Barcelona

Alarm Cedera Raphinha Bayangi Barcelona Jelang Semifinal Panas Hadapi Atletico Madrid

Alarm Cedera Raphinha Bayangi Barcelona Jelang Semifinal Panas Hadapi Atletico Madrid
Alarm Cedera Raphinha Bayangi Barcelona Jelang Semifinal Panas Hadapi Atletico Madrid

JAKARTA - Barcelona memasuki pekan krusial dengan perasaan campur aduk. 

Fokus penuh diarahkan ke laga leg pertama semifinal Copa del Rey melawan Atletico Madrid, pertandingan besar yang akan digelar di Riyadh Air Metropolitano pada Jumat dini hari WIB. Duel ini bukan sekadar soal tiket final, tetapi juga ujian konsistensi Blaugrana di bawah arahan Hansi Flick.

Usai menikmati hari libur pada Senin, para pemain Barcelona kembali berkumpul di Ciutat Esportiva pada Selasa waktu setempat. Intensitas latihan langsung ditingkatkan, mengingat lawan yang dihadapi dikenal memiliki karakter agresif, disiplin, dan sulit ditaklukkan, terutama ketika bermain di kandang sendiri.

Namun, di balik persiapan taktis yang berjalan sesuai rencana, muncul persoalan kebugaran pemain. Flick mendapat laporan yang tidak sepenuhnya menggembirakan dari tim medis, terutama terkait kondisi beberapa pilar penting yang perannya krusial dalam pertandingan besar.

Fokus Latihan dan Tantangan Nonteknis

Sesi latihan Barcelona berlangsung dengan penekanan pada organisasi permainan dan transisi cepat. Flick ingin memastikan timnya siap menghadapi tekanan tinggi yang hampir selalu diterapkan Atletico Madrid. Lini tengah dan sektor sayap menjadi perhatian khusus, mengingat duel di area tersebut sering menjadi penentu dalam laga melawan tim asuhan Diego Simeone.

Di sisi lain, faktor nonteknis mulai mencuri perhatian. Kebugaran pemain menjadi isu utama karena Barcelona memasuki fase padat kompetisi. Setiap keputusan terkait siapa yang bisa tampil dan siapa yang harus menepi akan sangat berpengaruh pada hasil akhir.

Situasi ini membuat Barcelona tidak hanya dituntut unggul secara taktik, tetapi juga harus cermat mengelola risiko. Memaksakan pemain yang belum sepenuhnya pulih bisa berakibat fatal, baik untuk pertandingan ini maupun jadwal selanjutnya.

Raphinha Jadi Sumber Kekhawatiran Utama

Sorotan terbesar tertuju pada Raphinha. Winger asal Brasil itu tidak terlihat berlatih bersama skuad utama, sehingga statusnya jelang duel kontra Atletico Madrid masih diragukan. Ketidakhadirannya dalam sesi latihan terakhir langsung memicu spekulasi soal peluang tampil di semifinal.

Menurut laporan jurnalis Alex Pintanel, absennya Raphinha bukan sekadar rotasi biasa. Pemain berusia 29 tahun itu masih berkutat dengan masalah hamstring yang membuatnya menepi sekitar sepekan terakhir. Ia juga absen saat Barcelona menghadapi Albacete dan Mallorca.

Awalnya, Raphinha diharapkan sudah bisa kembali berlatih penuh pada fase akhir persiapan. Namun hingga sesi latihan terbaru, ia belum bergabung dengan rekan-rekannya. Kondisi ini jelas memperkecil kemungkinan namanya masuk dalam daftar pemain yang dibawa ke Madrid.

Kehilangan Raphinha akan menjadi pukulan tersendiri bagi Barcelona. Perannya di sisi sayap sangat vital, terutama dalam membongkar pertahanan rapat Atletico yang dikenal sulit ditembus. Kecepatan, agresivitas, dan keberaniannya dalam duel satu lawan satu sering menjadi pembeda di laga-laga besar.

Dampak Potensial di Lini Serang

Jika Raphinha benar-benar absen, Flick harus mencari alternatif di sektor sayap. Opsi yang tersedia tentu ada, namun karakter permainan Raphinha tidak mudah tergantikan. Atletico Madrid kerap memanfaatkan kesalahan kecil lawan, sehingga Barcelona membutuhkan pemain dengan intensitas tinggi untuk menjaga tekanan tetap konsisten.

Tanpa Raphinha, kreativitas serangan dari sisi kanan bisa berkurang. Hal ini berpotensi membuat Barcelona lebih mudah dibaca dan ditekan balik oleh Atletico. Flick pun harus menimbang apakah akan mengubah pendekatan taktik atau tetap bermain dengan struktur yang sama.

Situasi ini juga bisa memengaruhi keseimbangan tim. Penyesuaian di satu sektor kerap berdampak pada sektor lain, terutama ketika menghadapi lawan dengan organisasi pertahanan sekuat Atletico Madrid.

Kabar Baik dari Frenkie de Jong

Di tengah kekhawatiran soal Raphinha, Barcelona setidaknya mendapat angin segar dari Frenkie de Jong. Gelandang asal Belanda itu sudah kembali berlatih normal bersama tim dan diperkirakan siap tampil pada laga semifinal.

Sebelumnya, De Jong tidak dimainkan sebagai starter saat menghadapi Mallorca. Ia mengalami ketidaknyamanan di area kemaluan, sehingga tim pelatih memilih langkah preventif demi menghindari risiko cedera yang lebih serius.

Kesiapan De Jong menjadi kabar penting bagi Barcelona. Perannya di lini tengah sangat krusial dalam menjaga penguasaan bola, mengatur tempo, dan keluar dari tekanan lawan. Melawan Atletico, kehadiran De Jong bisa menjadi kunci untuk mengontrol ritme permainan.

Daftar Cedera yang Masih Menghantui

Meski De Jong kembali, Barcelona belum sepenuhnya lepas dari masalah. Blaugrana masih harus kehilangan Pedri, Gavi, dan Andreas Christensen yang belum pulih dari cedera. Absennya tiga pemain ini membuat opsi Flick semakin terbatas, terutama di lini tengah dan pertahanan.

Kondisi tersebut memaksa Flick berpikir kreatif dalam menyusun komposisi terbaik. Ia harus menemukan keseimbangan antara menjaga stabilitas tim dan memaksimalkan pemain yang tersedia, tanpa mengorbankan intensitas permainan.

Dengan situasi seperti ini, duel melawan Atletico Madrid bukan hanya soal strategi di atas lapangan. Faktor kebugaran dan manajemen risiko akan memainkan peran besar dalam menentukan hasil leg pertama semifinal Copa del Rey ini.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index