Juventus Tanpa Striker Baru Januari Ini Spalletti Gagal Penuhi Kebutuhan Tim

Rabu, 04 Februari 2026 | 15:48:34 WIB
Juventus Tanpa Striker Baru Januari Ini Spalletti Gagal Penuhi Kebutuhan Tim

JAKARTA - Juventus menutup bursa transfer Januari dengan perasaan menggantung. 

Aktivitas negosiasi memang berlangsung intens sepanjang jendela transfer, namun hasil akhirnya jauh dari harapan. Klub raksasa Italia itu gagal mendatangkan penyerang baru yang dianggap krusial untuk menunjang ambisi pada paruh kedua musim 2025/2026. Situasi ini membuat kebutuhan lini depan kembali menjadi sorotan, terutama setelah evaluasi internal yang dilakukan tim pelatih.

Kemenangan meyakinkan 3-0 atas Napoli di Serie A justru membuka diskusi lebih dalam soal komposisi skuad. Meski hasil di lapangan terlihat positif, pelatih Luciano Spalletti secara terbuka menyampaikan bahwa Juventus masih membutuhkan tipe penyerang yang berbeda. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa persoalan di lini depan belum sepenuhnya teratasi.

Spalletti menilai karakter penyerang yang ada saat ini belum sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan taktiknya. Juventus dinilai memerlukan sosok yang mampu menjadi titik tumpu serangan, sekaligus memberi dimensi berbeda dalam membongkar pertahanan lawan. Sayangnya, keinginan itu tidak berbanding lurus dengan realisasi di bursa transfer.

Kebutuhan Mendesak Penyerang Murni

Sejak awal Januari, kebutuhan akan penyerang murni sebenarnya sudah menjadi topik utama di internal Juventus. Spalletti menginginkan striker dengan kemampuan menahan bola, kuat dalam duel fisik, serta mampu membuka ruang bagi pemain lain. Tipe penyerang seperti ini dianggap penting untuk memaksimalkan pergerakan winger dan gelandang serang.

Jonathan David memang tampil cukup meyakinkan secara statistik. Penyerang asal Kanada tersebut telah mencatatkan empat gol dan dua assist dari enam laga Serie A. Namun, kontribusi itu belum sepenuhnya menjawab kebutuhan taktis yang diinginkan sang pelatih dalam beberapa skenario pertandingan.

Pujian Spalletti kepada striker Napoli, Rasmus Hojlund, seusai laga kontra Partenopei menjadi sinyal yang cukup jelas. Juventus membutuhkan penyerang dengan profil serupa, yang bisa menjadi pemantul serangan dan memberi opsi direct play ketika tim mengalami kebuntuan.

Mateta Jadi Harapan Awal yang Pupus

Nama Jean-Philippe Mateta menjadi target pertama yang masuk dalam radar Juventus. Penyerang Crystal Palace itu diproyeksikan sebagai solusi jangka menengah, dengan skema peminjaman disertai opsi pembelian permanen yang dapat berubah menjadi kewajiban. Model transfer tersebut dinilai aman secara finansial.

Namun, Crystal Palace bersikukuh hanya ingin melepas Mateta secara permanen. Situasi semakin rumit setelah Milan, klub yang sempat mencapai kesepakatan, membatalkan transfer sang pemain. Pembatalan tersebut terjadi setelah ditemukan masalah pada lutut Mateta saat menjalani tes medis.

Kondisi ini membuat Juventus mundur perlahan dari perburuan. Risiko cedera dan tuntutan transfer permanen dianggap terlalu besar untuk diambil pada bursa musim dingin yang serba terbatas.

Negosiasi Buntu dengan En-Nesyri

Setelah Mateta, Juventus mengalihkan fokus kepada Youssef En-Nesyri dari Fenerbahce. Secara klub, kesepakatan sebenarnya telah tercapai. Juventus siap mengajukan proposal yang sesuai dengan permintaan tim asal Turki tersebut.

Namun, negosiasi kembali menemui jalan buntu karena En-Nesyri menolak pindah dengan status pinjaman. Sang pemain menginginkan kepastian jangka panjang, sementara Juventus belum siap memenuhi tuntutan tersebut. Akhirnya, pembicaraan pun terhenti tanpa hasil konkret.

Situasi ini kembali menunjukkan sulitnya Juventus mendapatkan penyerang sesuai kebutuhan di tengah keterbatasan waktu dan skema transfer yang diinginkan.

Icardi dan Kolo Muani Sekadar Opsi

Nama Mauro Icardi sempat muncul sebagai alternatif. Namun, pembicaraan dengan Galatasaray tidak pernah berkembang jauh. Tidak ada titik temu yang signifikan, baik dari sisi finansial maupun teknis, sehingga opsi ini pun menguap begitu saja.

Randal Kolo Muani menjadi pilihan terakhir yang dipertimbangkan. Juventus tertarik membawanya kembali ke Turin hanya enam bulan setelah sang pemain kembali ke PSG. Akan tetapi, status Kolo Muani yang tengah dipinjamkan ke Tottenham menjadi penghalang utama.

Tottenham menolak mempersingkat masa peminjaman tersebut. Sikap tegas Spurs membuat Juventus tidak memiliki ruang untuk melanjutkan negosiasi, sekaligus menutup peluang terakhir mendatangkan striker anyar.

Realita Tanpa Striker Baru

Pada akhirnya, Juventus harus menerima kenyataan pahit. Tidak ada penyerang baru yang datang hingga bursa transfer Januari resmi ditutup. Meski klub berhasil mendatangkan Jeremie Boga untuk sektor sayap dan Emil Holm di posisi bek kanan, target utama berupa penyerang tengah gagal direalisasikan.

Kondisi ini membuat beban di lini depan tetap bertumpu pada Jonathan David dan Lois Openda. Keduanya harus menjadi andalan utama hingga akhir musim, terlepas dari keterbatasan profil yang sebelumnya disorot Spalletti.

Opsi Terbatas dan Tantangan Musim Ini

Situasi semakin kompleks dengan absennya Dusan Vlahovic yang masih mengalami cedera. Penyerang asal Serbia tersebut diperkirakan baru bisa kembali merumput sekitar satu bulan ke depan. Meski demikian, masa depannya di Allianz Stadium hampir dipastikan berakhir, mengingat kontraknya habis pada Juni mendatang.

Kegagalan mendatangkan striker baru pada Januari menjadi pekerjaan rumah besar bagi manajemen Juventus. Dengan ambisi tetap bersaing di papan atas Serie A, kondisi ini menuntut fleksibilitas taktik dan manajemen rotasi yang lebih cermat.

Bursa transfer musim panas mendatang kini dipandang sebagai momen krusial. Juventus dituntut untuk akhirnya menemukan sosok penyerang yang benar-benar sesuai dengan visi Luciano Spalletti, demi menjaga daya saing dan stabilitas performa tim dalam jangka panjang.

Terkini