Jurgen Klopp Tolak Manchester United Dan Chelsea Usai Tinggalkan Liverpool

Rabu, 18 Februari 2026 | 10:37:11 WIB
Jurgen Klopp Tolak Manchester United Dan Chelsea Usai Tinggalkan Liverpool

JAKARTA - Keputusan mengejutkan datang ketika Jurgen Klopp memilih mengakhiri perjalanannya bersama Liverpool pada musim panas 2024. 

Setelah hampir satu dekade membangun fondasi kejayaan di Anfield, langkah tersebut langsung memantik spekulasi besar di kalangan pecinta sepak bola Eropa. Sejumlah klub elite dikabarkan bergerak cepat untuk memanfaatkan situasi itu.

Di tengah derasnya rumor, agen Klopp, Marc Kosicke, akhirnya buka suara mengenai pendekatan yang datang. Dua raksasa Premier League, yakni Manchester United dan Chelsea, disebut sempat mencoba menjajaki peluang. Ketertarikan itu muncul tak lama setelah Klopp resmi meninggalkan kursi manajer Liverpool.

Meski demikian, komunikasi tersebut tidak berkembang lebih jauh. Klopp tetap pada prinsip yang telah ia sampaikan sebelumnya, yakni tidak akan melatih klub Inggris lain selain Liverpool. Sikap itu kembali ditegaskan melalui pernyataan sang agen kepada publik.

Teguh Pada Prinsip

Setelah hampir sembilan tahun menukangi Liverpool, Klopp memutuskan mundur dengan alasan kelelahan fisik dan mental. Saat itu, ia secara terbuka menyatakan tidak bisa membayangkan dirinya menangani tim Inggris lainnya. Pernyataan tersebut menjadi garis tegas atas masa depannya di Premier League.

Bagi Klopp, loyalitas memiliki arti penting dalam perjalanan kariernya. Ia merasa keterikatan emosional dengan Liverpool terlalu kuat untuk digantikan oleh klub domestik lain. Karena itu, meski peluang besar terbuka, ia memilih menutup pintu bagi tim Inggris lainnya.

Keputusan tersebut sekaligus menjawab berbagai spekulasi yang berkembang sejak pengumuman perpisahannya. Banyak pihak menilai reputasi dan rekam jejaknya akan membuat klub besar berlomba mengajukan tawaran. Namun Klopp tetap konsisten dengan komitmen yang pernah ia ucapkan.

Pengakuan Agen Klopp

Meski telah menegaskan sikapnya, minat terhadap Klopp ternyata tidak surut. Marc Kosicke mengungkapkan bahwa sejumlah peluang tetap berdatangan setelah kliennya meninggalkan Liverpool. Ia menyebut ketertarikan itu sebagai hal wajar mengingat reputasi Klopp di level tertinggi.

“Pada satu titik mungkin dia akan merindukan suasana ruang ganti. Tapi saat ini dia sangat, sangat bahagia dengan perannya,” ujar Kosicke kepada Transfermarkt. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa Klopp tengah menikmati fase baru dalam hidupnya.

Menurut Kosicke, sebelum menerima jabatan barunya bersama Red Bull, Klopp juga berpeluang menangani tim nasional Amerika Serikat, Inggris, bahkan Jerman, jika kursi pelatih tidak lebih dulu ditempati Julian Nagelsmann. Peluang itu menunjukkan betapa besar kepercayaan dunia sepak bola terhadap kapasitasnya.

“Chelsea dan Manchester United memang sempat menanyakan kemungkinan itu, walaupun Jurgen sudah jelas mengatakan tidak akan melatih klub Inggris lain. Pertanyaan-pertanyaan seperti itu akan selalu datang,” tambahnya. Penegasan ini memperjelas bahwa pendekatan memang terjadi, meski tanpa tindak lanjut serius.

Chelsea Dan MU Ambil Jalan Berbeda

Pada akhirnya, Chelsea memilih menunjuk Enzo Maresca sebagai pelatih anyar. Keputusan tersebut diambil setelah klub melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kebutuhan tim. Maresca sempat mempersembahkan trofi UEFA Conference League dan Piala Dunia Antarklub sebelum akhirnya dipecat pada Januari musim berikutnya.

Meski kabar ketertarikan terhadap Klopp mencuat, pihak Chelsea menegaskan bahwa mereka tidak pernah secara resmi mendekatinya. Klarifikasi itu menjadi bagian dari dinamika yang berkembang di bursa pelatih kala itu. Situasi menunjukkan betapa kompleksnya proses penunjukan manajer di klub besar.

Sementara itu, Manchester United sempat mempertahankan Erik ten Hag dengan memperpanjang kontraknya usai melakukan evaluasi terhadap sejumlah kandidat. Keputusan tersebut diambil sebagai bentuk kepercayaan lanjutan kepada pelatih asal Belanda itu.

Namun, perjalanan Ten Hag tidak berlangsung lama setelah perpanjangan kontrak tersebut. Ia akhirnya diberhentikan pada Oktober tahun yang sama, menandai perubahan arah kebijakan klub. Situasi ini semakin menegaskan bahwa spekulasi soal Klopp memang sempat mengemuka.

Dari Mainz Hingga Red Bull

Karier kepelatihan Klopp dikenal konsisten dan relatif stabil. Ia hanya pernah menangani tiga klub sepanjang perjalanan profesionalnya, yakni Mainz 05, Borussia Dortmund, dan Liverpool. Menariknya, ia tidak pernah dipecat dari salah satu klub tersebut.

Bersama Liverpool, Klopp mempersembahkan enam trofi bergengsi, termasuk Premier League, Liga Champions, Piala FA, serta dua gelar Carabao Cup. Capaian itu mengukuhkan namanya sebagai salah satu manajer paling berpengaruh dalam sejarah klub Merseyside tersebut.

Kesuksesan tersebut tidak hanya diukur dari jumlah trofi, tetapi juga dari transformasi budaya tim. Klopp membangun identitas permainan yang agresif dan penuh energi, sekaligus mempererat hubungan antara tim dan suporter. Warisan itulah yang membuat namanya terus dikenang.

Kini, Klopp menjabat sebagai Global Head of Soccer di Red Bull, sebuah peran strategis yang membuatnya tetap berada di jantung industri sepak bola, tanpa harus merasakan tekanan pertandingan setiap pekan. Tugas tersebut memberinya perspektif baru di luar garis lapangan.

Kosicke menegaskan bahwa Klopp menikmati babak baru dalam kariernya. “Dia sangat bahagia dengan apa yang telah dicapai. Dan tetap luar biasa dikenang sebagai pelatih yang hanya menangani tiga klub dan tidak pernah dipecat,” tutupnya. Pernyataan itu menjadi penanda bahwa Klopp belum tergoda kembali dalam waktu dekat.

Meski pintu untuk kembali melatih tidak sepenuhnya tertutup, untuk saat ini ia tampak nyaman berada di balik layar. Dengan reputasi yang telah dibangun, setiap keputusan Klopp selalu menjadi perhatian. Namun satu hal yang pasti, prinsipnya untuk tidak melatih klub Inggris lain tetap tak tergoyahkan.

Terkini