BRI Super League PSIM Yogyakarta Ungkap Strategi Rekrut Jop Van Der Avert

Rabu, 04 Februari 2026 | 15:48:30 WIB
BRI Super League PSIM Yogyakarta Ungkap Strategi Rekrut Jop Van Der Avert

JAKARTA - PSIM Yogyakarta bergerak aktif memanfaatkan sisa waktu bursa transfer BRI Super League 2025/2026 dengan mendatangkan bek tengah asal Belanda, Jop van der Avert. 

Langkah ini bukan sekadar menambah nama asing di dalam skuad, melainkan bagian dari perencanaan jangka pendek dan menengah yang disusun manajemen bersama tim pelatih. Kehadiran pemain berusia 25 tahun tersebut diharapkan memberi solusi konkret atas kebutuhan lini belakang Laskar Mataram.

Pengumuman resmi perekrutan Jop van der Avert dilakukan pada Selasa malam, 3 Februari 2026 WIB. Dengan bergabungnya bek kelahiran Bergen op Zoom itu, PSIM kini mengoleksi total 10 pemain asing. Jumlah tersebut menandakan keseriusan klub dalam membangun tim yang kompetitif untuk bersaing di kasta tertinggi Liga Indonesia, sekaligus menjawab tantangan ketatnya persaingan musim ini.

Dalam unggahan di akun Instagram resmi klub, PSIM menggambarkan Jop sebagai sosok bek tangguh yang kuat dalam duel dan tegas menjaga pertahanan. Manajemen menyebut transfer ini sebagai awal dari tantangan baru, sekaligus terbentuknya “dinding pertahanan” yang diharapkan mampu meningkatkan stabilitas permainan tim. Sambutan hangat itu menunjukkan ekspektasi besar terhadap kontribusi sang pemain.

Kebutuhan Lini Belakang Jadi Prioritas

Manajemen PSIM menegaskan bahwa perekrutan Jop van der Avert bukan keputusan spontan. Semua dilakukan melalui proses evaluasi menyeluruh terhadap kebutuhan tim, terutama di sektor pertahanan. Manajer PSIM, Razzi Taruna, mengungkapkan bahwa kedalaman skuad menjadi perhatian utama setelah melihat kondisi tim di beberapa laga terakhir.

“Pelatih Kepala menggarisbawahi pentingnya kedalaman skuad, terutama di lini belakang. Di beberapa game terakhir, contohnya lawan Persebaya itu kami sangat kekurangan opsi pemain di lini belakang,” ujar Razzi Taruna. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa PSIM membutuhkan tambahan pemain yang siap pakai, bukan sekadar pelapis.

Kondisi tersebut mendorong manajemen bergerak cepat mencari bek yang memiliki pengalaman dan mental bertanding kuat. Jop dinilai memenuhi kriteria tersebut karena terbiasa bermain di kompetisi Eropa dan Asia. Pengalamannya dianggap relevan untuk membantu PSIM menghadapi tekanan pertandingan di Super League yang dikenal keras dan menuntut konsistensi.

Pengalaman Internasional Jadi Nilai Tambah

Selain kebutuhan teknis, faktor pengalaman internasional menjadi pertimbangan penting dalam perekrutan Jop van der Avert. Razzi Taruna menjelaskan bahwa kualitas Jop dinilai cukup baik karena pernah bermain di Belanda dan terakhir merumput di Liga 2 Korea Selatan bersama Cheongju FC.

“Kualitas Jop menurut kami cukup baik karena dia memiliki pengalaman bermain di Belanda dan terakhir di Liga 2 Korea. Saat coach Van Gastel melatih di Liga 2 Belanda, Jop pernah bermain menghadapi tim asuhannya,” ungkap Razzi Taruna. Situasi tersebut membuat pelatih PSIM setidaknya sudah memiliki gambaran awal tentang karakter permainan Jop.

Meski demikian, manajemen mengakui bahwa pengetahuan pelatih terhadap Jop belum terlalu detail. Namun, pengalaman pernah berhadapan langsung di lapangan dianggap cukup memberi referensi awal. Hal ini diharapkan mempercepat proses adaptasi sang pemain dengan skema permainan PSIM.

Rekam Jejak Akademi Hingga Profesional

Jop van der Avert memiliki latar belakang pembinaan yang cukup panjang di Belanda. Ia menimba ilmu sepak bola di beberapa akademi ternama seperti MOC'17 Bergen op Zoom, RBC Roosendaal, dan NAC Breda sejak 2011 hingga 2019. Proses panjang tersebut membentuk dasar teknik dan pemahaman taktik yang kuat.

Pada 2020, Jop melanjutkan kariernya ke Willem II U-21 sebelum akhirnya menerima pinangan FC Dordrecht pada 7 Januari 2021. Bersama klub tersebut, ia menghabiskan empat tahun berkompetisi dan mengasah kematangan bermain di level profesional. Pengalaman ini menjadi modal penting saat ia memutuskan merantau ke Asia.

Musim 2024/2025 menjadi pengalaman baru bagi Jop ketika bergabung dengan Cheongju FC di Liga 2 Korea Selatan. Kompetisi yang dikenal memiliki tempo cepat dan fisik kuat itu memberikan tantangan berbeda bagi sang bek, sekaligus memperkaya pengalamannya di level internasional.

Catatan Penampilan di Korea Selatan

Menurut data Transfermarkt, Jop van der Avert mencatatkan 19 penampilan bersama Cheongju FC pada musim lalu dengan total 1.414 menit bermain. Dari jumlah tersebut, 17 laga di antaranya ia jalani sebagai starter. Catatan ini menunjukkan kepercayaan pelatih terhadap kemampuannya menjaga lini pertahanan.

Postur tubuh setinggi 186 cm menjadi salah satu keunggulan Jop dalam duel udara dan situasi bola mati. Selain itu, jam terbang yang cukup membuatnya dinilai mampu membaca permainan lawan dengan baik. PSIM berharap kualitas tersebut bisa langsung terlihat ketika Jop mulai turun membela Laskar Mataram.

Harapan Baru untuk PSIM Yogyakarta

Kehadiran Jop van der Avert membawa harapan besar bagi PSIM Yogyakarta untuk memperkuat lini belakang yang sempat menjadi sorotan. Manajemen dan tim pelatih optimistis bahwa adaptasi sang pemain tidak akan memakan waktu lama, mengingat pengalamannya di berbagai kompetisi.

Menarik untuk menantikan kiprah bek kelahiran 11 Mei 2000 tersebut di BRI Super League. Satu hal yang pasti, PSIM berharap Jop mampu menjadi pilar penting dalam menjaga konsistensi permainan tim dan membantu Laskar Mataram tampil lebih solid sepanjang musim.

Terkini