Asing Borong Puluhan Saham Unggulan, IHSG Menguat Pasca Libur Panjang Imlek

Kamis, 19 Februari 2026 | 09:27:16 WIB
Asing Borong Puluhan Saham Unggulan, IHSG Menguat Pasca Libur Panjang Imlek

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Rabu dengan catatan positif setelah libur panjang Imlek. 

Kenaikan ini memicu sorotan pada aktivitas investor asing yang kembali agresif membeli saham.

IHSG naik 1,19% ke level 8.310,23 dengan nilai transaksi mencapai Rp23,33 triliun. Total saham yang berpindah tangan tercatat 52,75 miliar lembar dalam 3,2 juta kali transaksi. Kenaikan ini didukung oleh 454 saham yang menguat, 216 melemah, dan 145 stagnan.

Aktivitas asing menjadi faktor penting yang mendorong penguatan IHSG. Investor non-domestik tercatat melakukan net buy besar-besaran sebesar Rp1,44 triliun di seluruh pasar, menandakan optimisme terhadap prospek pasar modal domestik.

Perincian pembelian asing menunjukkan aliran dana Rp466,27 miliar di pasar reguler, sedangkan sisanya Rp975,73 miliar dilakukan di pasar negosiasi dan tunai. Angka ini menunjukkan dominasi asing dalam mempengaruhi pergerakan IHSG kemarin.

Saham Bank Menjadi Primadona Investor Asing

Dari daftar saham yang paling banyak diborong asing, sektor perbankan mendominasi pembelian. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) menjadi favorit dengan net foreign buy Rp664,99 miliar.

Di posisi berikutnya, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) tercatat dibeli asing senilai Rp164,94 miliar. Keduanya menunjukkan peran penting sektor perbankan dalam menopang IHSG.

Perbankan dianggap aman dan likuid bagi investor asing, terutama saat pasar regional menunjukkan volatilitas. Sentimen positif terhadap fundamental bank dan prospek laba menjadi magnet utama.

Investor asing tampaknya juga mengandalkan saham perbankan sebagai instrumen lindung nilai terhadap risiko pasar, terutama saat IHSG menguat pasca libur panjang.

Sektor Industri dan Infrastruktur Menarik Minat Asing

Selain perbankan, sektor industri berat dan infrastruktur juga masuk dalam daftar pembelian asing besar-besaran. PT United Tractors Tbk. (UNTR) tercatat Rp103,76 miliar dibeli asing.

Saham PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk. (BIPI) senilai Rp78,11 miliar menunjukkan bahwa investor mengincar perusahaan dengan prospek proyek jangka panjang. Infrastruktur dianggap stabil meski pasar bergejolak.

Kedua sektor ini menunjukkan preferensi asing terhadap saham yang memiliki pertumbuhan fundamental kuat. Mereka mencari aset yang mampu memberikan keuntungan konsisten di tengah pasar yang cenderung fluktuatif.

Saham Transportasi dan Energi Mendapat Perhatian

Beberapa saham transportasi dan energi turut menarik minat asing. PT Buana Lintas Lautan Tbk. (BULL) tercatat dibeli Rp69,58 miliar, sementara PT Bukit Uluwatu Villa Tbk. (BUVA) menyusul senilai Rp64,80 miliar.

Saham energi dan logistik menjadi fokus karena prospek permintaan yang stabil dan proyek jangka panjang. Investor asing melihat peluang keuntungan dari sektor yang mendukung pertumbuhan ekonomi domestik.

Minat asing juga tercermin pada PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) dan PT Vale Indonesia Tbk. (INCO), masing-masing dibeli Rp53,19 miliar dan Rp51,04 miliar. Keduanya memberikan eksposur ke sektor energi dan sumber daya alam.

Sektor Konsumer dan Tambang Mendukung Kinerja Pasar

Saham konsumer dan tambang juga masuk radar investor asing. PT H.M. Sampoerna Tbk. (HMSP) diborong Rp58,17 miliar, sementara PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS) tercatat Rp54,62 miliar.

Minat pada sektor ini menunjukkan strategi diversifikasi investor asing. Mereka mencari saham yang memberikan imbal hasil stabil sekaligus terpapar prospek pertumbuhan global dan domestik.

Kombinasi sektor perbankan, industri, transportasi, energi, dan konsumer menjadikan pembelian asing lebih merata dan mendorong kenaikan IHSG secara menyeluruh. Sentimen ini memberi keyakinan pada pelaku pasar lokal.

Pergerakan IHSG dan Strategi Investor Asing

Kenaikan IHSG pasca libur panjang menunjukkan kekuatan pasar yang didukung arus modal asing. Investor asing memanfaatkan momentum untuk menambah portofolio di saham unggulan.

Strategi beli besar-besaran dilakukan untuk memanfaatkan tren positif pasar dan prospek fundamental perusahaan. Net foreign buy menjadi indikator utama kepercayaan asing terhadap stabilitas pasar modal Indonesia.

Fenomena ini juga mengingatkan investor domestik pentingnya memperhatikan aliran modal asing. Pergerakan IHSG kini sangat sensitif terhadap sentimen global maupun aksi beli investor non-domestik.

Dengan pola ini, saham-saham yang menjadi target asing cenderung tetap stabil dan menguat, sementara saham lain bisa mengikuti tren positif secara tidak langsung. Investor disarankan mencermati sektor-sektor favorit asing sebagai acuan pengambilan keputusan.

Terkini