Juventus Bangkit dari Ketertinggalan Dua Gol Tahan Lazio Imbang di Turin

Senin, 09 Februari 2026 | 10:51:30 WIB
Juventus Bangkit dari Ketertinggalan Dua Gol Tahan Lazio Imbang di Turin

JAKARATA - Laga di Allianz Stadium, Senin, 9 Februari 2026 dini hari WIB, menghadirkan drama yang menguji mental Juventus.

Bermain di kandang sendiri, Si Nyonya Tua harus berjuang keras setelah tertinggal dua gol lebih dulu sebelum akhirnya memaksakan hasil imbang 2-2 melawan Lazio. Gol telat Pierre Kalulu menjadi penentu sekaligus penyelamat rekor kandang Juventus di Serie A musim ini.

Hasil ini terasa krusial bukan hanya dari sisi poin, tetapi juga sejarah pertemuan kedua tim. Lazio datang dengan ambisi besar untuk menyapu bersih kemenangan atas Juventus dalam satu musim, sesuatu yang belum pernah mereka lakukan sejak musim 1942/1943. Namun, ketahanan mental tuan rumah menggagalkan rencana tersebut di menit-menit terakhir.

Juventus sejatinya datang dengan tekanan besar. Bermain di hadapan pendukung sendiri, ekspektasi tinggi mengiringi mereka untuk meraih kemenangan. Namun, Lazio tampil percaya diri sejak awal laga, membuat pertandingan berjalan jauh dari skenario ideal bagi tuan rumah.

Duel ini pun berkembang menjadi salah satu pertandingan paling emosional pekan ini, dengan perubahan momentum, peluang terbuang, dan gol dramatis yang menentukan hasil akhir.

Awal Sulit Juventus Hadapi Disiplin Lazio

Juventus memulai laga dengan intensitas tinggi, tetapi segera menemui hambatan besar. Lazio tampil sangat rapi dalam bertahan, melanjutkan tren positif mereka setelah mencatatkan tiga clean sheet dari empat laga tandang sebelumnya. Setiap ruang yang coba dimasuki pemain Juve langsung ditutup dengan disiplin.

Peluang berbahaya pertama Juventus hadir pada menit ke-16. Gleison Bremer menyambut umpan silang Pierre Kalulu dengan sundulan keras, namun Ivan Provedel menunjukkan refleks luar biasa dengan menepis bola ke atas mistar gawang.

Tekanan Juve terus berlanjut. Teun Koopmeiners sempat membuat publik tuan rumah bersorak ketika tembakannya dari luar kotak penalti bersarang di gawang Lazio. Sayangnya, gol tersebut dianulir karena Khéphren Thuram berada dalam posisi offside dan dianggap mengganggu pandangan kiper.

Koopmeiners kembali mencoba peruntungannya dari jarak jauh, disusul sundulan Jonathan David yang masih melambung. Meski dominan, Juventus gagal mengonversi peluang menjadi gol.

Gol Kejutan Lazio di Pengujung Babak Pertama

Saat babak pertama tampak akan berakhir tanpa gol, Lazio justru mencuri keunggulan di masa injury time. Serangan cepat mereka berbuah hasil maksimal dan membuat Allianz Stadium terdiam.

Umpan Daniel Maldini diteruskan Pedro Rodríguez yang melepaskan tembakan. Bola sempat mengenai Gleison Bremer dan berubah arah, membuat kiper Juventus mati langkah. Gol tersebut tercatat sebagai gol ketiga Pedro musim ini, semuanya tercipta dalam empat laga terakhir.

Gol ini menjadi pukulan telak bagi Juventus. Setelah menguasai jalannya pertandingan, mereka justru harus masuk ruang ganti dengan ketertinggalan satu gol. Sementara itu, Lazio semakin percaya diri menatap babak kedua.

Keunggulan tersebut juga menegaskan efektivitas Lazio. Dengan peluang yang relatif minim, mereka mampu memaksimalkan momen penting dan menekan mental tuan rumah.

Momentum Lazio Berlanjut Usai Jeda

Babak kedua baru berjalan dua menit ketika Lazio kembali mengejutkan Juventus. Gustav Isaksen memanfaatkan bola panjang dan dengan tenang mengangkat si kulit bundar ke atap gawang, menggandakan keunggulan tim tamu menjadi 2-0.

Situasi ini memaksa Juventus bermain lebih terbuka. Respons cepat hampir datang lewat sepakan melengkung Kenan Yıldız, namun lagi-lagi Provedel tampil sigap dan menggagalkan peluang tersebut.

Tekanan Juventus semakin intens. Mereka meningkatkan tempo serangan dan mulai lebih berani mengambil risiko. Lazio pun mulai lebih dalam bertahan, menunggu kesempatan melalui serangan balik.

Ketertinggalan dua gol membuat atmosfer stadion semakin panas. Para pendukung Juventus terus mendorong timnya untuk bangkit dari situasi sulit.

Gol McKennie Buka Asa Kebangkitan

Usaha Juventus akhirnya membuahkan hasil menjelang satu jam pertandingan. Weston McKennie mencetak gol keempatnya di Serie A musim ini melalui sundulan tajam, memanfaatkan umpan silang Andrea Cambiaso yang cerdik menjaga bola tetap hidup di sisi lapangan.

Gol tersebut mengubah dinamika pertandingan. Juventus kembali percaya diri, sementara Lazio mulai merasakan tekanan besar. Aliran bola Juventus menjadi lebih lancar, dengan serangan datang dari berbagai sisi.

Lazio sebenarnya memiliki peluang emas untuk mengunci kemenangan. Kenneth Taylor dan Tijjani Noslin masing-masing mendapat kesempatan di menit-menit akhir, namun penyelesaian akhir yang kurang tenang membuat peluang tersebut terbuang sia-sia.

Kegagalan memanfaatkan peluang ini perlahan menjadi bumerang bagi Lazio. Juventus terus menekan hingga menit akhir, mencari satu gol penyeimbang.

Kalulu Jadi Penyelamat di Detik Terakhir

Drama mencapai puncaknya pada menit keenam masa tambahan waktu. Dalam situasi krusial tersebut, Pierre Kalulu muncul sebagai pahlawan bagi Juventus. Ia menyundul bola dengan akurat setelah menerima umpan Jeremie Boga, membuat Provedel tak mampu berbuat banyak.

Gol ini memastikan skor imbang 2-2 dan disambut sorak sorai luar biasa dari publik Allianz Stadium. Juventus berhasil mempertahankan rekor kandang mereka, meski gagal meraih kemenangan penuh.

Bagi Lazio, hasil ini terasa pahit. Mereka sudah berada di ambang kemenangan bersejarah, tetapi kehilangan fokus di detik-detik akhir membuat dua poin melayang.

Pertandingan ini menjadi bukti bahwa di Serie A, segalanya bisa berubah hingga peluit akhir berbunyi. Juventus menunjukkan karakter pantang menyerah, sementara Lazio harus belajar bahwa efektivitas harus dijaga hingga menit terakhir.

Terkini