Prabowo

Prabowo Pimpin Pemakaman Wapres Ke-6 Try Sutrisno TMP Kalibata

Prabowo Pimpin Pemakaman Wapres Ke-6 Try Sutrisno TMP Kalibata
Prabowo Pimpin Pemakaman Wapres Ke-6 Try Sutrisno TMP Kalibata

JAKARTA - Suasana duka menyelimuti Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta, saat Presiden Prabowo Subianto memimpin upacara pemakaman Wapres ke-6 Try Sutrisno. 

Prosesi berlangsung dengan protokol militer yang khidmat dan dihadiri pejabat negara serta tokoh penting.

Jenazah almarhum tiba di TMP Kalibata pukul 13.18 WIB setelah diserahkan keluarga kepada negara di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta Pusat. Peti jenazah yang diselimuti bendera Merah Putih diangkat oleh anggota TNI dan diiringi Prabowo serta Wapres Gibran Rakabuming dari belakang.

Try Sutrisno dimakamkan di Blok M131, area yang juga menjadi tempat peristirahatan beberapa tokoh nasional, termasuk BJ Habibie beserta istri Hasri Ainun Besari, Ani Yudhoyono, dan Pramono Edhi Wibowo. Pemakaman ini menandai penghormatan terakhir bagi mantan Wapres yang juga berlatar belakang militer.

Prosesi Pemakaman Berjalan Khidmat

Upacara dibuka dengan laporan dari Komandan Upacara Kolonel Inf Beni Angga sebagai Wakil Asren Kopassus kepada Prabowo yang bertindak sebagai inspektur upacara. Acara dilanjutkan pembacaan riwayat hidup almarhum dan apel persada sebagai penghormatan terakhir.

"Semoga jalan darma bakti yang ditempuhnya dapat menjadi suri tauladan bagi kita semua dan arwahnya mendapat tempat yang terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Besar," ucap Prabowo dalam sambutannya.

Peti jenazah diturunkan ke liang lahad disertai penghormatan militer. Suasana haru tampak ketika para pejabat kabinet dan tokoh nasional hadir memberi penghormatan. Kehadiran Menlu Sugiono, Seskab Teddy Indra Wijaya, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, dan Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan memperlihatkan rasa hormat tinggi terhadap almarhum.

Tokoh Nasional Hadir di TMP Kalibata

Selain pejabat kabinet, mantan Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Wapres ke-11 Boediono, dan Wapres ke-10 serta ke-12 Jusuf Kalla juga hadir. Kehadiran mereka menegaskan posisi Try Sutrisno sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah pemerintahan Indonesia.

Try Sutrisno dikenal sebagai Wapres ke-6 RI pada periode 1993 hingga 1998 mendampingi Presiden Soeharto. Latar belakang militernya menjadi ciri khas kepemimpinannya, setelah menempuh pendidikan di Akademi Teknik Angkatan Darat dan lulus pada 1959.

Karier militernya meliputi jabatan Kepala Staf Angkatan Darat 1986–1988, Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia 1988–1993, sebelum akhirnya terpilih sebagai Wakil Presiden. Prestasi tersebut menegaskan dedikasinya dalam bidang pertahanan dan pemerintahan.

Perjalanan Hidup dan Keluarga

Try Sutrisno lahir di Surabaya pada 1935 dan menikah dengan Tuti Sutiawati pada 1961. Pasangan ini dikaruniai tujuh anak, terdiri dari empat putra dan tiga putri. Kehidupan keluarga almarhum dikenal harmonis, meskipun kesibukan di militer dan pemerintahan cukup padat.

Sebelum dimakamkan, jenazah almarhum disemayamkan di rumah duka di Jalan Purwakarta Nomor 6, Menteng, Jakarta Pusat. Prosesi ini memberikan kesempatan bagi keluarga, kerabat, dan tokoh penting untuk memberikan penghormatan terakhir secara pribadi.

Kehadiran anggota TNI dan perwira tinggi militer menegaskan penghormatan atas jasa Try Sutrisno. Tradisi penghormatan militer, termasuk pembacaan riwayat hidup, apel persada, serta pengibaran bendera, menjadi simbol pengakuan atas pengabdian almarhum kepada bangsa.

Warisan Darma Bakti Try Sutrisno

Sepanjang kariernya, Try Sutrisno menunjukkan dedikasi tinggi dalam bidang militer dan pemerintahan. Peran strategisnya sebagai Panglima ABRI dan Wapres menempatkan dirinya sebagai salah satu tokoh penting dalam menjaga stabilitas nasional pada era 1990-an.

Selain itu, keberadaannya dalam jajaran kepemimpinan militer memberikan teladan bagi generasi penerus. Banyak kebijakan pertahanan dan pembangunan karakter militer di masa itu tetap dikenang dan dijadikan acuan.

Pemakaman Try Sutrisno menutup babak perjalanan seorang pemimpin yang memiliki pengaruh besar. Keikutsertaan Presiden Prabowo, tokoh kabinet, dan mantan pemimpin negara menunjukkan pengakuan atas jasa almarhum dalam sejarah nasional.

Upacara di TMP Kalibata menjadi simbol penghormatan terakhir dari negara dan masyarakat kepada Try Sutrisno. Prosesi militer yang khidmat ini sekaligus mengabadikan pengabdian dan warisan yang ditinggalkan bagi bangsa dan negara.

Dengan hadirnya tokoh-tokoh nasional dan protokol militer yang tertib, pemakaman Try Sutrisno menjadi momen refleksi bagi generasi kini dan mendatang mengenai dedikasi dan pengabdian dalam mengawal negara

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index