Moratelindo Belum Berencana Tambah Kapasitas Data Center Tahun Ini

Selasa, 20 Januari 2026 | 09:21:16 WIB
Moratelindo Belum Berencana Tambah Kapasitas Data Center Tahun Ini

JAKARTA - PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) atau Moratelindo memastikan tidak akan menambah kapasitas data center pada tahun 2026. 

Meski demikian, perusahaan akan menyesuaikan kapasitas layanan sesuai kebutuhan trafik pelanggan. Langkah ini bagian dari strategi pengelolaan infrastruktur digital yang berkelanjutan dan terintegrasi. Fokus utama tetap pada efisiensi pemanfaatan kapasitas di enam lokasi data center mereka.

Pengelolaan kapasitas dilakukan secara berkelanjutan dan terintegrasi. Deputy Chief Digital Transformation Officer, Hasanuddin Farid, menyebut pengaturan kapasitas disesuaikan dengan proyeksi kebutuhan trafik pelanggan serta tingkat pemakaian layanan. Keenam data center yang dikelola berada di Jakarta, Batam, Medan, Palembang, Surabaya, dan Denpasar. Strategi ini memastikan infrastruktur tetap optimal tanpa perlu penambahan fasilitas baru.

Farid menegaskan, data center Moratelindo tidak hanya berfungsi sebagai penyimpanan, tetapi juga memperkuat jaringan backbone dan akses. Infrastruktur ini memungkinkan perusahaan menyediakan layanan end-to-end bagi pelanggan korporasi maupun ritel. Pendekatan ini memastikan konektivitas stabil dan mendukung pertumbuhan bisnis digital nasional. Sistem yang terintegrasi juga mempermudah pemantauan dan penyesuaian kapasitas secara real-time.

Selain itu, kapasitas data center nasional menjadi perhatian pemerintah. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menargetkan kapasitas pusat data nasional mencapai 2,81 watt per kapita pada 2026. Angka ini meningkat signifikan dari target 2025 sebesar 1,47 watt per kapita. Target ini tercantum dalam Rencana Strategis (Renstra) Komdigi 2025–2029. Peningkatan kapasitas ini penting untuk mendukung transformasi digital di berbagai sektor.

Perkembangan Target Kapasitas Nasional

Renstra Komdigi menetapkan pertumbuhan kapasitas pusat data per kapita secara bertahap hingga 2029. Dari target 2,81 watt per kapita pada 2026, kapasitas direncanakan meningkat menjadi 4,18 watt pada 2027. Pada 2028, target kapasitas mencapai 5,53 watt per kapita, dan pada 2029 diproyeksikan sebesar 6,87 watt per kapita. Dengan demikian, dalam lima tahun, kapasitas pusat data nasional akan meningkat hampir lima kali lipat.

Sementara itu, Indonesia Data Center Provider Organization (IDPRO) mencatat kapasitas data center yang terinstal saat ini masih di bawah 1 watt per kapita. Ketua IDPRO, Hendra Suryakusuma, menekankan bahwa kapasitas ini belum sebanding dengan kebutuhan ekonomi digital yang terus tumbuh. Ia menyebut percepatan pengembangan data center dan dukungan regulasi yang sistematis menjadi sangat penting.

Hendra menambahkan, sebagian besar kapasitas pusat data nasional masih berada di private data center yang tersebar di Jabodetabek dan Batam. Kondisi ini menunjukkan perlunya pembangunan data center di wilayah lain untuk memenuhi permintaan yang meningkat. Menurutnya, target peningkatan kapasitas yang dicanangkan Komdigi cukup ambisius namun sejalan dengan arah transformasi digital.

Efisiensi Pengelolaan Data Center Moratelindo

Meski tidak menambah kapasitas, Moratelindo tetap fokus pada efisiensi pengelolaan infrastruktur. Dengan memantau trafik dan tingkat utilisasi layanan, perusahaan dapat menyesuaikan kapasitas sesuai kebutuhan. Strategi ini memungkinkan pemanfaatan optimal tanpa harus membangun fasilitas baru. Sistem ini juga menjaga kualitas layanan bagi pelanggan korporasi maupun ritel.

Farid menekankan pentingnya pendekatan terintegrasi dalam pengelolaan data center. Infrastruktur yang terkoordinasi memungkinkan perusahaan merespons lonjakan kebutuhan secara cepat. Strategi ini juga memastikan jaringan tetap stabil dan aman. Dengan pengelolaan yang berkelanjutan, perusahaan dapat memaksimalkan investasi infrastruktur digital yang ada.

Efisiensi ini menjadi kunci dalam menghadapi transformasi digital nasional. Pendekatan Moratelindo menunjukkan bahwa penambahan kapasitas bukan satu-satunya cara memenuhi kebutuhan pelanggan. Dengan sistem pemantauan dan penyesuaian dinamis, perusahaan mampu menghadirkan layanan yang responsif dan handal. Hal ini juga membantu mendukung pertumbuhan ekonomi digital secara luas.

Pertumbuhan Kebutuhan Digital dan Infrastruktur

Pertumbuhan kebutuhan komputasi nasional terus meningkat, terutama dengan adopsi AI, cloud, IoT, dan big data. Teknologi ini mendorong permintaan kapasitas data center yang lebih besar. Moratelindo menekankan pemanfaatan optimal kapasitas yang ada untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Strategi ini juga menjaga efisiensi operasional dan mengurangi risiko biaya berlebih.

Pengelolaan data center yang efisien berperan dalam memperkuat ekosistem digital nasional. Dengan sistem yang memonitor trafik pelanggan, perusahaan dapat merespons permintaan secara tepat waktu. Hal ini penting agar layanan digital tetap andal dan berkualitas. Moratelindo tetap berkomitmen mendukung transformasi digital tanpa menambah kapasitas baru tahun ini.

Kesiapan infrastruktur menjadi elemen penting dalam menyediakan layanan end-to-end. Dengan strategi efisiensi, Moratelindo tetap mampu bersaing di era digital. Pendekatan ini memastikan perusahaan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi digital nasional. Infrastruktur data center yang optimal juga menjadi fondasi kuat untuk adopsi teknologi modern di berbagai sektor.

Secara keseluruhan, meskipun tidak menambah kapasitas, Moratelindo tetap menjaga kualitas layanan. Langkah ini selaras dengan target nasional untuk meningkatkan kapasitas pusat data. Dukungan pemerintah dan regulasi menjadi faktor penting dalam pengembangan infrastruktur digital. Dengan pengelolaan yang berkelanjutan, Moratelindo memaksimalkan pemanfaatan fasilitas yang ada sambil mendukung pertumbuhan ekonomi digital.

Terkini