Tata Cara Sholat Tarawih Sendiri di Rumah untuk Perempuan

Rabu, 18 Februari 2026 | 10:37:21 WIB
Tata Cara Sholat Tarawih Sendiri di Rumah untuk Perempuan

JAKARTA - Semakin dekatnya Ramadhan 1447 H menjadi pengingat bagi umat Islam untuk mempersiapkan ibadah dengan lebih matang. 

Selain puasa sebagai kewajiban utama, terdapat amalan sunnah yang sangat dianjurkan selama bulan suci, yakni sholat tarawih. Ibadah malam ini menjadi salah satu ciri khas Ramadhan yang selalu dinantikan setiap tahunnya.

Menunaikan puasa Ramadhan adalah kewajiban bagi ummat islam sebagaimana anjuran Rasulullah SAW. Selain itu disunahkan mengerjakan sholat tarawih selama sebulan. Maka itu jangan dilewatkan bulan suci Ramadhan tanpa ada ibadah sebagaimana dijelaskan.

Sholat tarawih bisa dikerjakan secara berjamaah dan juga dibolehkan sendiri di rumah. Terutama bagi perempuan yang ingin beribadah dengan lebih tenang, aman, dan khusyuk sesuai kondisi masing masing. Pelaksanaannya tetap sah dan berpahala selama mengikuti tata cara yang benar.

Jumlah Rakaat Sholat Tarawih

Sementara untuk sholat Tarawih 23 rakaat dibagi menjadi 20 rakaat salat tarawih kemudian dilanjutkan 3 rakaat salat Witir. Ada juga sholat tarawih delapan rakaat ditambah witir 3 rakaat sehingga menjadi 11 rakaat. Perbedaan jumlah rakaat ini sama sama memiliki dasar dalam praktik ibadah umat Islam.

Sholat Tarawih merupakan salat sunnah bagi kaum laki laki dan perempuan yang sangat dianjurkan selama bulan Ramadhan. Sholat tarawih dilaksanakan pada malam hari setelah salat Isya hingga sebelum shalat subuh dan lebih utama dikerjakan secara berjemaah di masjid. Namun, sholat Tarawih juga tetap sah dan berpahala apabila dilakukan sendiri di rumah.

Pilihan jumlah rakaat dapat disesuaikan dengan kemampuan masing masing. Yang terpenting adalah menjaga kekhusyukan dan konsistensi selama bulan Ramadhan. Baik 11 rakaat maupun 23 rakaat, keduanya sama sama bernilai ibadah.

Cara Sholat Tarawih Sendiri di Rumah untuk Perempuan

Meski dilakukan sendiri, tata cara sholat Tarawih di rumah tetap sama seperti saat sholat berjemaah di masjid. Rinciannya, apabila ingin sholat Tarawih 11 rakaat, maka terbagi menjadi 8 rakaat salat Tarawih dan 3 rakaat salat Witir. Sementara untuk sholat Tarawih 23 rakaat dibagi menjadi 20 rakaat salat tarawih kemudian dilanjutkan 3 rakaat salat Witir.

Berikut cara sholat tarawih sendiri di rumah untuk perempuan. Membaca niat sholat tarawih, mengucap takbir ketika takbiratul ihram sambil niat di dalam hati, membaca ta'awudz dan Surat Al Fatihah, lalu dilanjutkan dengan membaca surat pendek dalam Al Quran. Setelah itu rukuk, itidal, sujud pertama, duduk di antara dua sujud, sujud kedua, dan duduk istirahat sebelum bangkit untuk mengerjakan rakaat kedua.

Kemudian kembali lagi mengerjakan rakaat kedua dengan cara yang sama. Terakhir duduk tasyahud akhir dan salam. Setelah melaksanakan sholat tarawih, harus ditutup dengan melakukan sholat witir dengan rakaat ganjil.

Dalam pelaksanaannya, shalat Witir dilakukan dengan 2 rakaat salam dan diikuti 1 rakaat salam atau bisa melaksanakannya 3 rakaat sekaligus. Tata cara ini memberikan keleluasaan sesuai kebiasaan yang dipilih.

Niat Sholat Tarawih dan Witir Sendiri di Rumah

Sholat Tarawih bisa dikerjakan 2 rakaat 1 kali salam seperti salat sunah lainnya. Namun bisa juga dengan 4 rakaat 1 kali salam. Yang membedakan pelaksanaan salat tarawih sendiri di rumah untuk perempuan atau berjemaah di masjid, hanya pada niatnya.

Inilah bacaan niat sholat tarawih sendiri di rumah untuk perempuan:

اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

Usholli sunnatattarowihi rok’ataini mustaqbilal qiblati lillahi ta’ala

Artinya: Aku niat Salat Tarawih dua rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta’ala.

Sementara itu, berikut bacaan niat sholat witir sendiri di rumah untuk perempuan.

Niat salat witir 1 rakaat sendiri di rumah

صَلِّى سُنَّةَ الوِتْرِ رَكْعَةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَ

Lafal latin: Ushalli sunnatal witri rak'atan mustaqbilal qiblati ada'an lillahi ta'ala.

Artinya: "Aku niat salat sunah witir satu rakaat karena Allah ta'ala."

Niat salat witir 3 rakaat sendiri di rumah

اُصَلِّى سُنَّةَ الْوِتْرِ ثَلَاثَ رَكْعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى

Bacaan latin: Ushalli sunnatal witri tsalâtsa raka'âtin mustaqbilal qiblati adâ'an lillâhi ta'âlâ

Artinya: "Aku menyengaja salat sunah salat witir tiga rakaat dengan menghadap kiblat karena Allah Ta'ala."

Doa Kamilin Setelah Sholat Tarawih

Setelah selesai sholat tarawih, ada salah satu doa yang biasa dibacakan yakni doa kamilin. Doa kamilin adalah doa kebaikan yang di dalamnya terdapat ungkapan ungkapan syukur dan permohonan untuk diberikan keberkahan dan kekuatan iman.

Badruddin Hasyim Subki dalam bukunya yang berjudul Misteri Kedua Belah Tangan dalam Shalat, Zikir, dan Doa, disebutkan doa kamilin merupakan doa yang dipanjatkan untuk memohon kesempurnaan iman. Adapun waktu yang disarankan para ulama untuk membaca doa kamilin, yaitu setelah menyelesaikan shalat Tarawih dan sebelum shalat Witir.

Dilansir dari Buku Tuntunan Salat Sunah Tarawih dan Witir 2024 yang dikeluarkan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, berikut tulisan latin dan arti dari doa Kamilin setelah shalat Tarawih.

Lafal latin: Allaahummaj'alnaa bil-iimaani kaamiliin. Wa li faraa'idhika mu'addiina wa 'alash-shalawaati muhaafizhiin. Wa liz-zakaati faa'iliin. Wa limaa 'indaka thaalibiin. Wa li 'afwika raajiin. Wa bil-hudaa mutamassikiin. Wa 'anil-laghwi mu'ridhiin. Wa fid-dunyaa zaahidiin. Wa fil-aakhirati raaghibiin. Wa bil-qadhaa'i raadhiin. Wa bin-na'maa'i syaakiriin. Wa 'alal-balaayaa shaabiriin. Wa tahta liwaa'i sayyidinaa Muhammadin shallallaahu 'alaihi wa sallama yaumal-qiyaamati saa'iriin. Wa 'alal-haudhi waaridiin. Wa fil-jannati daakhiliin. Wa minannaari naajiin. Wa 'alaa sariiratil-karaamati qaa'idiin. Wa bihuurin 'iinin mutazawwijiin. Wa min sundusin wa istabraqin wa diibaajin mutalabbisiin. Wa min tha'aamil-jannati aakiliin. Wa min labanin wa 'asalin mushaffaini syaaribiin. Bi'akwaabin wa abaariiqa wa ka'sin min ma'iin. Ma'al-ladziina an'amta 'alaihim minan-nabiyyiina wash-shiddiiqiina wasysyuhadaa'i wash-shaalihiin. Wa hasuna ulaa'ika rafiiqaa. Dzaalikal-fadhlu minallaahi wa kafaa billaahi 'aliimaa Wal-hamdu lillaahi rabbil-'aalamiin.

Arti: “Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang beriman sempurna, dapat menunaikan segala fardhu, menjaga shalat, menunaikan zakat, menuntut mencari segala kebaikan di sisi Mu, mengharap keampunan Mu, senantiasa memegang teguh petunjuk Mu, terlepas dari segala penyelewengan dan zuhud di dunia dan mencintai amal untuk bekal di akhirat dan rela terhadap ketentuan Mu dan mensyukuri segala nikmat Mu, tabah menerima cobaan dan semoga nanti pada hari kiamat kami dalam satu barisan di bawah naungan panji-panji junjungan kami Nabi Muhammad saw dan melalui telaga yang sejuk, masuk ke dalam surga, terhindar dari api neraka dan duduk di tahta kehormatan, didampingi oleh bidadari surga, dan mengenakan baju kebesaran dari sutera berwarna warni, menikmati santapan surga yang lezat, minum susu dan madu yang suci bersih dalam gelas gelas dan kendi kendi yang tak kering keringnya, bersama sama dengan orang orang yang telah Engkau beri nikmat pada mereka dari golongan para nabi, siddiqin dan orang orang yang syahid serta orang orang shaleh. Dan baik sekali mereka menjadi teman teman kami. Demikianlah kemurahan dari Allah swt dan kecukupan dari Allah Yang Maha Mengetahui. Dan segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam.”

Terkini