JAKARTA - Persaingan ketat dan tensi tinggi mewarnai berakhirnya Faldo Series Indonesia 2026.
Turnamen ini bukan sekadar ajang adu kemampuan, tetapi juga menjadi pintu gerbang menuju level Asia bagi para pegolf muda Tanah Air. Dari lapangan hijau Gunung Geulis Country Club, empat nama terbaik akhirnya memastikan tiket tampil di Faldo Junior Tour Asia Grand Final yang rencananya digelar di Vietnam.
Faldo Series Indonesia presented by Birdie Bandits menuntaskan seluruh rangkaian pertandingan pada Minggu. Dua kategori utama, Faldo Junior Tour dan Faldo Future Tour, dimainkan di West Course dengan kondisi lapangan yang menuntut konsistensi serta ketenangan. Setiap pukulan menjadi penentu, mengingat hanya para juara yang berhak melangkah ke panggung Asia.
Keberhasilan empat pegolf ini sekaligus menegaskan kualitas pembinaan golf junior nasional yang terus berkembang. Mereka bukan hanya membawa nama pribadi, tetapi juga harapan Indonesia untuk bersaing di level regional.
Persaingan Sengit di Gunung Geulis Country Club
Sejak putaran awal, persaingan sudah terasa panas di setiap kategori. Para peserta datang dengan target besar, menyadari bahwa satu kesalahan kecil bisa menggugurkan peluang menuju grand final. Lapangan Gunung Geulis dengan kontur menantang memaksa pegolf bermain cerdas, bukan sekadar agresif.
Pada kategori Faldo Junior Tour, tekanan semakin terasa di putaran akhir. Posisi klasemen berubah cepat, terutama di sembilan hole pertama. Beberapa pegolf sempat memimpin, namun konsistensi menjadi kunci utama untuk bertahan hingga akhir pertandingan.
Faldo Series Indonesia kali ini kembali menunjukkan bahwa ajang junior mampu menghadirkan drama layaknya turnamen profesional. Kejar-mengejar skor, perubahan momentum, hingga kejutan di back nine menjadi cerita yang terus dibicarakan usai turnamen.
Kifata Aftar Tampil Tenang hingga Juara
Di kelas U-21 ke bawah, nama Kifata Aftar dari Sumatra Utara mencuri perhatian. Pegolf berusia 18 tahun ini tampil stabil dan mampu memanfaatkan momentum ketika rival terdekatnya mulai kehilangan konsistensi. Kenneth Henson Sutianto dari DKI Jakarta sempat memimpin hingga tujuh hole pertama, namun kesalahan di akhir front nine mengubah segalanya.
Satu double bogey dan satu bogey yang dicatatkan Kenneth membuka jalan bagi Kifata untuk mengambil alih kendali permainan. Di back nine, Kifata memilih strategi aman, menjaga ritme, dan menghindari risiko berlebihan. Pendekatan ini terbukti efektif hingga putaran akhir selesai.
Dengan total skor 216 atau tiga di atas par, Kifata unggul tipis satu pukulan dari Kenneth yang mengoleksi 217. Hasil tersebut memastikan Kifata keluar sebagai juara dan meraih tiket ke Faldo Junior Tour Asia Grand Final.
“Hari ini aku bener-bener enggak ngeliat live score sama sekali, terus enggak expect juga bakal menang. Tiba-tiba pas nyampe live score ternyata, aku yang menang. Kaget sih dari situ juga. Main aman saja tiba-tiba dapat hasilnya,” ujar Kifata.
“Hari ini prinsip bermainnya tetap sama sih. Nggak maksa buat birdie. Tetap jalanin prosesnya terus, ikutin step by step saja,” tambahnya.
Dominasi William Justin di Kelas U-16
Kategori U-16 juga menghadirkan persaingan ketat, namun William Justin Wijaya dari Jawa Timur mampu tampil menonjol di saat krusial. Atlet berusia 16 tahun ini menunjukkan kematangan permainan dengan mencetak skor 69 atau dua di bawah par pada putaran akhir.
William harus menghadapi tekanan dari Yujun Cha dari Sim’s Academy serta Fadhlan Azzam Atmajah dari Sumatra Utara. Ketiganya bersaing ketat hingga akhir, namun akurasi pukulan dan ketajaman putting menjadi pembeda utama.
Dengan total skor 213 atau even par, William memastikan diri sebagai pemuncak klasemen U-16. Penampilannya di putaran final dinilai sebagai salah satu yang terbaik sepanjang turnamen, terutama dalam menjaga fokus di hole-hole penentuan.
“Hari ini mainnya lebih bagus. Sesuai game plan semuanya. Tapi, yang paling penting putt-putt yang penting berhasil masuk. Makanya hasilnya bisa lebih bagus hari ini,” kata Justin.
Sania Talita Tetap Perkasa di Sektor Putri
Di sektor putri, Sania Talita Wahyudi kembali menegaskan statusnya sebagai salah satu pegolf junior terbaik Indonesia. Wakil dari Maja Golf Club ini memang tidak tampil optimal di putaran akhir, namun keunggulan yang telah ia bangun sebelumnya cukup untuk mengamankan gelar juara Kelas U-21.
Sania mengakhiri turnamen dengan total skor 218 atau lima di atas par. Meski performanya menurun dibanding hari-hari sebelumnya, konsistensi tetap menjadi kunci keberhasilannya. Ia unggul jauh dari pesaing terdekatnya, Renoctoviana Ramadhiani Said dari DKI Jakarta, dengan selisih delapan pukulan.
Hasil ini kembali menegaskan dominasi Sania di level nasional. Pengalaman bertanding dan mental yang kuat membuatnya mampu bertahan di puncak meski menghadapi tekanan di putaran akhir.
Langkah Menuju Tantangan Asia di Vietnam
Empat pegolf yang berhasil menjuarai Faldo Series Indonesia 2026 kini bersiap menghadapi tantangan yang lebih besar. Faldo Junior Tour Asia Grand Final di Vietnam akan mempertemukan mereka dengan pegolf-pegolf muda terbaik dari berbagai negara Asia.
Ajang ini bukan hanya soal prestasi, tetapi juga pengalaman berharga untuk mengasah mental dan kemampuan di level internasional. Bagi Indonesia, keikutsertaan empat wakil ini menjadi bukti bahwa regenerasi atlet golf berjalan ke arah positif.
Dengan persiapan yang matang dan dukungan pembinaan berkelanjutan, peluang untuk bersaing di level Asia terbuka lebar. Penampilan di Gunung Geulis menjadi fondasi penting sebelum menghadapi tekanan yang lebih besar di panggung regional.