Liverpool Kembali Tertahan Arne Slot Akui Frustrasi Fans Usai Imbang Burnley Anfield

Minggu, 18 Januari 2026 | 10:48:36 WIB
Liverpool Kembali Tertahan Arne Slot Akui Frustrasi Fans Usai Imbang Burnley Anfield

JAKARTA - Kekecewaan kembali menyelimuti Anfield ketika Liverpool gagal mengamankan kemenangan kandang. 

Harapan meraih tiga poin pupus setelah pertandingan berakhir imbang, memperpanjang catatan hasil kurang maksimal di depan pendukung sendiri. Situasi ini membuat emosi suporter meluap, terlihat dari reaksi di tribune saat laga usai. Bagi Arne Slot, atmosfer tersebut bukan bentuk penolakan, melainkan luapan rasa frustrasi yang ia pahami sepenuhnya.

Pelatih asal Belanda itu menegaskan bahwa dirinya merasakan emosi yang sama dengan para pendukung. Menurutnya, hasil imbang melawan tim promosi jelas bukan target Liverpool musim ini. Slot menilai wajar jika suporter merasa kecewa, karena standar klub menuntut kemenangan di laga-laga seperti ini. Ia bahkan menegaskan bahwa ketidakpuasan justru menunjukkan besarnya ekspektasi terhadap tim.

Frustrasi yang dirasakan bersama

Arne Slot tidak menutup mata terhadap reaksi dari tribun Anfield. Ia menyebut suara yang terdengar di akhir laga bukan siulan bernada negatif, melainkan ekspresi kekecewaan yang manusiawi. Slot mengaku dirinya berada di posisi yang sama dengan para fans, merasakan ketidakpuasan atas hasil akhir. Ia menilai, jika sebuah klub seperti Liverpool tidak kecewa saat bermain imbang di kandang, maka ada masalah yang jauh lebih besar.

"Di kepala saya, itu bukan siulan, melainkan bentuk frustrasi," ujar Slot.
"Jika Anda, sebagai Liverpool, tidak kecewa bermain imbang di kandang melawan Burnley maka ada sesuatu yang benar-benar salah."
"Saya sepenuhnya memahami frustrasi itu. Saya merasakan frustrasi yang sama, dan para pemain jelas merasakan frustrasi yang sama seperti para penggemar."

Bagi Slot, pernyataan tersebut mencerminkan empatinya terhadap publik Anfield. Ia ingin menegaskan bahwa staf pelatih dan pemain tidak kebal kritik, dan mereka menyadari tuntutan besar yang melekat pada klub.

Dominasi permainan yang tak berbuah maksimal

Jika menilik jalannya pertandingan, Liverpool sejatinya tampil dominan hampir sepanjang laga. Burnley hanya mampu mencetak gol dari satu-satunya tembakan tepat sasaran mereka. Sementara itu, The Reds mengurung pertahanan lawan dengan tekanan konstan dan penguasaan bola yang signifikan. Statistik pertandingan bahkan menunjukkan dominasi mutlak yang jarang berujung tanpa kemenangan.

Liverpool mencatat 76 sentuhan di kotak penalti lawan, melepaskan 32 tembakan, dengan 11 di antaranya mengarah ke gawang. Nilai expected goals yang mencapai 2,95 mempertegas betapa besarnya peluang yang terbuang. Sepanjang sejarah Premier League, hanya tiga kali Liverpool melepaskan tembakan sebanyak itu tanpa mampu meraih kemenangan.

"Saya setuju kami seharusnya memenangkan pertandingan ini," kata Slot kepada Match of the Day.
"Dari sisi penciptaan peluang, hampir tidak ada lagi yang bisa saya minta. Kami menguasai bola, tetapi saya masih ingin kami bisa menciptakan lebih banyak."

Intensitas meningkat namun hasil tak berubah

Memasuki babak kedua, Liverpool tampak semakin agresif dan percaya diri. Gol Florian Wirtz di paruh pertama membuat publik Anfield yakin kemenangan hanya tinggal menunggu waktu. Intensitas permainan meningkat, dengan pergerakan pemain yang lebih dinamis di belakang garis pertahanan Burnley. Lantunan khas dari tribun Kop menggema, mencerminkan keyakinan bahwa tim sedang berada di jalur yang benar.

Peluang demi peluang tercipta, termasuk kesempatan Wirtz yang nyaris menggandakan gol dan peluang Cody Gakpo yang harus digagalkan di garis gawang. Namun, efektivitas menjadi masalah utama. Di tengah dominasi tersebut, Burnley justru mampu mencuri momen dan menyamakan kedudukan lewat Marcus Edwards, membuat suasana stadion mendadak sunyi.

"Saya tidak akan mengatakan kami lengah, tetapi kami gagal mengalirkan bola keluar dari lini belakang," aku Slot.
"Itu bagian dari sepak bola. Ini merangkum sebagian besar musim kami, dan hari ini adalah contoh lainnya."

Momen krusial yang memicu kekecewaan

Kegagalan Dominik Szoboszlai mengeksekusi penalti di babak pertama menjadi salah satu titik balik pertandingan. Gol tambahan pada momen itu diyakini bisa mengubah alur laga secara signifikan. Meski demikian, Slot menolak menjadikan satu kejadian sebagai kambing hitam. Ia menegaskan Liverpool seharusnya sudah mengunci kemenangan jauh sebelum Burnley mencetak gol balasan.

"Ini bukan pertama kalinya," katanya.
"Biasanya memang membuat frustrasi. Bentuknya berbeda-beda. Kadang kami mencetak gol di injury time dan merasa akan menang, lalu kebobolan lagi di injury time."
"Dalam sepak bola, satu tim bisa memiliki dua peluang dan mencetak satu gol, sementara tim lain memiliki banyak peluang dan juga hanya mencetak satu gol."

Rangkaian hasil imbang ini membuat catatan 12 laga tanpa kekalahan terasa kurang manis. Empat hasil imbang liga beruntun, dengan beberapa di antaranya terjadi saat Liverpool unggul atau tampil dominan, menjadi sumber kekecewaan tersendiri.

Menanti kembalinya pembeda di lini depan

Di tengah situasi ini, Liverpool mendapat secercah harapan dengan kembalinya Mohamed Salah dalam waktu dekat. Kehadiran penyerang andalan tersebut diyakini bisa menjadi solusi atas masalah efektivitas yang belakangan menghantui tim. Slot menyadari bahwa terlalu banyak poin terbuang di laga-laga yang seharusnya bisa dimenangkan.

"Kami kehilangan terlalu banyak poin saat sebenarnya tidak pantas kehilangan poin, dan hampir tidak pernah mendapatkan poin saat kami pantas mendapat lebih sedikit," ujar Slot.
"Satu-satunya pihak yang harus disalahkan adalah diri kami sendiri."

Dengan agenda tandang yang menanti, kembalinya Salah diharapkan menjadi suntikan moral dan kualitas. Liverpool kini dituntut segera menemukan kembali ketajaman dan konsistensi, agar frustrasi di Anfield tidak terus berulang dan ambisi musim ini tetap terjaga.

Terkini