Aksi Borong Taipan Dorong Saham Grup Barito Melesat di Perdagangan Bursa

Senin, 19 Januari 2026 | 13:56:52 WIB
Aksi Borong Taipan Dorong Saham Grup Barito Melesat di Perdagangan Bursa

JAKARTA - Pergerakan saham emiten Grup Barito menjadi sorotan pada perdagangan Senin, 19 Januari 2026. 

Sejak awal sesi, sejumlah saham dalam kelompok usaha ini menunjukkan lonjakan signifikan yang menarik perhatian pelaku pasar. Kenaikan tersebut tidak lepas dari aksi akumulasi saham yang dilakukan oleh pengendali perusahaan, sehingga memicu sentimen positif di kalangan investor ritel maupun institusi.

Aksi beli saham oleh pemilik kendali kerap ditafsirkan sebagai sinyal optimisme terhadap prospek jangka panjang perusahaan. Dalam konteks ini, langkah yang diambil Prajogo Pangestu di dua emiten utama Grup Barito menjadi katalis penting yang menggerakkan harga saham secara agresif di pasar.

Lonjakan Saham Grup Barito di Bursa

Mengutip data Bursa Efek Indonesia, pada pukul 11.36 WIB, saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) melambung 9,73 persen ke level Rp2.020 per unit. Kenaikan tajam ini menempatkan CUAN sebagai salah satu saham dengan performa terbaik pada perdagangan hari itu. Investor terlihat aktif melakukan transaksi seiring meningkatnya minat beli.

Saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) juga mencatatkan penguatan signifikan. Emiten ini naik 5,30 persen ke posisi Rp2.980 per unit. Selain itu, PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) turut mengalami kenaikan 5,57 persen ke level Rp1.610 per unit, menegaskan sentimen positif yang merata di Grup Barito.

Tidak hanya itu, saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) ikut menguat sebesar 4,12 persen ke posisi Rp6.950 per unit. Penguatan ini mencerminkan respons pasar terhadap aksi korporasi yang dilakukan oleh pengendali, meskipun tidak semua saham Grup Barito bergerak searah.

Pergerakan Saham yang Berbeda Arah

Di tengah reli sejumlah saham, terdapat pula emiten yang bergerak melemah. Saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) tercatat turun 0,77 persen pada perdagangan hari itu. Penurunan ini terjadi meskipun emiten tersebut juga menjadi sasaran aksi beli saham oleh pengendali.

Selain BREN, saham PT Petrosea Tbk (PTRO) juga mengalami koreksi tipis sebesar 0,39 persen. Perbedaan arah pergerakan ini menunjukkan bahwa respons pasar tidak selalu seragam, meskipun berada dalam satu kelompok usaha yang sama.

Kondisi tersebut mencerminkan dinamika pasar yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari likuiditas, valuasi, hingga ekspektasi investor terhadap kinerja masing-masing emiten. Namun demikian, fokus utama pasar tetap tertuju pada aksi akumulasi saham yang dilakukan oleh pemilik kendali.

Aksi Prajogo Pangestu Tambah Kepemilikan

Prajogo Pangestu, yang tercatat sebagai pengendali CUAN sekaligus BREN, diketahui menambah kepemilikan saham di kedua emiten tersebut pada 15 Januari 2026. Informasi ini menjadi pemicu utama lonjakan harga saham di pasar reguler.

Pada CUAN, Prajogo Pangestu membeli sekitar 3,5 juta saham dengan harga rata-rata Rp1.871 per unit. Nilai transaksi ini mencapai sekitar Rp6,5 miliar. Aksi tersebut meningkatkan porsi kepemilikan langsungnya di CUAN dari sebelumnya 84,076 persen menjadi 84,079 persen.

Meskipun secara persentase peningkatan kepemilikan terlihat kecil, pasar menilai langkah ini sebagai sinyal kepercayaan terhadap fundamental dan prospek bisnis CUAN. Hal ini kemudian direspons positif oleh investor dengan aksi beli lanjutan di pasar.

Penambahan Saham di Barito Renewables Energy

Selain CUAN, Prajogo Pangestu juga melakukan akumulasi saham di PT Barito Renewables Energy Tbk. Di emiten ini, ia mengakuisisi sebanyak 1 juta saham dengan harga rata-rata Rp9.608 per unit. Total nilai transaksi tersebut mencapai sekitar Rp9,6 miliar.

Setelah transaksi tersebut, kepemilikan langsung Prajogo Pangestu di BREN meningkat tipis dari 0,104 persen menjadi 0,105 persen. Meski porsinya relatif kecil, langkah ini tetap dipandang strategis oleh pelaku pasar, mengingat sektor energi terbarukan memiliki prospek jangka panjang yang menjanjikan.

Sebelumnya, Prajogo Pangestu juga tercatat membeli 1,33 juta saham BREN pada 13 Januari 2026. Transaksi itu dilakukan dengan harga rata-rata sekitar Rp8.930 per saham, sehingga total nilai pembelian mencapai kurang lebih Rp11,9 miliar.

Sinyal Optimisme Prospek Jangka Panjang

Aksi borong saham oleh pengendali dinilai mencerminkan keyakinan terhadap prospek jangka panjang perusahaan. Investor umumnya memandang langkah ini sebagai indikasi bahwa manajemen dan pemilik utama memiliki pandangan positif terhadap kinerja dan arah bisnis ke depan.

Dalam kasus Grup Barito, sentimen ini diperkuat oleh rencana dan perkembangan proyek-proyek strategis yang tengah dijalankan. Sektor energi dan sumber daya alam yang menjadi fokus utama grup usaha ini masih memiliki potensi pertumbuhan yang besar, terutama di tengah transisi energi global.

Kondisi tersebut membuat saham-saham Grup Barito tetap menjadi perhatian, meskipun volatilitas pasar masih tinggi. Investor cenderung mencermati setiap informasi terkait aksi korporasi dan pengembangan bisnis sebagai dasar pengambilan keputusan.

Pengembangan Proyek Panas Bumi BREN

Sebelumnya, sebuah media ekonomi dan bisnis melaporkan bahwa BREN melalui anak usahanya, Star Energy Geothermal Indonesia, telah mengonfirmasi potensi pembangkitan listrik sekitar 55 hingga 60 megawatt. Potensi tersebut berasal dari kegiatan eksplorasi panas bumi di Gunung Hamiding, Kabupaten Halmahera Utara.

Direktur Utama BREN, Hendra Soetjipto Tan, menyatakan bahwa rampungnya tahap eksplorasi tersebut menjadi landasan penting bagi pengembangan proyek panas bumi perseroan di wilayah Halmahera. Proyek ini diharapkan dapat mendukung penguatan portofolio energi terbarukan BREN.

Pengembangan panas bumi tersebut juga sejalan dengan tren global menuju energi bersih dan berkelanjutan. Dengan adanya proyek ini, BREN diproyeksikan memiliki peluang untuk meningkatkan kapasitas pembangkitan dan kontribusi terhadap bauran energi nasional.

Secara keseluruhan, kombinasi antara aksi akumulasi saham oleh pengendali dan prospek bisnis yang menjanjikan menjadi faktor utama yang mendorong pergerakan saham Grup Barito. Investor pun akan terus mencermati perkembangan selanjutnya sebagai bahan pertimbangan dalam strategi investasi mereka.

Terkini