BMKG Waspadai Cuaca Ekstrem di Indonesia Minggu Depan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 15:32:18 WIB
BMKG Waspadai Cuaca Ekstrem di Indonesia Minggu Depan

JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan masyarakat Indonesia terkait potensi cuaca ekstrem sepanjang 17-22 Januari 2026. 

Hujan lebat dan angin kencang diperkirakan dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah.

BMKG menyebut, kondisi cuaca ini dipengaruhi oleh dinamika atmosfer di skala global, regional, dan lokal. La Niña lemah, suhu muka laut hangat, serta aktivitas Madden–Julian Oscillation (MJO) turut memperkuat pertumbuhan awan hujan di beberapa daerah, khususnya di wilayah timur Indonesia.

Selain itu, gelombang ekuator, Gelombang Kelvin, dan Gelombang Rossby aktif di Samudra Hindia hingga Papua, meningkatkan konvektivitas udara. Kondisi ini menjadi salah satu faktor utama potensi hujan lebat di Sumatera, Kalimantan, Maluku Utara, dan Papua selama sepekan mendatang.

Dampak Siklon Tropis dan Bibit Cuaca Baru

BMKG juga mencatat keberadaan Siklon Tropis Nokaen di Laut Filipina utara Maluku Utara. Dengan kecepatan angin maksimum 35 knot, siklon ini memengaruhi pola angin yang meningkatkan risiko cuaca ekstrem di wilayah utara Indonesia bagian Timur.

Selain itu, Bibit 96S yang bergerak persisten di perairan barat Sumatera hingga Papua Barat, memicu konvergensi udara. Fenomena ini meningkatkan pertumbuhan awan hujan di sekitar sirkulasi siklonik serta sepanjang daerah konvergensi/konfluensi tersebut.

Pengaruh kedua sistem ini menjelaskan mengapa potensi hujan lebat dan angin kencang meluas di berbagai provinsi. Masyarakat dihimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terutama di kawasan yang berada di jalur sirkulasi udara aktif.

Peningkatan Cold Surge dari Benua Asia

BMKG mengungkapkan adanya seruan dingin (cold surge) dari Benua Asia yang diproyeksikan masuk ke wilayah Indonesia. Perbedaan tekanan udara dari Gushi yang tinggi dan kecepatan angin di Laut China Selatan mempercepat masuknya monsun Asia.

Fenomena ini diperkuat nilai CENS signifikan, yang membuat angin dingin menembus ekuator melalui Selat Karimata. Dampaknya terasa di wilayah Selatan Indonesia, termasuk Sumatera Bagian Selatan dan Pulau Jawa, meningkatkan potensi hujan lebat dan angin kencang.

Perlu dicatat, pengaruh cold surge juga dapat menambah risiko banjir dan tanah longsor di wilayah rawan, sehingga kesiapsiagaan pemerintah daerah dan masyarakat menjadi kunci mitigasi bencana.

Prakiraan Hujan dan Angin per Wilayah

Periode 17-18 Januari 2026, BMKG memprakirakan hujan ringan hingga lebat akan terjadi di Sumatera Barat, Riau, Jambi, Kep. Bangka Belitung, Lampung, NTT, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, dan Papua. Hujan lebat disertai kilat/petir diprediksi terjadi di Jawa, Sumatera Selatan, dan Maluku.

Angin kencang diperkirakan terjadi di Kep. Bangka Belitung, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, DK Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Bali, NTB, NTT, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Maluku, Maluku Utara, Papua Selatan, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Papua Barat, dan Papua Tengah.

Sementara periode 19-22 Januari, cuaca masih didominasi hujan ringan hingga lebat. Hujan intensitas sedang diperkirakan terjadi di Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Banten, DK Jakarta, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Bali, NTB, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, Papua Pegunungan, Papua, dan Papua Selatan.

Hujan lebat hingga sangat lebat berpotensi terjadi di Jawa Barat, Jawa Timur, NTT, dan Sulawesi Selatan. Angin kencang tetap menjadi ancaman di Sumatera Selatan, Kep. Bangka Belitung, Lampung, Banten, DK Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.

Waspada dan Siaga Masyarakat di Seluruh Wilayah

BMKG mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada, terutama di wilayah rawan banjir dan longsor. Pemerintah daerah diminta memperkuat koordinasi mitigasi bencana serta memastikan sarana peringatan dini berjalan optimal.

Informasi cuaca lebih detail bisa diakses melalui website resmi BMKG, aplikasi mobile infoBMKG, maupun media sosial @infoBMKG. Upaya ini diharapkan membantu masyarakat mengambil langkah antisipatif, meminimalkan risiko, dan menjaga keselamatan selama periode cuaca ekstrem.

Terkini