Prabowo

Instruksi Khusus Prabowo ke Zulhas Jaga Stabilitas Pangan Lebaran

Instruksi Khusus Prabowo ke Zulhas Jaga Stabilitas Pangan Lebaran
Instruksi Khusus Prabowo ke Zulhas Jaga Stabilitas Pangan Lebaran

JAKARTA - Menjelang Hari Raya Idul Fitri, perhatian pemerintah tertuju pada satu hal krusial, yakni ketersediaan dan harga bahan pokok. 

Momentum Ramadan hingga Lebaran kerap diiringi lonjakan permintaan pangan. Karena itu, langkah antisipatif dilakukan agar masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan dengan harga terjangkau.

Presiden Prabowo Subianto memanggil Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan di Istana Merdeka, Jakarta, Senin. Pertemuan tersebut membahas kesiapan pemerintah menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan selama Ramadan dan menjelang Idul Fitri.

Zulkifli Hasan atau Zulhas menyampaikan bahwa dirinya mendapat instruksi langsung untuk memastikan kondisi pasar tetap terkendali. Fokusnya adalah menjaga stok aman dan harga tidak melonjak. Pemerintah juga menekankan pengawasan menyeluruh di lapangan.

Instruksi Langsung Presiden Terkait Pangan

Zulhas mengaku dirinya diperintahkan Presiden Prabowo untuk memastikan ketersediaan dan keterjangkauan bahan pokok bagi masyarakat, khususnya menjelang Hari Raya Idul Fitri. Ia menegaskan pengawasan harus dilakukan secara ketat.

"Ya kita memastikan bulan puasa, mau Lebaran ini harus stok pangan dimonitor secara ketat," kata dia kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin.

Menurut Zulhas, Prabowo memberikan instruksi langsung agar pengawasan dilakukan secara menyeluruh di lapangan. Pemerintah tidak ingin ada celah yang memicu kelangkaan atau kenaikan harga berlebihan.

Prabowo juga memerintahkan Zulhas untuk berkeliling memastikan berbagai program prioritas berjalan optimal. Langkah ini dilakukan agar kebijakan benar benar dirasakan masyarakat.

"Saya diperintah untuk keliling memastikan pangan, MBG, Kopdes, kemudian pengelolaan sampah berlangsung dengan baik. Dan tentu sembako, puasa dan Lebaran ini harus tersedia, terjangkau, dan harga tidak boleh naik," jelas dia.

Hasil Sidak Pasar Di Sejumlah Daerah

Sebelumnya, pemerintah memastikan harga bahan pangan pokok masih relatif stabil menjelang pertengahan Ramadan. Berdasarkan hasil inspeksi mendadak di sejumlah kota besar dalam sepekan terakhir, stok dinilai aman dan harga terkendali hingga Idulfitri.

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional Bapanas I Gusti Ketut Astawa menyampaikan bahwa secara umum kondisi pasar cukup terjaga.

"Saya rasa semua pangan pokok stabil. Stok aman. Walau memang harga bervariasi, tapi kecenderungannya kita lihat sudah mulai stabil dan menurun," ujar Ketut dalam keterangan resmi, Sabtu.

Dalam sidak di Pasar Senen, Jakarta, Kamis, mayoritas komoditas strategis tercatat berada dalam rentang Harga Eceran Tertinggi dan Harga Acuan Penjualan.

Harga daging sapi segar berkisar Rp130.000–Rp140.000 per kilogram, daging ayam Rp40.000 per kilogram, dan cabai rawit merah turun dari Rp110.000 menjadi Rp100.000 per kilogram. Sementara harga telur ayam berada di kisaran Rp29.000 hingga Rp30.500 per kilogram.

Kondisi serupa juga ditemukan dalam sidak di Pasar Palimo, Palembang, Sumatra Selatan, Selasa . Bapanas bersama Satgas Saber Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan mendapati harga sejumlah komoditas sesuai Harga Acuan Penjualan.

Di antaranya daging ayam Rp39.000 per kilogram, daging sapi segar Rp140.000 per kilogram, Minyakita Rp15.700 per kemasan, serta bawang merah Rp40.000 per kilogram.

Intervensi Pemerintah Jaga Daya Beli

Meski harga relatif stabil, pemerintah tetap menyiapkan intervensi untuk menjaga daya beli masyarakat. Langkah ini penting agar kelompok berpenghasilan rendah tetap mampu memenuhi kebutuhan pokok.

Salah satunya melalui program bantuan pangan berupa beras 10 kilogram dan minyak goreng 2 liter bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Program ini akan digulirkan secara luas.

"Bantuan pangan nanti akan didorong di tahun ini, ada 33,2 juta KPM Keluarga Penerima Manfaat, akan diberikan di bulan Maret. Ini kita siapkan semua," imbuh Ketut.

Langkah tersebut menunjukkan komitmen pemerintah menjaga stabilitas tidak hanya dari sisi pasokan, tetapi juga aksesibilitas bagi masyarakat.

Pemantauan Harga Di Semarang

Pemantauan juga dilakukan di Semarang, Jawa Tengah. Perum Bulog melakukan sidak di Pasar Johar, Pasar Kepanjen, dan Pasar Kanjengan pada Jumat (27/2).

Hasilnya, harga beras premium tercatat Rp14.900 per kilogram, beras medium Rp13.500 per kilogram, dan beras SPHP Rp12.500 per kilogram, seluruhnya sesuai Harga Eceran Tertinggi.

Beberapa komoditas bahkan mengalami penurunan harga. Daging sapi turun dari Rp140.000 menjadi Rp130.000 per kilogram, sementara daging ayam dari Rp40.000 menjadi Rp35.000 per kilogram. Harga cabai merah juga berada di kisaran Rp32.000 per kilogram.

Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani berharap stabilitas harga dapat terus terjaga hingga Lebaran.

“Kita memiliki pengalaman menjaga stabilitas harga pada periode Natal dan Tahun Baru lalu. Diharapkan selama Ramadan dan saat Idulfitri nanti kondisi juga tetap stabil. Kami ingin memastikan masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang wajar dan sesuai ketentuan,” ujarnya.

Melalui pengawasan ketat, sidak pasar, serta program bantuan pangan, pemerintah berupaya memastikan Ramadan dan Idul Fitri berlangsung tanpa gejolak harga. Instruksi Presiden menjadi penegasan bahwa stabilitas pangan adalah prioritas utama menjelang Lebaran.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index