Pertemuan Prabowo dan Delegasi Pakistan Bahas Kerja Sama Strategis RI

Jumat, 13 Februari 2026 | 14:41:13 WIB
Pertemuan Prabowo dan Delegasi Pakistan Bahas Kerja Sama Strategis RI

JAKARTA - Kunjungan delegasi Pakistan ke Istana Merdeka menjadi penanda babak lanjutan hubungan strategis antara Indonesia dan Pakistan. 

Presiden Prabowo Subianto menerima langsung rombongan yang dipimpin Duta Besar Zahir Hafeez Chaudhri serta Kepala Staf Angkatan Udara Pakistan, Marsekal Zaheer Ahmed Baber Sidhu, pada Kamis. Pertemuan tersebut menegaskan komitmen kedua negara dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor. Agenda yang dibahas mencerminkan kesinambungan diplomasi yang telah terjalin lama.

Delegasi Pakistan hadir dengan membawa pesan penguatan kemitraan di berbagai bidang strategis. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat persahabatan. Kedua pihak membicarakan sejumlah peluang kerja sama yang dinilai semakin relevan di tengah dinamika global. Momentum ini juga menjadi refleksi eratnya hubungan historis kedua negara.

Hubungan Historis yang Terjalin Erat

Usai melakukan pertemuan tersebut, Dubes Pakistan Zahir Hafeez Chaudhri menegaskan, negaranya dan Indonesia telah menjalin hubungan yang sangat erat sejak bertahun-tahun lalu, bahkan sebelum kedua negara merdeka. Ia menekankan bahwa fondasi sejarah tersebut menjadi kekuatan utama dalam menjaga kesinambungan hubungan bilateral. 

Kedekatan emosional dan politik dinilai menjadi modal penting untuk melangkah ke tahap berikutnya. Hubungan yang telah terbangun lama itu terus berkembang seiring waktu.

Hubungan tersebut membawa kedua negara menjalin berbagai kerja sama, termasuk di sektor pertahanan, keamanan, kesehatan, pendidikan, perdagangan, investasi, serta kebudayaan. Kerja sama yang terjalin tidak hanya bersifat simbolik, melainkan juga implementatif di berbagai bidang strategis. 

Kedua negara melihat potensi besar untuk memperluas kolaborasi sesuai kebutuhan masing-masing. Sinergi ini diharapkan memberikan manfaat konkret bagi masyarakat kedua negara.

"RI dan Pakistan siap melanjutkan kerja sama ke babak baru. Kami menantikan era baru dalam hubungan Pakistan–Indonesia,” ujar Zahid setelah pertemuan dengan Presiden Prabowo. 

Pernyataan tersebut menjadi penegasan atas optimisme kedua negara dalam memperkuat kemitraan. Ia menyampaikan harapan agar hubungan bilateral semakin produktif dan berorientasi pada hasil. Komitmen itu juga disambut positif oleh pemerintah Indonesia.

Penguatan Komitmen Melalui Kunjungan Tingkat Tinggi

Zahid menjelaskan, komitmen Indonesia dan Pakistan untuk memperkuat hubungan bilateral semakin ditegaskan melalui kunjungan Presiden Prabowo ke Islamabad pada Desember 2025 lalu. 

Lawatan tersebut menjadi simbol keseriusan Indonesia dalam meningkatkan kerja sama strategis. Pertemuan di Islamabad membuka ruang diskusi yang lebih luas mengenai agenda prioritas kedua negara. Hasil kunjungan itu kini ditindaklanjuti melalui komunikasi intensif.

Selain itu, ada juga Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin dan Menteri Investasi dan Hilirisasi/CEO Danantara Rosan Roeslani yang telah mengunjungi Pakistan beberapa waktu lalu guna menjajaki peluang kerja sama baru. 

Kunjungan para pejabat tinggi tersebut memperlihatkan pendekatan komprehensif dalam mempererat relasi bilateral. Fokus pembahasan mencakup sektor pertahanan hingga investasi strategis. Langkah tersebut menjadi bagian dari diplomasi aktif kedua negara.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Pakistan, Syed Mustafa Kamal juga telah berkunjung ke Indonesia pada awal tahun ini. Kunjungan ini menambah daftar interaksi bilateral di berbagai sektor penting. Bidang kesehatan menjadi salah satu prioritas yang terus didorong untuk kolaborasi lebih luas. Pertukaran pengalaman dan teknologi menjadi bagian dari agenda pembahasan.

Rencana Pertemuan Lanjutan dan Forum Internasional

Kedua negara selanjutnya berencana menindaklanjuti berbagai peluang kerja sama melalui pertemuan tingkat tinggi. Agenda lanjutan tersebut diharapkan mampu menghasilkan kesepakatan konkret yang dapat segera diimplementasikan. Komunikasi antarpejabat terus dilakukan guna mematangkan rencana strategis. Intensitas pertemuan menunjukkan keseriusan kedua pihak.

“Dalam waktu dekat, kami akan mengadakan pertemuan tingkat tinggi lainnya antara Pakistan dan Indonesia,” tutur Zahid. Ia memastikan bahwa dialog bilateral akan terus berlanjut secara berkesinambungan. Pertemuan mendatang dirancang untuk memperkuat kerangka kerja sama yang sudah ada. Kedua negara ingin memastikan setiap peluang dapat dimanfaatkan optimal.

Zahid menegaskan, Indonesia dan Pakistan merupakan mitra strategis, dengan jumlah penduduk yang mewakili lebih dari seperempat populasi Muslim dunia. Posisi tersebut menjadikan kedua negara memiliki peran penting dalam percaturan global. Potensi demografis dinilai sebagai kekuatan besar dalam membangun kolaborasi ekonomi dan sosial. Kemitraan ini juga berkontribusi pada stabilitas kawasan.

Peran di D-8, OKI, dan ASEAN

Zahid berkata, dia membahas peran masing-masing negara di Kelompok D-8 Negara Berkembang, Organisasi Kerjasama Islam (OKI), hingga ASEAN. Forum-forum tersebut menjadi wadah strategis untuk memperkuat posisi negara berkembang di tingkat internasional. Indonesia dan Pakistan dinilai memiliki kepentingan bersama dalam mendorong kerja sama multilateral. Sinergi di berbagai organisasi diharapkan memperluas dampak positif hubungan bilateral.

Secara khusus, Zahid membahas rencana Koferensi Tingkat Tinggi Kelompok D-8 yang akan diadakan di Indonesia. Agenda ini dipandang sebagai momentum penting untuk menunjukkan solidaritas negara-negara berkembang. Indonesia sebagai tuan rumah diharapkan mampu mengoptimalkan peran D-8. Pakistan pun menyatakan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan tersebut.

"Kami menantikan kerja sama dengan Indonesia demi kesuksesan KTT mendatang di Indonesia, sekaligus demi keberhasilan D8 sebagai organisasi kerja sama delapan negara berkembang," tuturnya. Pernyataan itu menutup rangkaian penegasan komitmen bilateral yang semakin kuat. Kedua negara optimistis kerja sama akan terus berkembang ke arah yang lebih strategis. Pertemuan di Istana Merdeka pun menjadi simbol penguatan kemitraan jangka panjang.

Terkini