BMKG Peringatkan Hujan Lebat di 11 Provinsi Indonesia Hari Ini

Senin, 23 Februari 2026 | 09:50:34 WIB
BMKG Peringatkan Hujan Lebat di 11 Provinsi Indonesia Hari Ini

JAKARTA - Dinamika atmosfer kembali menjadi perhatian nasional menjelang akhir Februari. 

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengidentifikasi kemunculan sistem tekanan rendah dan sirkulasi siklonik yang memicu hujan lebat di wilayah Indonesia.

Fenomena ini bukan sekadar hujan musiman biasa. Pola tekanan rendah yang terpantau berpotensi meningkatkan intensitas curah hujan di berbagai wilayah, bahkan disertai kilat dan petir.

Menindaklanjuti temuan tersebut, BMKG mengimbau masyarakat di 11 provinsi untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat pada Senin.

Peringatan ini dikeluarkan sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan dampak hidrometeorologi seperti genangan, banjir lokal, hingga gangguan aktivitas masyarakat.

Sistem Tekanan Rendah dan Sirkulasi Siklonik

Prakirawan BMKG, Lintang A.N., memaparkan sistem tekanan rendah terbentuk di Samudra Hindia barat daya Lampung. Sistem ini berkontribusi terhadap peningkatan suplai uap air ke wilayah daratan Indonesia.

Pemantauan BMKG juga menemukan keberadaan sirkulasi siklonik di Filipina bagian selatan, Samudra Pasifik utara Papua, dan Kalimantan Barat. Kombinasi ini memperkuat dinamika atmosfer di kawasan tropis.

Sistem atmosfer tersebut membentuk daerah konvergensi dan konfluensi yang memanjang melintasi Bengkulu, Lampung, Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah, Papua Barat, Papua Tengah, hingga Papua.

"Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah konvergensi," tutur Lintang dalam siaran BMKG.

Wilayah Siaga Hujan Lebat hingga Sangat Lebat

Kombinasi dinamika atmosfer tersebut memberikan dampak cuaca yang signifikan di sejumlah daerah. BMKG merinci provinsi-provinsi yang berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat.

Provinsi tersebut meliputi Kepulauan Riau, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Selain itu, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, serta Sulawesi Barat juga masuk daftar siaga.

Masyarakat di wilayah-wilayah tersebut diimbau untuk memantau informasi cuaca terkini. Potensi hujan dengan intensitas tinggi dapat terjadi secara lokal maupun merata dalam durasi tertentu.

Kesiapsiagaan diperlukan terutama bagi daerah rawan banjir dan longsor. BMKG juga menekankan pentingnya memperhatikan pembaruan informasi cuaca resmi.

Hujan Petir di Sejumlah Kota Besar

BMKG turut merilis prakiraan cuaca untuk sejumlah kota besar. Beberapa di antaranya diprediksi mengalami hujan yang disertai petir.

Kota-kota tersebut meliputi Tanjung Pinang, Jambi, Palembang, Bengkulu, Bandar Lampung, Jakarta, Semarang, Pontianak, Banjarmasin, Tanjung Selor, Denpasar, Kupang, Ternate, dan Nabire.

Selain hujan petir, sejumlah wilayah lain diperkirakan mengalami hujan dengan intensitas sedang. Kota seperti Serang, Palangkaraya, Surabaya, Mamuju, dan Merauke termasuk dalam kategori ini.

Sementara itu, hujan ringan berpotensi terjadi di Medan, Pangkalpinang, Samarinda, Bandung, Yogyakarta, Mataram, Makassar, Palu, Gorontalo, Manado, Kendari, Sorong, Jayapura, dan Jayawijaya.

Wilayah Berawan Tebal dan Imbauan Kewaspadaan

Tidak semua daerah diguyur hujan intensitas tinggi. BMKG memprakirakan kondisi berawan tebal terjadi di Banda Aceh, Pekanbaru, Padang, Ambon, dan Manokwari.

Meski demikian, perubahan cuaca dapat berlangsung cepat, terutama di wilayah tropis. Awan tebal tetap berpotensi berkembang menjadi hujan dalam periode tertentu.

BMKG mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati terhadap kemungkinan hujan lebat yang disertai kilat dan angin kencang. Kondisi ini dapat berdampak pada aktivitas transportasi darat, laut, maupun udara.

Dengan meningkatnya dinamika atmosfer akibat sistem tekanan rendah dan sirkulasi siklonik, kewaspadaan menjadi kunci utama. Informasi resmi dari BMKG diharapkan menjadi rujukan agar masyarakat dapat mengantisipasi potensi cuaca ekstrem secara lebih baik.

Terkini