Merdeka Gold EMAS First Gold Pour Pani Resmi Masuk Produksi

Rabu, 18 Februari 2026 | 11:43:02 WIB
Merdeka Gold EMAS First Gold Pour Pani Resmi Masuk Produksi

JAKARTA - Langkah besar dicatat PT Merdeka Gold Resources Tbk. ketika proyek Tambang Emas Pani resmi memasuki tahap produksi komersial. 

Momen tersebut ditandai dengan penuangan emas perdana atau first gold pour pada 14 Februari 2026. Realisasi ini bahkan lebih cepat dari target awal yang diproyeksikan rampung pada akhir kuartal pertama 2026.

Percepatan jadwal tersebut menjadi sinyal kesiapan operasional perseroan dalam mengelola proyek strategisnya. Tambang yang berlokasi di Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, kini resmi beralih dari fase pengembangan menuju tahap produksi. Transisi ini menandai babak baru dalam perjalanan ekspansi EMAS.

Direktur Utama Boyke Poerbaya Abidin menilai capaian ini sebagai tonggak penting perusahaan. Keberhasilan first gold pour mencerminkan disiplin eksekusi proyek yang terjaga sejak awal pengembangan. Selain itu, kesiapan fasilitas dan infrastruktur pendukung dinilai telah memenuhi standar produksi komersial.

Tonggak Transisi Menuju Operasi Komersial

“First gold pour ini merupakan milestone penting yang menandai keberhasilan EMAS bertransisi dari tahap pengembangan proyek menuju operasi emas komersial. Pencapaian ini diraih lebih cepat dari jadwal yang sebelumnya kami sampaikan kepada publik,” ujar Boyke dalam keterangan resminya, Rabu 18 Februari 2026. Pernyataan ini menegaskan arti strategis pencapaian tersebut.

First gold pour menghasilkan dore bullion sebagai produk awal dari proses produksi. Hasil tersebut menandai dimulainya tahap produksi emas komersial dari proyek yang diakuisisi grup pada 2020. Dengan demikian, investasi yang telah berjalan beberapa tahun mulai memberikan hasil nyata.

Doré bullion diperoleh melalui proses pelindian heap leach. Material kemudian diproses lebih lanjut di fasilitas Adsorption, Desorption and Recovery atau ADR. Rangkaian proses ini menjadi bagian integral dari sistem produksi emas di Tambang Pani.

Pada fase awal operasi, metode heap leach digunakan sebagai pendekatan utama pengolahan bijih. Target produksi pada tahun pertama dipatok sekitar 110.000 hingga 115.000 ounces emas. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan target awal sebesar 80.000 ounces untuk 2026.

Cadangan Besar Dan Potensi Jangka Panjang

Tambang Emas Pani dikelola sebagai tambang terbuka atau open pit. Berdasarkan data perseroan, Cadangan Bijih mencapai sekitar 4,8 juta ounces emas. Selain itu, Perkiraan Sumber Daya Mineral tercatat lebih dari 7 juta ounces emas.

Basis cadangan tersebut menjadikan Pani sebagai salah satu proyek emas primer yang prospektif dalam portofolio grup Merdeka. Dengan volume sumber daya yang besar, proyek ini memiliki potensi jangka panjang yang signifikan. Keberadaan tambang ini memperkuat fondasi produksi emas perseroan.

Seiring dimulainya produksi heap leach, perseroan juga memulai pembangunan fasilitas Carbon In Leach atau CIL. Fasilitas tersebut dirancang berkapasitas 12 juta ton bijih per tahun. Tahap awal konstruksi telah dimulai sejak awal 2026.

Pembangunan fasilitas CIL ini lebih cepat dibandingkan rencana awal yang semula dijadwalkan pada 2027. Target penyelesaian juga dimajukan menjadi 2028. Sebelumnya, proyek tersebut dirancang dalam dua tahap dengan kapasitas 7 juta ton pada 2029 dan ekspansi menjadi 12 juta ton pada 2032.

Percepatan Fasilitas CIL Dan Target Produksi

Dengan percepatan pembangunan tersebut, perseroan menargetkan potensi produksi sekitar 500.000 ounces emas per tahun dapat dicapai pada 2029. Target ini lebih cepat tiga tahun dari proyeksi awal pada 2032. Strategi percepatan mencerminkan optimisme manajemen terhadap prospek proyek.

Menjelang fase produksi, seluruh tahapan pengembangan dan commissioning utama telah dituntaskan. Proses tersebut meliputi penambangan awal, pembangunan Ore Preparation Plant atau OPP, heap leach, hingga fasilitas ADR. Penyelesaian ini memastikan kesiapan operasional secara menyeluruh.

Sebagai anak usaha dari PT Merdeka Copper Gold Tbk., EMAS kini memasuki fase produksi emas komersial penuh. Integrasi fasilitas hulu hingga hilir menjadi faktor penting dalam menjaga efisiensi operasional. Dengan struktur yang solid, perseroan optimistis menjaga stabilitas produksi.

Percepatan jadwal pembangunan dan produksi juga menunjukkan manajemen proyek yang disiplin. Setiap tahapan dijalankan sesuai standar teknis dan keselamatan yang berlaku. Hal ini menjadi dasar kuat untuk mencapai target produksi jangka panjang.

Kontribusi Ekonomi Dan Praktik Pertambangan Baik

Beroperasinya Tambang Emas Pani diharapkan memperkuat portofolio emas grup Merdeka. Selain itu, proyek ini diharapkan berkontribusi terhadap produksi emas nasional. Dampak ekonomi juga dirasakan di tingkat daerah melalui penciptaan lapangan kerja.

Pengembangan proyek ini turut membuka peluang pemberdayaan masyarakat sekitar. Program sosial dan ekonomi lokal menjadi bagian dari strategi keberlanjutan perusahaan. Dengan demikian, kehadiran tambang tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga pembangunan wilayah.

“Seluruh kegiatan operasi kami dijalankan dengan mengedepankan prinsip Good Mining Practices serta standar lingkungan, sosial, dan tata kelola yang tinggi,” katanya. Pernyataan tersebut menegaskan komitmen perusahaan terhadap praktik pertambangan yang bertanggung jawab.

Dengan capaian first gold pour yang lebih cepat dari target, EMAS menandai fase baru dalam ekspansi bisnisnya. Tambang Pani kini resmi menjadi motor pertumbuhan produksi emas perseroan. Ke depan, percepatan pembangunan fasilitas CIL diharapkan semakin mengoptimalkan potensi cadangan yang dimiliki.

Terkini