IHSG Menguat 1,19 Persen Pasca Imlek Saham Potensial Dicermati Investor

Kamis, 19 Februari 2026 | 09:27:09 WIB
IHSG Menguat 1,19 Persen Pasca Imlek Saham Potensial Dicermati Investor

JAKARTA - Momentum kebangkitan pasar saham domestik terlihat jelas setelah libur panjang Tahun Baru Imlek. 

Indeks Harga Saham Gabungan kembali mencatatkan kinerja impresif dan menutup perdagangan di zona hijau. Lonjakan ini menjadi sinyal pulihnya minat beli investor yang sebelumnya menahan diri selama jeda transaksi.

Penguatan tersebut tak lepas dari kombinasi sentimen positif global dan domestik. Sejumlah sektor unggulan mencatat kinerja solid dan turut mengerek indeks. Optimisme terhadap kondisi ekonomi nasional juga memperkuat keyakinan pelaku pasar.

Pada penutupan perdagangan Rabu 18 Februari 2026, IHSG melonjak 97,05 poin atau 1,19 persen ke level 8.310,22. Kenaikan ini menunjukkan respons pasar yang cukup agresif pasca libur panjang. Arus beli yang kembali deras menjadi penopang utama pergerakan indeks.

Situasi ini sekaligus memperlihatkan bahwa investor masih memandang prospek pasar saham Indonesia secara positif. Dukungan dari berbagai sektor memperkuat fondasi penguatan. Tren ini pun menjadi perhatian menjelang perdagangan Kamis 19 Februari 2026.

Volume Dan Nilai Transaksi Menguat Signifikan

Aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia turut mencerminkan antusiasme pasar. Total volume transaksi saham mencapai 51,91 miliar saham. Sementara itu, nilai transaksi tercatat sebesar Rp 23,62 triliun.

Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, sebanyak 454 saham ditutup menguat. Sebanyak 216 saham melemah dan 145 saham stagnan. Komposisi ini menegaskan dominasi sentimen positif di pasar domestik.

Lonjakan jumlah saham yang menguat menjadi indikator luasnya partisipasi investor. Tidak hanya saham berkapitalisasi besar, sejumlah saham menengah dan kecil juga ikut terdorong. Hal ini menunjukkan penguatan yang relatif merata.

Kembalinya likuiditas pasca libur panjang turut menjadi faktor penting. Investor memanfaatkan momentum untuk melakukan akumulasi. Kondisi tersebut membuat indeks bergerak stabil di jalur penguatan hingga penutupan.

Sektor Energi Dan Transportasi Dorong Penguatan

Head of Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menilai penguatan IHSG kali ini ditopang oleh sektor energi dan consumer cyclical. Kedua sektor tersebut memberikan kontribusi signifikan terhadap kenaikan indeks. Pergerakan harga komoditas global juga turut memberi dorongan.

“Di sisi lain, penguatan IHSG juga sejalan dengan penguatan bursa global dan regional serta harga komoditas dunia,” ujarnya kepada Kontan, Rabu 18 Februari 2026. Pernyataan tersebut menegaskan adanya korelasi antara pasar domestik dan dinamika global.

Senada dengan itu, Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang, menyebut penguatan indeks terjadi seiring meningkatnya optimisme pasar pasca libur panjang. Investor kembali masuk ke pasar dengan ekspektasi yang lebih baik.

Ekspektasi terhadap kondisi ekonomi yang masih solid, antisipasi kinerja emiten, serta potensi pembagian dividen menjadi faktor utama pendorong sentimen positif. “Semua sektor menguat dengan kenaikan terbesar pada sektor transportasi,” katanya kepada Kontan, Rabu.

Kinerja sektor transportasi yang menonjol memperlihatkan adanya rotasi minat investor. Pergerakan ini sekaligus memperluas basis penguatan indeks. Kombinasi sektor energi dan transportasi menjadi motor utama reli kali ini.

Bursa Asia Dan Dinamika Global

Di kawasan Asia, mayoritas indeks saham juga ditutup menguat. Walau demikian, pelaku pasar masih mencermati kekhawatiran baru terkait dampak perkembangan sektor kecerdasan buatan atau AI terhadap industri tertentu. Isu tersebut menjadi perhatian dalam dinamika global.

“Bursa China, Hong Kong, Singapura, Taiwan, dan Korea Selatan masih tutup karena libur Tahun Baru Imlek,” ungkap Alrich. Penutupan sejumlah bursa regional membuat likuiditas kawasan belum sepenuhnya pulih.

Kondisi global tetap menjadi variabel penting bagi pergerakan IHSG. Investor terus memantau perkembangan eksternal sebagai bahan pertimbangan. Sentimen global yang stabil akan memperkuat fondasi penguatan domestik.

Dengan latar tersebut, pasar Indonesia bergerak relatif solid. Minimnya tekanan dari regional turut membantu indeks bertahan di zona positif. Fokus pelaku pasar kini tertuju pada sentimen lanjutan.

Proyeksi IHSG Dan Saham Rekomendasi

Untuk perdagangan berikutnya, analis memperkirakan IHSG masih memiliki peluang melanjutkan penguatan. Herditya memperkirakan IHSG bergerak dengan support di 8.263 dan resistance di 8.334. Level teknikal tersebut menjadi acuan penting bagi investor.

“Investor akan mencermati rilis data makro Amerika Serikat AS dan juga FOMC Minutes, serta akan ada rilis BI Rate,” tuturnya. Faktor eksternal dan domestik dinilai sama pentingnya dalam menentukan arah indeks selanjutnya.

Ia merekomendasikan investor untuk mencermati saham BUVA dengan target harga Rp 1.595–Rp 1.720 per saham, INET Rp 458–Rp 494 per saham, serta PANI Rp 11.725–Rp 12.200 per saham. Saham-saham tersebut dinilai memiliki potensi menarik secara teknikal.

Sementara itu, Alrich memproyeksikan IHSG bergerak pada rentang support 8.250 dan resistance 8.400, dengan pivot di level 8.350. Investor juga akan menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada Kamis 19 Februari. Pasar memperkirakan bank sentral akan mempertahankan BI Rate di 4,75 persen, Deposit Facility Rate di 3,75 persen, dan Lending Facility Rate di 5,5 persen.

”Selain itu, juga akan dirilis data pertumbuhan kredit bulan Januari 2026 yang diperkirakan cenderung stabil di level 9,6 persen,” katanya. Untuk perdagangan hari ini, Alrich menyarankan investor mencermati saham MEDC, ADMR, TOBA, EMTK, dan BBYB sebagai opsi yang menarik dipantau.

Terkini