JAKARTA - Periode libur panjang kembali menjadi katalis bagi pergerakan wisata dalam negeri.
Tahun Baru Imlek 2026 yang jatuh pada pertengahan Februari menciptakan long weekend yang dinilai strategis bagi pelaku industri perjalanan. Momentum ini memicu lonjakan mobilitas, terutama untuk perjalanan jarak dekat. Sektor perhotelan pun bersiap menyambut peningkatan permintaan.
Libur Tahun Baru Imlek yang jatuh pada Selasa diproyeksikan mendorong peningkatan mobilitas wisatawan domestik. Momentum ini menciptakan periode long weekend yang dinilai berpotensi mendongkrak kunjungan ke berbagai destinasi favorit di Tanah Air. Perayaan budaya dan hari besar nasional selama ini menjadi pendorong perjalanan. Pola tersebut terus berulang setiap tahun.
Libur hari raya dan perayaan budaya secara konsisten menjadi pendorong utama perjalanan jarak pendek. Pola ini semakin terlihat dalam beberapa tahun terakhir, di mana wisatawan cenderung memilih liburan singkat namun lebih sering. Tren tersebut dipengaruhi gaya hidup modern dan fleksibilitas kerja. Akibatnya, permintaan kamar meningkat tajam saat momen tertentu.
Dampaknya terasa langsung pada sektor akomodasi dan transportasi, terutama di kota besar dan destinasi wisata utama. Hunian hotel melonjak seiring meningkatnya kebutuhan tempat menginap. Maskapai dan operator transportasi darat juga merasakan kenaikan penumpang. Industri pariwisata pun bergerak lebih dinamis selama periode ini.
Diskon Menginap Sambut Momentum Imlek
Menangkap peluang tersebut, OYO menghadirkan kampanye promosi Tahun Baru Imlek dengan menawarkan diskon hingga 26%. Strategi ini dirancang untuk menarik wisatawan yang merencanakan perjalanan singkat. Penawaran berlaku secara nasional di berbagai jaringan properti. Langkah ini memperkuat persaingan di segmen hotel terjangkau.
Melalui kode kupon HAPPYCNY26, wisatawan dapat menikmati potongan harga untuk pemesanan di seluruh properti OYO di Indonesia pada periode 15–20 Februari 2026, dengan syarat dan ketentuan berlaku. Promo ini menyasar periode puncak perjalanan. Wisatawan diharapkan memesan lebih awal untuk mengamankan kamar. Program tersebut menjadi bagian dari strategi musiman perusahaan.
Hendro Tan, Country Head PRISM Indonesia, mengatakan, perayaan Imlek secara konsisten mendorong perjalanan wisata keluarga di Indonesia. “Wisatawan kini semakin memprioritaskan standar penginapan terbaik tanpa harus mengeluarkan anggaran besar. Seiring meningkatnya kebutuhan akan kemudahan, harga terjangkau, dan fleksibilitas, momen Imlek juga menjadi pendorong mobilitas di kota-kota besar maupun destinasi pilihan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (13/2/2026). Pernyataan ini menegaskan perubahan preferensi konsumen.
Perubahan Pola Liburan Wisatawan
Ia menambahkan, tren perjalanan saat ini menunjukkan pergeseran ke liburan berdurasi lebih singkat namun lebih sering dibandingkan perjalanan panjang. Fenomena ini terlihat terutama di kalangan keluarga muda dan pekerja urban. Fleksibilitas waktu menjadi pertimbangan utama dalam merencanakan perjalanan. Libur panjang seperti Imlek pun dimanfaatkan maksimal.
Hal ini menegaskan pentingnya ketersediaan akomodasi yang mudah diakses, baik di pusat kota maupun destinasi sekunder, terutama saat momentum budaya seperti Imlek. Akses lokasi dan kemudahan pemesanan menjadi faktor krusial. Platform digital mempercepat proses reservasi hotel. Konsumen kini menuntut pengalaman yang praktis dan efisien.
OYO memiliki jaringan properti yang tersebar di berbagai destinasi utama, termasuk Jakarta, Bali, Yogyakarta, Bandung, Surabaya, dan Medan. Perusahaan menawarkan beragam pilihan akomodasi, mulai dari hotel budget hingga premium. Kehadiran di kota-kota besar memperkuat daya jangkau pasar. Wisatawan memiliki banyak opsi sesuai kebutuhan.
Program promosi Imlek ini berlaku untuk seluruh portofolio merek OYO, termasuk Capital O dan Collection O untuk segmen desain modern, serta Townhouse OAK, Sunday, dan Palette bagi wisatawan yang mengutamakan pengalaman menginap lebih premium. Variasi merek memberikan fleksibilitas pilihan harga dan fasilitas. Strategi ini menargetkan berbagai segmen pasar sekaligus. Penawaran tersebut diharapkan meningkatkan okupansi selama libur panjang.
Prospek Industri Perjalanan Awal 2026
Secara industri, permintaan perjalanan domestik pada awal 2026 tercatat tetap solid, didukung kalender hari libur nasional dan budaya yang relatif stabil. Stabilitas ini memberi ruang perencanaan bagi pelaku usaha pariwisata. Tren positif menjadi sinyal pemulihan berkelanjutan sektor wisata. Optimisme pun menguat di awal tahun.
Hotel kelas budget dan menengah menjadi segmen yang paling diuntungkan, seiring wisatawan berupaya menyeimbangkan kebutuhan rekreasi dengan pengeluaran rumah tangga yang meningkat selama musim perayaan. Sensitivitas terhadap harga tetap tinggi. Diskon dan promo menjadi daya tarik utama. Persaingan tarif antarhotel pun semakin ketat.
Melalui kampanye Imlek ini, OYO berharap dapat memperkuat momentum perjalanan domestik sekaligus menghadirkan pilihan akomodasi yang lebih terjangkau bagi wisatawan di berbagai wilayah Indonesia. Momentum budaya dimanfaatkan sebagai peluang pertumbuhan bisnis. Industri perhotelan memproyeksikan tingkat hunian meningkat signifikan. Libur Imlek 2026 pun diperkirakan menjadi salah satu periode tersibuk di awal tahun.