Rekomendasi Hotel

Rekomendasi Hotel Terbaik Nikmati Musim Sakura 2026 Jepang Paling Indah

Rekomendasi Hotel Terbaik Nikmati Musim Sakura 2026 Jepang Paling Indah
Rekomendasi Hotel Terbaik Nikmati Musim Sakura 2026 Jepang Paling Indah

JAKARTA - Musim semi di Jepang bukan sekadar pergantian cuaca, melainkan peristiwa yang dinanti banyak orang setiap tahun. 

Saat kelopak sakura mulai jatuh perlahan dan udara masih menyimpan sisa dingin musim dingin, suasana terasa lebih hening dan reflektif. Momen seperti ini tentu sayang dilewatkan hanya karena salah memilih tempat menginap.

Pada 2026, musim bunga diperkirakan hadir beberapa hari lebih awal akibat musim dingin yang relatif ringan, meski sesekali tetap diselingi gelombang dingin. Di Kyoto dan Tokyo, kuncup pertama diprediksi merekah pada paruh kedua Maret, lalu mencapai mekar penuh sekitar sepekan setelahnya.

Sementara itu, wilayah utara dari Tōhoku hingga Aomori baru memasuki puncak mekarnya pada awal sampai pertengahan April. Perjalanan mengikuti garis mekarnya bunga dari selatan ke utara menjadi pengalaman berbeda, terutama bersama properti-properti dari Hoshino Resorts yang merancang hanami bukan sekadar melihat bunga.

Anda juga dapat menyelami musim ini melalui budaya, kuliner, hingga pengalaman onsen yang dirancang khusus menyambut semi. Seluruh informasi ini merujuk pada rilis Lifestyle Liputan6.com, Senin, 23 Februari 2026.

HOSHINOYA Kyoto Sunyi di Hulu Arashiyama

Perkiraan hanami berlangsung akhir Maret hingga awal April. Arashiyama selalu ramai saat sakura bermekaran, tetapi sekitar satu kilometer ke hulu dari Jembatan Togetsukyō, suasana Oku-Arashiyama terasa lebih tenang. Di sinilah HOSHINOYA Kyoto berdiri menghadap Sungai Ōi.

Dari kamar, tamu dapat memandang deretan sakura di tepi sungai dan lereng hijau yang rimbun. Saat malam tiba, makan malam disajikan di Hanazakura Terrace, dek kayu yang dinaungi shidarezakura dengan pencahayaan lembut. Menu musim semi menghadirkan sashimi tai, sup kerang miso putih, serta nasi rebung harum.

Pagi dimulai dengan secangkir teh sakura di Floating Tea Room yang seolah melayang di atas sungai. Di seberang, yamazakura tampak pucat dan anggun, menjadi cikal bakal banyak kultivar modern. Setelahnya, tamu menaiki perahu Hisui untuk sarapan privat menyusuri Ran-kyō Gorge.

Perahu kayu berlapis cedar Kitayama dan cemara itu melaju perlahan, membiarkan kelopak mengikuti arus. Suasana tenang dan ritme alam menghadirkan hanami yang lebih intim dan reflektif.

KAI Tsugaru Lentera di Negeri Apel

Perkiraan hanami terjadi awal hingga pertengahan April. Di dataran tinggi Ōwani, wilayah Tsugaru, sakura datang lebih lambat dibanding wilayah selatan. KAI Tsugaru menghadirkan program "Harumachi Sakura Lantern Terrace" pada 14 Maret–14 April 2026.

Bertempat di Tsugaru Four Season Water Garden, taman diterangi lentera kaca Tsugaru Vidro dan keramik Kanayama-yaki. Penataan cahaya menciptakan efek hana akari, pantulan lembut yang menyatu dengan kelopak di senja hari. Lampu terapung bergerak pelan di atas kolam yang bening.

Di bangku taman, tamu mencicip amuse-bouche "Snow Thaw:" apel yukimuro yang disimpan di bawah salju sepanjang musim dingin. Sajian itu dipadukan dengan prosciutto dan keju, lengkap dengan sup dingin serta sari apel panas dalam gelas kaca lokal.

Keseluruhan pengalaman terasa bersih dan hening, seperti musim semi yang baru saja lahir. Hanami malam di sini menjadi perayaan cahaya, tradisi, dan identitas Aomori sebagai negeri apel.

Aomoriya Festival di Bawah Atap

Perkiraan hanami berlangsung pertengahan April. Di Misawa, Aomoriya merayakan musim bunga dengan konsep berbeda melalui "Tange Hanasaka Matsuri" pada 4 Maret–31 Mei 2026. Hanami dihadirkan dalam ruang sebagai solusi saat udara dingin menunda mekarnya bunga luar ruang.

Lorong berlapis tekstil Nanbu sakiori dan kaca Tsugaru Vidro membawa tamu ke aula utama. Di sana berdiri figur Nebuta setinggi tiga meter di atas lebih dari 200 lentera berbentuk bunga apel, simbol reputasi Aomori sebagai penghasil apel.

Sajian musiman meliputi crepe apel Aomori dan cassis serta senbei dengan ramalan bertema sakura. Di luar, onsen mengepul di bawah pohon sakura yang diterangi lampu dan lentera terapung, menciptakan kabut tipis di udara dingin.

Air panas dan udara semi bertemu dalam suasana dramatis yang menenangkan. Festival ini memadukan tradisi, kuliner, dan relaksasi dalam satu rangkaian pengalaman.

KAI Anjin dan KAI Ito Sakura dari Atap Terbuka

Perkiraan hanami akhir Maret hingga awal April. Di Semenanjung Izu, Prefektur Shizuoka, KAI Anjin dan KAI Ito mengadakan "Sakura Open Bus Tour" pada 27 Maret–7 April 2026 menuju Sakura no Sato dekat Gunung Ōmuro.

Tamu duduk di dek atas bus tanpa atap, membiarkan angin laut menyentuh wajah. Rute melewati Umenokitaira sebelum tiba di Sakura no Sato yang memiliki 1.500 pohon dari 40 varietas, termasuk Somei Yoshino, Kawazu-zakura, dan Ito-zakura.

Staf menjelaskan perbedaan tiap kultivar serta sejarah geologi Izu yang terbentuk dari aktivitas vulkanik purba. Di bawah pohon, tamu menikmati bento berisi chirashi seafood atau sandwich telur lembut dengan es krim dari Sweet House Wakaba.

Usai tur, onsen menghadap Teluk Suruga menanti untuk relaksasi. Minuman sakura musiman di lounge menjadi penutup manis sebelum kembali ke kamar.

KAI Kinugawa Sunyi di Lembah Sungai

Terletak di Tochigi, KAI Kinugawa berdiri di kawasan resor tepi sungai yang berkembang sejak awal abad ke-20. Sebagian besar kamar menghadap lembah, tempat sakura bermekaran di antara tebing dan aliran sungai.

Tidak ada festival besar, hanya hanami sederhana dan intim. Makan malam kaiseki menampilkan sayuran gunung dan ikan sungai khas Tochigi, menghadirkan rasa lokal yang autentik.

Saat malam turun, teras diterangi lembut untuk membingkai bunga di seberang sungai. Staf memandu jalan santai menyusuri Kinugawa sambil bercerita sejarah kota onsen ini.

Di sini, sakura dinikmati tanpa hiruk-pikuk, hanya suara air dan angin lembah. Sebuah penutup perjalanan yang tenang mengikuti garis mekarnya musim semi Jepang 2026.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index