis, dan kapabilitas eksekusi SLB diterapkan untuk meningkatkan kinerja di seluruh siklus hidup proyek. 

Pernyataan tersebut menegaskan peningkatan level kemitraan kedua pihak.

"Kolaborasi ini menandai langkah tegas dalam membangun keahlian yang berakar di Indonesia dan dapat diperluas ke tingkat internasional," ujarnya dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, Senin. Penegasan tersebut memperlihatkan visi jangka panjang yang tidak hanya berfokus pada pasar domestik. Ekspansi internasional menjadi bagian dari strategi pertumbuhan perusahaan.

Dengan menggabungkan kapabilitas operasional Star Energy Geothermal pihaknya memposisikan panas bumi tidak hanya sebagai pilar transisi energi Indonesia, tetapi juga sebagai solusi yang dapat diterapkan secara global untuk mempercepat penurunan emisi, meningkatkan ketahanan energi, serta menciptakan nilai berkelanjutan lintas benua. Pernyataan ini menekankan pentingnya panas bumi dalam agenda dekarbonisasi.

Kolaborasi tersebut sekaligus memperkuat transfer teknologi dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia nasional. Integrasi pengalaman global dan kekuatan lokal diharapkan mampu menciptakan standar baru dalam pengelolaan proyek panas bumi. Dengan demikian, Indonesia dapat memainkan peran lebih besar dalam industri energi terbarukan dunia.

Peningkatan Efisiensi Dan Mitigasi Risiko Proyek

Managing Director Indonesia, SLB Nurzhan Ongaltayev mengatakan, berdasarkan perjanjian dan kerangka kolaborasi tersebut, SLB bertujuan untuk meningkatkan efisiensi pengembangan, mengurangi risiko subsurface dan risiko eksekusi, serta mendukung realisasi proyek panas bumi yang layak secara teknis maupun komersial. Pendekatan ini menjadi krusial dalam proyek energi dengan karakteristik kompleks.

Kapabilitas ini menjadi kunci dalam meningkatkan skala panas bumi sebagai sumber energi andal dan berdaya pasok stabil. Dengan perencanaan yang matang, risiko teknis dapat ditekan sejak tahap awal eksplorasi. Efisiensi yang tercapai diharapkan berdampak pada keekonomian proyek secara keseluruhan.

"Teknologi canggih, keahlian teknis yang mendalam, serta kinerja operasional yang disiplin melalui integrasi di seluruh siklus hidup proyek merupakan hal yang esensial untuk meningkatkan skala proyek panas bumi," ungkapnya. Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya integrasi menyeluruh dari hulu hingga hilir proyek.

Pendekatan disiplin operasional menjadi fondasi untuk menjaga keberlanjutan proyek jangka panjang. Integrasi teknologi dan manajemen risiko yang tepat diharapkan mampu mempercepat pengembangan kapasitas panas bumi. Kolaborasi ini sekaligus mencerminkan optimisme terhadap masa depan energi bersih Indonesia di kancah global.

Terkini