Persib Tersingkir Dari AFC Champions League 2 Bojan Hodak Soroti Wasit

Kamis, 19 Februari 2026 | 12:31:01 WIB
Persib Tersingkir Dari AFC Champions League 2 Bojan Hodak Soroti Wasit

JAKARTA - Harapan Persib Bandung untuk melangkah lebih jauh di AFC Champions League 2 2025/2026 akhirnya sirna. 

Bermain di hadapan publik sendiri di Stadion GBLA, Kota Bandung, Maung Bandung hanya mampu meraih kemenangan tipis yang tak cukup mengubah nasib.

Pada leg kedua babak 16 besar tersebut, Persib menang 1-0 berkat gol Andrew Jung. Namun hasil itu belum mampu menutup defisit tiga gol dari pertemuan pertama di markas Ratchaburi FC. Agregat 1-3 memastikan langkah wakil Indonesia terhenti.

Kekalahan 0-3 di Thailand pada 11 Februari lalu menjadi beban berat sejak awal. Persib dipaksa mengejar ketertinggalan besar, sesuatu yang tidak mudah dilakukan di level kompetisi Asia dengan tekanan tinggi dan tempo permainan cepat.

Situasi semakin sulit ketika Uilliam Barros menerima kartu merah pada masa injury time babak pertama. Bermain dengan 10 pemain di sepanjang babak kedua membuat keseimbangan tim terganggu dan peluang membalikkan keadaan semakin mengecil.

Kartu Merah yang Mengubah Jalannya Laga

Sebelum insiden kartu merah, Persib tampil cukup agresif dan terorganisir. Bojan Hodak menilai anak asuhnya mampu menciptakan sejumlah peluang berbahaya. Bahkan, sempat ada gol yang dianulir sehingga momentum positif terhenti.

Keputusan wasit mengeluarkan kartu merah di penghujung babak pertama menjadi titik balik pertandingan. Dengan kekurangan satu pemain, Persib harus mengubah pendekatan permainan dan lebih berhati-hati dalam menjaga kedalaman lini pertahanan.

Bojan Hodak meyakini kondisi berbeda akan terjadi bila timnya tetap bermain dengan komposisi lengkap. “Saya percaya jika kami bermain dengan sebelas pemain, kami bisa lolos,” tegas Bojan Hodak selepas pertandingan.

Keyakinan tersebut muncul karena performa babak pertama dinilai sudah berada di jalur yang benar. Intensitas, determinasi, serta dukungan suporter menjadi modal penting yang sayangnya tidak bisa dimaksimalkan akibat situasi di lapangan.

Sorotan Terhadap Kepemimpinan Wasit

Selain membahas aspek teknis, Bojan Hodak juga menyinggung kepemimpinan wasit asal Arab Saudi, Majed Mohammed Alshamrani. Ia menahan diri untuk tidak berbicara terlalu jauh, namun mengisyaratkan adanya sejumlah keputusan yang menimbulkan tanda tanya.

“Sayangnya saya tidak bisa banyak berbicara. Ada banyak hal yang ingin saya sampaikan, bukan hanya soal keputusan itu, tetapi banyak hal lainnya,” imbuh Bojan. Pernyataan tersebut menggambarkan kekecewaan yang tidak sepenuhnya diungkapkan secara terbuka.

Manajemen Persib disebut akan menyampaikan keberatan secara resmi kepada federasi. Langkah tersebut diambil agar ada evaluasi dan peninjauan terhadap keputusan yang dianggap merugikan tim.

Meski demikian, Bojan menyadari bahwa protes apa pun tidak akan mengubah hasil akhir. Fakta di papan skor tetap menunjukkan Persib kalah agregat dan harus angkat kaki dari kompetisi Asia musim ini.

Evaluasi Besar Dari Leg Pertama

Bagi Bojan Hodak, kegagalan tidak semata-mata ditentukan oleh leg kedua di Bandung. Ia justru menilai akar persoalan berada pada pertemuan pertama di Thailand ketika timnya tampil jauh dari standar terbaik.

“Saya rasa masalah sebenarnya ada di pertandingan pertama. Di laga itu, kami tidak berada di level yang seharusnya. Itu kenyataannya. Sekarang kami harus fokus ke liga kembali,” ucapnya.

Kekalahan 0-3 di kandang Ratchaburi FC menjadi pukulan telak yang sulit diperbaiki. Di level kompetisi Asia, selisih tiga gol adalah jarak yang sangat berat untuk dikejar, apalagi melawan tim dengan organisasi permainan solid.

Evaluasi menyeluruh diperlukan agar kesalahan serupa tidak terulang. Konsistensi performa dalam dua leg menjadi pelajaran penting bagi Persib jika ingin kembali bersaing di turnamen antarklub Asia pada musim mendatang.

Menatap Kompetisi Domestik Dengan Optimisme

Meski tersingkir, Bojan tetap melihat sisi positif dari performa timnya, terutama di babak pertama leg kedua. Ia menilai permainan yang ditunjukkan sudah mencerminkan kualitas sebenarnya dari skuad Maung Bandung.

“Yang jelas jika kami bermain seperti di babak pertama tadi, saya yakin kami bisa meraih hasil yang baik,” tegas pelatih berusia 54 tahun ini. Pernyataan itu menjadi penegasan bahwa fondasi permainan sebenarnya sudah terbentuk.

Kini fokus Persib sepenuhnya beralih ke kompetisi domestik. Konsentrasi dan mental pemain harus segera dipulihkan agar kegagalan di Asia tidak berdampak panjang terhadap performa di liga.

Perjalanan di AFC Champions League 2 memang telah berakhir, namun pengalaman yang didapat menjadi modal berharga. Dengan evaluasi tepat dan konsistensi permainan, Persib diharapkan mampu bangkit dan kembali membawa kebanggaan bagi pendukungnya di musim berikutnya.

Terkini