IHSG Awal Pekan Dibuka Menguat Meski Fluktuatif Investor Cermati Sentimen Global Regional

Senin, 09 Februari 2026 | 10:21:52 WIB
IHSG Awal Pekan Dibuka Menguat Meski Fluktuatif Investor Cermati Sentimen Global Regional

JAKARTA - Perdagangan saham awal pekan dibuka dengan dinamika yang cukup menarik. 

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG memulai sesi Senin, 9 Februari 2026, di zona hijau sebelum akhirnya bergerak fluktuatif. Kondisi ini mencerminkan sikap pelaku pasar yang masih berhati-hati, meskipun sentimen global memberikan sejumlah sinyal positif bagi pasar keuangan.

Pada saat pembukaan perdagangan pagi, IHSG tercatat berada di posisi 7.970,022. Namun, penguatan tersebut tidak bertahan lama karena tekanan jual kembali muncul sesaat setelah pembukaan. Pergerakan cepat ini menunjukkan bahwa pelaku pasar masih aktif melakukan penyesuaian posisi, terutama dalam merespons perkembangan eksternal dan regional.

Pergerakan IHSG Setelah Pembukaan Perdagangan

Mengacu pada data RTI yang tercatat hingga pukul 09.20 WIB, IHSG langsung melemah 51,289 poin atau setara 0,65 persen ke level 7.883,971. Sepanjang perdagangan pagi, indeks bergerak di rentang yang cukup lebar dengan level tertinggi 7.983,612 dan level terendah 7.863,006. Fluktuasi ini menandakan adanya tarik-menarik kepentingan antara aksi beli dan jual di pasar.

Dari sisi pergerakan saham, tercatat sebanyak 197 saham emiten bergerak menguat pada perdagangan pagi ini. Namun, tekanan jual terlihat lebih dominan dengan 387 saham mengalami pelemahan. Sementara itu, 134 saham lainnya tercatat stagnan atau tidak mengalami perubahan harga. Komposisi tersebut menunjukkan bahwa pelemahan bersifat cukup merata di sejumlah sektor.

Aktivitas perdagangan juga terpantau cukup aktif. Hingga pagi hari, total nilai transaksi mencapai Rp2,872 triliun dengan volume perdagangan sebesar 5,990 miliar saham. Kapitalisasi pasar tercatat berada di level Rp14.303,191 triliun, mencerminkan skala pasar yang tetap besar meskipun indeks bergerak fluktuatif.

Kinerja Bursa Global Jadi Perhatian Investor

Pergerakan IHSG pada awal pekan tidak terlepas dari pengaruh bursa global. Pasar saham Amerika Serikat ditutup menguat pada perdagangan Jumat, 6 Februari 2026. Indeks Dow Jones Industrial Average mencatat kenaikan sebesar 2,47 persen, sementara indeks S&P 500 menguat 1,97 persen dan Nasdaq melonjak 2,18 persen.

Penguatan signifikan tersebut didorong oleh pulihnya saham-saham teknologi serta sentimen positif yang mendorong Dow melonjak hingga 1.200 poin. Capaian ini menjadi catatan penting karena untuk pertama kalinya indeks Dow ditutup di atas level psikologis 50.000. Kondisi tersebut memberikan optimisme tambahan bagi pasar global, termasuk kawasan Asia.

Meski demikian, sentimen global yang positif tidak sepenuhnya diikuti oleh pergerakan bursa Asia pada hari yang sama. Beberapa indeks utama di kawasan Asia justru ditutup melemah, sehingga menciptakan sinyal yang beragam bagi pelaku pasar di Indonesia.

Dinamika Bursa Asia dan Dampaknya ke IHSG

Pada perdagangan Jumat, 6 Februari 2026, pasar saham Asia ditutup bervariasi dengan kecenderungan melemah. Indeks Hang Seng tercatat turun 1,21 persen, sementara Nikkei di Jepang justru menguat 0,81 persen. Di sisi lain, indeks Shanghai melemah tipis sebesar 0,25 persen.

Pada hari yang sama, IHSG sendiri ditutup melemah 2,08 persen ke level 7.935,26. Menariknya, di tengah pelemahan indeks tersebut, investor asing justru mencatatkan net buy yang cukup besar, yakni sebesar Rp944,3 miliar. Data ini menunjukkan bahwa minat investor asing terhadap saham-saham di Indonesia masih terjaga meskipun indeks mengalami koreksi.

Memasuki perdagangan Senin pagi, 9 Februari 2026, sejumlah bursa Asia menunjukkan sinyal penguatan. Indeks Kospi di Korea Selatan dibuka melonjak 4,29 persen, sementara Nikkei di Jepang melesat 5,17 persen. Penguatan ini menjadi salah satu faktor yang diperhatikan pelaku pasar domestik dalam mencermati arah pergerakan IHSG.

Sentimen Regional Beri Harapan Penguatan

Penguatan yang terjadi pada Kospi dan Nikkei di awal pekan memberikan harapan tersendiri bagi pasar saham regional. Kenaikan tajam di kedua indeks tersebut mencerminkan optimisme investor terhadap prospek ekonomi dan pasar keuangan di kawasan Asia. Sentimen ini berpotensi memberikan dukungan bagi IHSG, meskipun pergerakan indeks domestik masih diwarnai fluktuasi.

Pelaku pasar di Indonesia cenderung mencermati apakah sentimen positif regional tersebut dapat berlanjut sepanjang hari. Jika penguatan bursa Asia mampu bertahan, peluang IHSG untuk kembali bergerak ke zona hijau dinilai masih terbuka. Namun demikian, tekanan jual jangka pendek tetap perlu diantisipasi.

Pandangan Analis Terkait Arah IHSG

Analis Samuel Sekuritas turut memberikan pandangannya terkait pergerakan IHSG pada perdagangan hari ini. Menurut mereka, kombinasi sentimen global dan regional yang relatif positif menjadi faktor pendukung bagi potensi penguatan indeks. Namun, volatilitas tetap perlu diperhatikan mengingat dinamika pasar yang masih cukup sensitif.

“Menyikapi beragam kondisi tersebut di atas, kami memperkirakan IHSG akan naik mengingat sentimen positif dari pasar global dan regional,” sebut analis Samuel Sekuritas dalam risetnya. Pernyataan ini menegaskan bahwa arah pasar masih memiliki peluang untuk bergerak positif, meski tidak terlepas dari risiko koreksi jangka pendek.

Dengan demikian, perdagangan IHSG pada Senin, 9 Februari 2026 diperkirakan berlangsung dengan pergerakan yang dinamis. Investor disarankan tetap mencermati perkembangan bursa global dan regional, serta memperhatikan data transaksi dan pergerakan saham secara selektif. Sikap waspada dan strategi yang terukur dinilai menjadi kunci dalam menghadapi fluktuasi pasar pada awal pekan ini.

Terkini