JAKARTA - Upaya memperluas konektivitas udara internasional terus dilakukan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Tahun ini, NTB bersiap membuka tiga rute penerbangan internasional baru dari dan menuju Bandara Internasional Lombok. Langkah tersebut diharapkan memperkuat posisi Lombok sebagai destinasi wisata unggulan di kawasan timur Indonesia.
Tiga rute yang akan dibuka meliputi Lombok – Darwin, Lombok – Perth, dan Lombok – Bangkok. Pembukaan ini menjadi bagian dari strategi mendatangkan lebih banyak wisatawan mancanegara secara langsung tanpa harus transit di kota lain. Dalam waktu dekat, tepatnya bulan ini, penerbangan perdana Lombok – Darwin akan mulai beroperasi.
Kepala Dinas Perhubungan NTB, Ervan Anwar, membenarkan rencana pembukaan rute langsung tersebut. Ia menyebut penerbangan Lombok – Darwin akan menggunakan pesawat Comac C909 berkapasitas 95 penumpang. Frekuensi penerbangan dijadwalkan sebanyak empat kali dalam sepekan.
“Lombok-Darwin mulai akhir Februari ini mulai,” katanya, Selasa, 17 Februari 2026. Pernyataan itu menegaskan kesiapan NTB dalam merealisasikan rute internasional pertama tahun ini. Pemerintah daerah berharap rute tersebut menjadi pintu masuk wisatawan Australia ke Lombok.
Rute Darwin Jadi Pembuka Tahun Ini
Penerbangan Lombok – Darwin menjadi prioritas pembukaan rute internasional pada awal 2026. Darwin yang berada di Northern Territory Australia dinilai memiliki kedekatan geografis dengan Indonesia. Kedekatan ini menjadi peluang strategis untuk menarik wisatawan secara langsung ke Lombok.
Direktur Utama TransNusa, Bayu Sutanto, menyampaikan hal senada terkait jadwal operasional rute tersebut. Ia mengatakan pembukaan Lombok – Darwin direncanakan pada akhir Februari 2026 atau paling lambat awal Maret. Maskapai tersebut melihat potensi besar pasar Australia bagi sektor pariwisata NTB.
“Dan memang kita fokus untuk penerbangan-penerbangan internasional yang mendatangkan wisatawan-wisatawan macam negara. Jadi, untuk Lombok ini pertama yang kita akan buka adalah Lombok-Darwin, Northern Territory Australia. Dekat lah ya dalam bulan akhir Februari atau awal Maret,” ujarnya.
Menurut Bayu, fokus utama saat ini adalah menghadirkan penerbangan internasional yang mampu mendatangkan wisatawan asing secara signifikan. Australia dipilih karena selama ini menjadi salah satu pasar utama wisatawan ke Indonesia. Lombok diharapkan menjadi alternatif selain Bali.
Perth Dan Bangkok Menyusul
Selain Darwin, rute Lombok – Perth direncanakan akan dibuka pada pertengahan tahun ini. Rute tersebut akan menyusul seiring penambahan armada pesawat oleh TransNusa. Dengan tambahan armada, kapasitas dan frekuensi penerbangan diharapkan semakin optimal.
“Kemudian berikutnya sesuai dengan penambahan armada kami, kita akan terbang juga dari Lombok Perth. Ya, untuk itu yang dalam jangka pendek tahun ini ya,” lanjutnya. Pernyataan ini menunjukkan komitmen maskapai untuk memperluas jaringan internasional dari Lombok.
Sementara itu, rute Lombok – Bangkok diperkirakan akan dibuka pada triwulan ketiga hingga keempat tahun 2026. Meski saat ini baru tiga rute yang masuk daftar, pemerintah daerah tetap berharap ada tambahan penerbangan internasional lainnya.
“LOP-Perth pertengahan tahun, menyusul Bangkok. Yaa semoga ada tambahan rute lain,” harap Ervan. Harapan tersebut mencerminkan optimisme NTB dalam meningkatkan konektivitas global.
Strategi Tarik Wisatawan Australia
Bayu menjelaskan, pembukaan rute ke Australia didorong oleh tingginya arus wisatawan asing yang selama ini masuk melalui Bali dan Jakarta. Lombok diposisikan sebagai destinasi alternatif yang lokasinya paling dekat dari Bali. Dengan kondisi Bali yang sudah padat, Lombok dinilai masih memiliki daya tampung besar.
“Dengan kondisi Bali yang sudah padat, sudah krodit, itu kan para wisatawan ini kan bukan hanya stop di Bali. Jadi kita juga ingin melihat, Lombok ini kan yang paling dekat,” jelasnya. Pernyataan tersebut menegaskan strategi memanfaatkan limpahan wisatawan dari Bali.
Untuk menjaga keberlanjutan rute, maskapai juga menyiapkan strategi penyesuaian harga tiket. Kerja sama dengan pelaku usaha pariwisata dilakukan agar keterisian penumpang tetap optimal, termasuk pada penerbangan kembali.
“Makanya itu nanti larinya ke pricing tiket. Kalau penumpang baliknya kosong. Kita harapkan kalau dengan pelaku usaha seperti Travel Legends, kalau dia grup kan enggak kosong,” tambahnya.
Ke depan, setelah pasar Australia, TransNusa berencana membuka peluang rute internasional ke negara-negara ASEAN hingga Asia Timur. Namun untuk tahap awal, fokus utama tetap pada Australia. “Yang dibidik saat ini masih Australia. Karena Australia ini kan negara dekat juga,” pungkasnya.
Pembukaan tiga rute internasional ini menjadi langkah penting bagi NTB dalam memperluas jaringan penerbangan global. Dengan konektivitas yang semakin terbuka, Lombok berpeluang memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata internasional yang kompetitif dan berkelanjutan.