Kai Havertz Jadi Penentu Arsenal Singkirkan Chelsea Menuju Final EFL Cup

Rabu, 04 Februari 2026 | 13:56:08 WIB
Kai Havertz Jadi Penentu Arsenal Singkirkan Chelsea Menuju Final EFL Cup

JAKARTA - Arsenal memastikan langkah ke partai final EFL Cup setelah meraih kemenangan tipis namun krusial atas Chelsea pada leg kedua semifinal. 

Bermain di Emirates Stadium, Rabu dini hari WIB, The Gunners menang 1-0 berkat gol tunggal Kai Havertz. Hasil ini mengantarkan Arsenal unggul agregat 4-2 sekaligus mengamankan tiket ke Wembley.

Laga berlangsung dengan tensi tinggi meski minim gol. Chelsea datang dengan misi berat mengejar ketertinggalan agregat dari leg pertama. Dominasi penguasaan bola sempat menjadi milik tim tamu, namun rapatnya pertahanan Arsenal membuat upaya The Blues kerap berakhir buntu. Arsenal sendiri tampil lebih sabar, menunggu momen tepat untuk mematikan perlawanan lawan.

Permainan Hati Hati Sejak Awal

Sejak peluit awal dibunyikan, Arsenal menunjukkan pendekatan yang cukup terukur. Penguasaan bola dijaga dengan rapi, namun intensitas serangan belum terlalu agresif. Permainan lebih banyak berlangsung di lini tengah, dengan kedua tim saling membaca pergerakan lawan.

Chelsea mencoba mengambil inisiatif serangan lebih dahulu. Pada menit ke-19, peluang berbahaya pertama lahir melalui sundulan Piero Hincapie yang sedikit berbelok dan menghasilkan sepak pojok. Tak lama berselang, Hincapie kembali mengancam lewat sepakan melengkung dari sisi kanan, tetapi Robert Sanchez tampil sigap untuk menggagalkannya.

Meski Chelsea tampak lebih dominan dalam penguasaan bola, Arsenal tetap disiplin menjaga struktur pertahanan. Hingga memasuki pertengahan babak pertama, tidak banyak peluang bersih tercipta, membuat tempo pertandingan terasa datar.

Babak Pertama Minim Peluang Bersih

Memasuki setengah jam pertandingan, laga masih berjalan dengan pola yang sama. Kedua tim bermain berhati-hati, minim kreativitas di sepertiga akhir lapangan. Arsenal nyaris memecah kebuntuan pada menit ke-35 melalui situasi berbahaya di kotak penalti Chelsea.

Gabriel Martinelli mendapatkan peluang emas, namun aksi individu Malo Gusto yang melakukan blok krusial menggagalkan peluang tersebut. Skor tetap bertahan 0-0, dan Chelsea terhindar dari kebobolan di momen penting.

Menjelang akhir babak pertama, Chelsea sempat meningkatkan intensitas serangan. Enzo Fernandez melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti, memaksa Kepa Arrizabalaga bekerja keras. Kiper Arsenal tersebut tampil sigap menepis bola, memastikan skor imbang tanpa gol hingga turun minum.

Babak Kedua Masih Terkontrol

Memasuki babak kedua, pola permainan tidak banyak berubah. Arsenal dan Chelsea sama-sama terlihat enggan mengambil risiko besar. Kedua pelatih tampak masih menjaga keseimbangan tim, menghindari kesalahan yang bisa berakibat fatal.

Chelsea beberapa kali mencoba peruntungan melalui tembakan jarak jauh. Enzo Fernandez dan Marc Cucurella bergantian melepaskan percobaan dari luar kotak penalti, namun akurasi menjadi kendala utama. Arsenal, di sisi lain, tetap fokus bertahan sambil sesekali melancarkan serangan balik cepat.

Situasi ini membuat laga berjalan dalam tempo sedang. Chelsea terus berusaha membongkar pertahanan tuan rumah, tetapi lini belakang Arsenal tampil solid dan disiplin, mematahkan berbagai upaya yang datang.

Momen Penentu Kai Havertz

Drama puncak akhirnya hadir di masa injury time. Saat Chelsea terlalu asyik menyerang demi mencetak gol, Arsenal memanfaatkan celah melalui serangan balik cepat. Declan Rice menjadi aktor penting dengan mengirimkan umpan matang ke arah Kai Havertz.

Havertz yang berdiri bebas dengan tenang menaklukkan Robert Sanchez. Gol tersebut memastikan kemenangan 1-0 bagi Arsenal sekaligus mengunci keunggulan agregat 4-2. Emirates Stadium pun bergemuruh menyambut kepastian tiket final EFL Cup.

Gol ini menjadi simbol efektivitas Arsenal. Meski tidak mendominasi permainan, The Gunners mampu memanfaatkan satu peluang krusial untuk mengakhiri perlawanan rival sekota mereka.

Arsenal Jaga Konsistensi Menuju Final

Keberhasilan Arsenal melangkah ke final EFL Cup menunjukkan konsistensi tim asuhan Mikel Arteta dalam menghadapi laga-laga penting. Pertahanan solid, kedisiplinan taktik, serta efektivitas di momen krusial menjadi kunci keberhasilan mereka.

Bagi Chelsea, hasil ini menjadi pukulan telak. Dominasi penguasaan bola tidak cukup untuk mengimbangi ketajaman Arsenal. The Blues harus kembali mengevaluasi penyelesaian akhir yang kerap menjadi masalah di laga-laga besar.

Arsenal kini menatap partai final dengan kepercayaan diri tinggi. Performa kolektif yang stabil serta kontribusi pemain kunci seperti Kai Havertz memberi modal penting untuk berburu gelar di Wembley.

Susunan Pemain Kedua Tim

Arsenal tampil dengan formasi 4-3-3. Kepa Arrizabalaga mengawal gawang, didukung Piero Hincapie, Gabriel Magalhaes, William Saliba, dan Jurrien Timber di lini belakang. Lini tengah diisi Declan Rice, Martin Zubimendi, dan Eberechi Eze, sementara lini depan dipercayakan kepada Gabriel Martinelli, Viktor Gyokeres, dan Noni Madueke. Mikel Arteta bertindak sebagai pelatih.

Chelsea menurunkan formasi 3-5-2. Robert Sanchez berada di bawah mistar, dengan Jorrel Hato, Trevoh Chalobah, dan Wesley Fofana di lini belakang. Marc Cucurella, Enzo Fernandez, Andrey Santos, Moises Caicedo, serta Malo Gusto mengisi lini tengah. Duet penyerang diisi Joao Pedro dan Liam Delap, dengan Liam Rosenior sebagai pelatih.

Dengan hasil ini, Arsenal resmi melangkah ke final EFL Cup dan menjaga asa meraih trofi musim ini, sementara Chelsea harus mengubur mimpi mereka di kompetisi tersebut.

Terkini