JAKARTA - Gejolak besar kembali melanda pasar aset kripto dalam 24 jam terakhir.
Tekanan jual masif membuat mayoritas aset digital terpuruk, dengan Bitcoin kembali kehilangan pijakan pentingnya. Kondisi ini menandai fase koreksi yang semakin dalam, sekaligus mengubah peta rekomendasi kripto harian yang kini didominasi volatilitas tinggi dan pergerakan ekstrem pada sejumlah aset alternatif.
Dalam kurun waktu 24 jam terakhir, Bitcoin mencatat koreksi tajam sebesar -12,85 persen dan bertengger di level $63.500 atau setara Rp 1.070.692.421. Dominasi pasar Bitcoin atau BTC.D kini berada di level 59,45 persen, sementara total kapitalisasi pasar kripto ikut terjun -11,75 persen menjadi sekitar $2,16 triliun. Tekanan ini mencerminkan lemahnya sentimen investor terhadap aset berisiko secara global.
Performa Top Gainers Dan Top Losers Terbaru
Di tengah pelemahan mayoritas aset kripto, sejumlah token justru mencatat lonjakan signifikan. ZeusNetwork menjadi top gainer dengan kenaikan 106 persen, menunjukkan adanya minat spekulatif tinggi di tengah pasar yang bergejolak. The Root Network atau ROOT menyusul dengan penguatan 27,23 persen, sementara Solana Mobile Seeker atau SKR naik 23,72 persen.
Sebaliknya, tekanan berat dialami oleh sejumlah aset yang masuk daftar top losers. IDOL tercatat turun 41,45 persen, diikuti Gearbox Protocol atau GEAR yang melemah 30,55 persen. Huma Finance atau HUMA juga terkoreksi dalam hingga 28,65 persen. Data ini diambil pada pukul 08.00 WIB dan menggambarkan betapa ekstremnya pergerakan harga di pasar kripto saat ini.
Bitcoin Jatuh Ke Level Psikologis Baru
Bitcoin mengalami guncangan hebat setelah jatuh hingga ke area $60.000 berdasarkan data dari aplikasi Ajaib Alpha. Penurunan ini menjadi momen penting karena menandai pertama kalinya harga Bitcoin berada di bawah level $70.000 sejak pemilu Amerika Serikat pada November 2024. Dampaknya, seluruh keuntungan yang dibukukan sejak periode tersebut kini telah terhapus.
Secara akumulatif, harga Bitcoin telah merosot lebih dari 50 persen dari puncak tertingginya di $126.199 yang tercapai pada Oktober tahun lalu. Kondisi ini sangat kontras dengan emas yang justru mencatat kenaikan sekitar 24 persen sejak Oktober. Koreksi tajam kripto dalam pekan ini turut dipercepat oleh aksi jual di pasar saham global, terutama akibat kekhawatiran investor terhadap dampak kecerdasan buatan atau AI pada kinerja perusahaan teknologi.
Gelombang Likuidasi Terbesar Dalam Waktu Singkat
Memburuknya kondisi pasar memicu gelombang likuidasi terdahsyat dalam waktu singkat. Total nilai likuidasi mencapai $2,22 miliar hanya dalam 24 jam terakhir. Tekanan jual ekstrem ini didominasi oleh likuidasi posisi long yang mencapai $1,95 miliar, menandakan banyak trader sebelumnya bertaruh pada kenaikan harga.
Sementara itu, likuidasi posisi short tercatat sebesar $274,27 juta. Data ini mencerminkan ketidaksiapan pelaku pasar menghadapi koreksi sedalam ini. Lonjakan likuidasi memperbesar volatilitas harga dan mempercepat penurunan, sekaligus menambah tekanan psikologis bagi investor ritel maupun institusi.
Langkah Institusi Dan Tokoh Besar Kripto
Di tengah tren bearish yang kian kuat, sejumlah institusi dan tokoh besar mulai menyesuaikan strategi mereka. World Liberty Financial, perusahaan yang terkait dengan Donald Trump, tercatat menjual Bitcoin senilai 5 juta dolar AS saat harga berada di level $69.000. Meski demikian, perusahaan tersebut masih menyimpan sekitar 18 juta dolar AS Bitcoin dalam portofolionya.
Sementara itu, pendiri Ethereum Vitalik Buterin terpantau menjual 2.961 ETH senilai sekitar $6,6 juta dalam tiga hari. Penjualan ini dilakukan sebagai bagian dari rencana penarikan bertahap untuk mendukung pengembangan teknologi privasi dan perangkat keras terbuka. Dari sisi produk investasi, ETF Bitcoin spot mencatat arus keluar harian sebesar $545 juta, yang menyeret aliran mingguan menjadi negatif sebesar $255 juta.
Dominasi Stablecoin Dan Ketahanan Tether
Meski pasar kripto secara keseluruhan mengalami tekanan berat, dengan total kapitalisasi pasar turun sekitar 20 persen menjadi $2,5 triliun, Tether atau USDT justru mencatat pertumbuhan signifikan. Kapitalisasi pasar USDt melonjak ke $187,3 miliar pada kuartal IV 2025, dengan cadangan total mencapai $192,9 miliar.
Dominasi Tether semakin menguat seiring kepemilikan surat utang Amerika Serikat atau US Treasury sebesar $141,6 miliar. Angka ini menempatkan Tether sebagai salah satu pemegang obligasi AS terbesar secara global, bahkan berada di atas beberapa negara berdaulat. Kondisi ini menunjukkan pergeseran preferensi investor ke aset kripto yang lebih stabil di tengah volatilitas ekstrem.
Proyeksi Pergerakan Harga Kripto Hari Ini
Untuk perdagangan hari ini, Bitcoin diperkirakan bergerak di kisaran $60.000 hingga $64.000, dengan volatilitas masih berpotensi tinggi seiring belum meredanya sentimen negatif. Ethereum juga diperkirakan bergerak fluktuatif di rentang $1.800 hingga $2.000, mengikuti arah pergerakan Bitcoin dan pasar global.
Situasi pasar saat ini menuntut kehati-hatian ekstra dari investor dan trader. Pergerakan ekstrem, likuidasi besar, serta aksi institusi menjadi sinyal bahwa fase konsolidasi belum sepenuhnya terbentuk. Rekomendasi kripto hari ini lebih menekankan pada pengelolaan risiko, disiplin strategi, dan pemantauan ketat terhadap dinamika pasar yang terus berubah.